Belajar Memahami Kepribadian Manusia

1 333

Kepribadian merupakan salah satu topik yang menarik dalam diri manusia untuk dipelajari dan dipahami pada saat mempelajari psikologi. Dalam psikologi banyak berbicara tentang manusia, maka tidak heran jika orang-orang psikologi akan banyak berhadapan dengan persoalan-persoalan perbedaan kepribadian manusia. Mempelajari kepribadian biasanya sering digunakan oleh para ahli psikologi dan manajer untuk menentukan seseorang yang ingin masuk ke tempat kerja atau dengan kata lain keputusan merekrut tenaga kerja. Bagi sebagian orang non psikologi, belajar tentang kepribadian manusia agar dapat bermanfaat untuk mempercepat menyesuaikan diri di tempat kerja sesuai dengan kepribadiannya. Masih banyak manfaat lain dari mempelajari kepribadian manusia yang nantinya dapat membuat kita berbeda dengan orang lain, jika mengerti tentang ilmu ini. Karena, kepribadian manusia merupakan salah satu topik yang penting untuk dapat dipelajari.

Ketika kita ingin belajar tentang kepribadian manusia, maka kita harus belajar tentang sifat (kepribadian) manusia yang berbeda-beda. Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Dimana ada manusia yang merasa lebih baik jika dia dikumpulkan di perkumpulan yang ramai, ada juga manusia yang lebih suka dengan suasana yang tenang atau bahkan tidak ada orang. Jika kita bisa melakukan positioning yang tepat pada seseorang, maka kletika kita dapat membuat manusia berkembang dengan baik ataupun sebaliknya, jika positioning keliru, maka yang berlaku adalah sebaliknya.

Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepribadian manusia yaitu dipengaruhi oleh faktor turunan dan faktor lingkungan. Faktor turunan adalah merupakan faktor yang timbul dari dalam diri manusia yang seringkali dikaitkan dan telah ditentukan oleh Tuhan atau yang sering disebut dengan kata keturunan. Ketika berbicara faktor lingkungan akan banyak berbicara soal hal-hal yang terjadi di luar saat orang itu hidup, bagaimana dengan orang-orang yang ada di dekat kita, kondisi kita, tuntutan kita akan membentuk suatu kepribadian kita. Sampai saat ini masih belum ada rumus pasti yang menentukan seberapa besar pengaruh faktor turunan dan faktor lingkungan dalam menentukan kepribadian. Ada beberapa pendapat mengartikan tentang kepribadian ada yang mengatakan ditentukan oleh faktor turunan, ada juga yang merasa kepribadian hanya ditentukan oleh faktor lingkungan, saya lebih setuju dengan pendapatnya Josua Wahyudi mengatakan bahwa kepribadian dapat ditentukan oleh faktor turunan dan faktor lingkungan.

Untuk lebih mudah memahami manusia dalam membentuk kepribadian, banyak ahli psikologi melakukan penggolongan kepribadian. Hal ini digunakan agar kepribadian manusia yang beragam dapat digolongkan menjadi suatu kepribadian yang dapat dimodifikasikan. Dengan penggolongan ini tidak sepenuhnya benar karena manusia memiliki kepribadian yang unik antara yang satu dengan lainnya. Oleh kerena itu dengan penggolongan kepribadian manusia merupakan penelitian yang terus berkembang, dipelajari dan terus berubah-ubah sampai saat ini.

Teori Kepribadian Galen

Teori ini dikemukakan oleh Claudius Galen seorang filsuf dan dokter yang hidup pada tahun 129-200 masehi. Teori ini dikembangkan dari teori Yunani Kuno mengatakan bahwa ada perbedaan penyaluran cairan dalam tubuh pada manusia yang merupakan representasi dari proporsi 4 elemen dasar (earth, air, fire, dan water) dalam tubuh. Dari teori tersebut Galen berpendapat bahwa terdapat perbedaan kepribadian berdasarkan proporsi banyaknya cairan tubuh. Jika kita sering mendengar tentang Sanguinis, Phlegmatis, Koleris, dan Melankolis; maka sebenarnya kita sedang membahas tentang teori Galen.

Teori Galen-Sanguinis, Phlegmatis, Koleris, Melankolis

Sanguinis atau yang sering disebut dengan istilah populer berbicara soal kepribadian yang senang diperhatikan. Dengan tipe ini orang senang diperhatikan sehingga dengan tipe ini suka untuk tampil di dalam kelompok dan ingin menjadi pusat perhatian. Dengan tipe sanguinis biasanya memiliki kepribadian yang cerewet dan senang untuk bercerita.

teori-galen-sanguinis-phlegmatis-koleris-melankolis

Phlegmatis atau yang biasa dengan istilah cinta damai berbicara soal kepribadian yang senang damai. Karena suka dengan kondisi yang damai tentram, dengan tipe ini biasanya suka dengan kondisi yang netral, mudah mengikuti pendapat orang lain. Dengan tipe Kepribadian ini biasanya tidak terlalu menjadi pusat perhatian dalam kelompoknya, tapi ketika ada konflik dalam suatu kelompok, phlegmatis akan berperan penting untuk menciptakan suasana kedamaian dalam kelompoknya.

