Belajar Dari “Mantra Ajaib” Steve Jobs

0 36

Steve Jobs, sang inovator, kini telah tiada. Namun kisah hidupnya dan berbagai pemikirannya takkan pernah hilang oleh waktu dan akan tetap memberi manfaat serta menjadi tokoh panutan. Yang terutama, pengalamannya dalam mendirikan sebuah perusahaan yang besar yang memiliki pengaruh terhadap dunia. Bagaimana Steve Jobs, menciptakan produk yang dapat “menyihir” para konsumen serta membuat si konsumen percaya bahwa produknya ini yang diluncurkan oleh perusahaannya, Apple Inc.

Merupakan produk yang layak untuk dikonsumsi. Bagaimana Steve Jobs melakukan semua itu? Apakah dengan marketing yang andal? Sisi Teknologi? Kualitas? Bahkan Inovasi? Yang pastinya, apa yang telah dicapai Steve Jobs dapat menjadi inspirasi bagi para entrepreneur, termasuk ecopreneur dan sosiopreneur.

Guy Kawasaki
Guy Kawasaki

Guy Kawasaki, pakar teknologi yang juga pernah mencicipi dunia kerja di lingkungan perusahaan Apple Inc., memaparkan sejumlah “mantra ajaib” Steve Jobs yang sukses menuntunnya hingga mencapai ke puncak kesuksesan. Laman situs Ecopreneurist kemudian melansirnya dan menambahkan nilai yang dapat dicontoh oleh para ecopreneur dan sosiopreneur. Berikut adalah paparannya.

Ciptakan koneksi antara produk dan konsumen

Guy Kawasaki: Menurut Steve, relasi pertama manusia dengan sesuatu akan menciptakan ikatan emosional. Sebuah perangkat bukan hanya sekedar barang dengan sejumlah fungsi tapi juga merupakan perangkat yang bisa membuat seseorang tersenyum, membuat seseorang menyayanginya hingga pada akhirnya tercipta relasi secara emosional dengannya.

Dalam hal ini, sosiopreneur dan ecopreneur bisa dikatakan telah memiliki ikatan yang kuat dengan pernyataan Steve Jobs tersebut. Yang menjadi tantangan adalah menerapkannya kepada konsumen dengan pendekatan secara personal.

Bimbing konsumen untuk menemukan produk yang bagus

Guy Kawasaki: Steve pernah berkata, “Saat jangka waktu yang lama, masyakarat tidak tahu apa yang mereka inginkan hingga Anda menunjukkan solusi kepada mereka.”

Ini adalah pernyataan yang tepat untuk mencerminkan dunia teknologi dan industri tepat ramah lingkungan. Dalam hal ini ecopreneur harus dapat mendemontrasikan seberapa besar “kebaikan” yang dapat dihasilkan dengan menjadi “friendly environtment”.

Perhitungkan desain

Guy Kawasaki: “Steve telah membuat khalayak tergila-gila dengan tuntutan desainnya—(misalkan) bagian sisi gelap (menurutnya) yang kurang hitam. Padahal banyak yang telah berpikir bahwa hitam tetaplah hitam dan tong sampah adalah tetap menjadi tong sampah. Namun Steve sosok perfeksionis dan lihatlah Steve sangat benar: sebagian orang sangat mempedulikan desain dan banyak juga yang setidaknya telah menyadarinya. Mungkin tak semua orang namun (mereka yang peduli akan desain adalah) orang-orang yang sangat penting.”

ecopreneur
ecopreneur

Pernyataan ini sangatlah krusial untuk industri ramah lingkungan. Orang takkan membeli produk (barang atau jasa) hanya karena faktor ramah lingkungan saja. Ecopreneur juga perlu untuk menyiapkan segala bentuk dan fungsi. Bentuk, karena konsumen umumnya akan selalu memuaskan indera mereka terlebih dahulu dan fungsi karena bila tak bekerja sebagaimana mestinya, Anda tak pernah bisa menjual apapun lagi.

“Kualitas” berbeda dengan “harga”

Guy Kawasaki: menurut Steve, harga bukanlah segalanya. Yang terpenting, setidaknya untuk sebagian orang adalah segi kualitas. Dan kualitas hanya didapat dari pelatihan, dukungan dan rasa suka cita ketika menggunakan perangkat terbaik. Dapat dikatakan bahwa tidak ada orang yang membeli produk Apple karena harganya yang terbilang murah.

Pernyataan ini mungkin merupakan faktor perbedaan antara Apple dan sang kompetitor. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kualitas sama dengan rasa suka cita.

Rekrut yang terbaik

Guy Kawasaki: “Steve percaya bahwa para pemain A (papan atas) merekrut para pemain A–yang sama baiknya dengan kualitas diri mereka. Saya jernihkan sedikit—teori saya adalah para pemain A merekrut orang yang bahkan lebih baik dari mereka. Jika Anda mulai merekrut para pemain B, dugaan yang Steve sebut sebagai “the bozo exploison” akanlah terjadi dalam organisasi Anda.”

Pertama-tama sekali, bentuk tim yang begitu tangguh. Dalam hal ini, eco-organisasi seharusnya takkan berbeda, bahkan bisnis ramah lingkungan seharusnya memiliki pemain berkualitas lebih tinggi yang mampu secara konstan memperjuangkan eco-friendly kepada beberapa pihak termasuk masyarakat luas serta kepentingan politisi.

Sediakan kualitas yang unik

Kawasaki: Steve pernah mengilustrasikan bisnis dengan matriks 2 x 2. Sumbu vertikal mengukur bagaimana produk Anda berbeda dengan kompetitor. Sumbu horisontal mengukur kualitas produk Anda. Bagian kanan bawah mencerminkan produk berkualitas tapi tidak unik—disini Anda harus berkompetisi dengan harga. Kiri atas: produk unik tapi tidak berkualitas—disini Anda memiliki market yang tidak eksis. Kiri bawah: produk tidak unik dan juga tidak berkualitas—Anda adalah bozo. Kanan atas: produk unik dan berkualitas—disinilah Anda menciptakan margin, uang dan sejarah.

Steve menciptakan produk di kuadran kanan atas. Disitu pulalah ecopreneur seharusnya berada untuk mencapai tujuannya. Steve menggunakan inovasi untuk bisa berada di kuadran itu dan ia tetap mempertahankan posisinya di kuadran tersebut. Untuk mencapai kuadran yang sama dengannya, buatlah sesuatu yang unik dan berkualitas.

Kerjakan apa yang Anda cintai

Apapun yang Anda lakukan jika tak memiliki passion dan menerapkannya, Anda takkan mungkin bisa bangkit setelah terjatuh. Anda akan langsung menyerah karena apa yang Anda lakukan itu tak berarti bagi Anda.

Sosiopreneur dan ecopreneur telah cukup mengenal dengan baik misinya sehingga jalan untuk mencapainya akan terasa mudah.

Kawasaki: Steve Jobs pernah berkata, “Salah satu cara untuk melakukan pekerjaan yang baik adalah dengan mencintai apa yang Anda lakukan tersebut. Jika Anda belum menemukan apa yang Anda suka, teruslah mencari. Jangan tinggal diam. Sepanjang menyangkut dengan hati, Anda akan mengetahui kapan saat itu akan tiba”. (dhirga)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.