Beginilah Rasanya Berumah Tangga dan Menikah Muda

0 278

Disaat usia sudah menginjak 20 tahun ke atas, dan banyak teman yang menikah muda, maka yang tergambar dalam pikiran adalah enaknya saja. Padahal kita tahu bahwa dalam pernikahan itu tidak hanya senang, tapi ada sedih dan susahnya juga.

Anak muda yang belum menikah, sering berekspetasi tinggi tentang indahnya pernikahan. Ia dipikir bahwa menikah itu menyenangkan, bisa bebas main ke mana aja sama pasangan tanpa dilarang-larang lagi sama orang tua, jalan-jalan selalu ada yang nemenin, gak akan gelisah lagi mikirin dia lagi dimana sama siapa karena udah serumah, solat ada yang ngimamin, kalau salah ada yang nesihatin, kalau sedih ada tempat untuk curhat bersandar. Terus yang paling meracuni fikiran adalah suka baper kalau liat pasangan-pasangan yang romantis di media sosial atau di tv. Rasanya pengen banget punya pasangan yang ganteng/cantik, baik, perhatian dan romantis kaya di tv-tv.

Karena rasa penasaran itu, sering kali kita menanyakan kepada teman yang sudah menikah ai???gimana sih rasanya menikah dan berumah tangga?ai???. Nah, dari situ barulah kita tau bahwa yang apa yang dipikirkan tentang sebuah pernikahan, benar-benar sama dengan kenyataan tapi ada bedannya juga.

Benar, bahwa dalam pernikahan tidak mungkin selamanya senang seperti apa yang kita lihat di media sosial atau tv. Karena sebagaimana layaknya hidup, kadang ada masalah yang harus dihadapi. Tapi kita harus percaya bahwa baik masalah maupun kenikmatan, pada hakikatnya datang untuk menebaalkan kesabaran dan mendewasakan kita. Tujuan datangnya masalah maupun kesenangan bermacam-macam. Terkadang itu adalah ujian, kadang juga anugerah. Yang harus kita lakukan adalah bersabar ketika ada masalah dan bersyukur ketika nikmat datang mengalir.

Rumah tangga muslim haruslah dipenuhi oleh sikap jiwa yang bijak. Kita percaya bahwa masalah belum tentu tanda kebencian Tuhan, dan kesenangan belum tentu bentuk cinta Tuhan. Terkadang Allah menghukum hamba yang dimurkai-Nya dengan beragam kesenangan dunia, yang hakikatnya membuat jiwanya hampa. Kadang Allah juga menganugerahi hamba yang dicintai-Nya dengan beragam masalah agar ia menjadi manusia yang kuat dan sabar.

Mungkin ada juga yang bilang, ai???Ah, enaknya nikah itu cuma sebentar. Paling setahun dua tahun aja, abis itu enaknya hilang. Baru deh sadar kalau nikah itu gak cuma enak tapi ada gak enaknya jugaai???.

Nah, bagi kamu yang mau atau sudah siap menikah, maka kamu harus siap dengan segala kondisi. Karena memang begitulah hidup, tidak selamanya berjalan indah seperti yang kita harapkan. Ada suka dan ada duka. Kadang sedih, kadang bahagia. Kadang mudah, kadang susah. NaAi?? mun harus selalu diingat bahwa di setiap keadaan selalu ada peluang untuk meraih hidup yang berkah. Sehingga segala situasi yang dihadapi bukanlah membuat komitmen berumah tangga yang lemah, tetapi yang kuat dan erat. Dan yang paling terpenting adalah, cari salon suami/istri yang agama dan akhlaknya baik, masa depannya cerah, terlahir dari keluarga baik, sayang terhadap kita dan keluarga kita. Kalau kita menikah dengan pasangan seperti itu, Insha Allah keindahan pernikahan yang suka kita bayangkan akan menjadi kenyataan. (VAU)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.