Koleris atau yang sering disebut dengan istilah si kuat berbicara soal kepribadian yang senang memimpin atau mengatur. Tipe ini senang memimpin ataupun mengatur, kepribadian ini sering terlihat sebagaipemimpin dalam kelompoknya. Sifat yang boss pada Koleris membuat kepribadian biasanya menjadi penentu dalam pengambilan keputusan dalam sebuah kelompok meskipun posisi tipe kepribadian ini bukan merupakan pemimpin dalam kelompok.

Melankolis atau yang sering disebut dengan istilah sempurna berbicara soal kepribadian yang perfeksionis. Tipe ini berusaha mencapai kondisi yang sempurna, tipe melankolis ini yang senang dengan berpikir. Tipe melankolis akan berpikir secara cermat dalam segala sesuatu agar kondisi yang ingin dicapai adalah kondisi yang perfect. Melankolis dalam kelompoknya merupakan tipe yang selalu mengeluarkan pendapat dengan berbagai pertimbangan yang dapat menentukan keputusan dengan hasil baik.

Teori DISC

William Moulton Marston merupakan orang yang mengemukakan teori dalam buk
unya yang berjudul The Emotions of Normal People. Buku ini diterbitkan pada tahun 1926, mengatakan empat faktor penting dalam mengukur kepribadian. Faktor penting tersebut adalah Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance atau disingkat menjadi DISC.

Teori DISC ini merupakan teori yang banyak diginakan di Indonesia. Dengan penulis lihat di lapangan kerja ataupun sistem pengajaran, teori DISC merupakan teori kepribadian yang paling banyak penulis jumpai. Dengan menerapkan teori kepribadian ini banyak dipelajari di Indonesia, Karena teori ini memiliki tingkat kemudahan dalam mengukur dan menentukan kepribadian.

Jika saya bandingkan dengan teori Galen, menurut penulis, teori DISC ini memiliki tingkat kemiripan dengan teori Galen. Akan coba penulis jelaskan secara singkat gambaran umum dari sifat-sifat yang dimiliki oleh DISC.

Teori DISC-Dominan Intim Stabil Cermat

D memiliki arti Dominance atau dominan, dengan memiliki sifat ini seseorang akan dominan. Dengan sifatnya yang dominan, orang dengan tipe akan memiliki sifat tegas, susah untuk merubah pendapatnya. Orang tipe ini memiliki tingkat ketakutan terbesar yaitu takut dimanfaatkan orang lain. Jika penulis bandingkan dengan teori Galen, Dominan hampir sama dengan Koleris.

teori-disc-dominan-intim-stabil-cermat

I memeliki arti Influence atau intim, memiliki sifat mempengaruhi. Karena sifatnya tipe ini senang mempengaruhi lain, dengan tipe ini seseorang memiliki sifat persuasif, senang mempengaruhi orang lain. Dengan tipe ini orang memiliki ketakutan terbesar yaitu penolakan. Jika penulis bandingkan dengan teori Galen, tipe Intim ini hampir sama dengan Sanguinis.

S memiliki arti Steadiness atau Stabil, memiliki sifat yang stabil. Memiliki sifat stabil, orang dengan tipe ini memiliki sifat yang tenang, dia posisinya dia akan mengambil posisi pendengar yang baik dan tidak suka dengan perubahan. Tipe ini orang akan memiliki ketakutan terbesar yaitu kehilangan rasa aman. Jika penulis bandingkan dengan teori Galen, Stabil hampir sama dengan Phlegmatis.

C memiliki arti Compliance atau cermat. Dengan sifatnya yang cermat, orang dengan tipe ini memiliki sifat analitis, berhati-hati serta standard kerja yang tinggi. Orang dengan tipe ini memiliki ketakutan dalam dirinya tidak sanggup dikritik. Jika penulis bandingkan dengan teori Galen, cermat hampir sama dengan melankolis.

Teori Galen dan Teori DISC

Kalua penulis simpulkan dari kedua teori ini (teori Galen dan teori DISC) memiliki prinsip yang sama dalam menentukan sifat kepribadian. Kedua teori ini, setiap manusia memiliki satu atau dua kepribadian yang dianggap sebagai kepribadiannya; untuk mengukur kedua teori ini berbeda dengan teori Big Five dia membagi kepribadian menjadi menjadi 5 (lima) dimensi. Dari setiap dimensi tersebut diukur berdasarkan tingkat kemiripannya, jika hasil pengukuran dimensinya bernilai rendah, merupakan lawan dari dimensi yang bernilai rendah tersebut.


herman-beni-maTentang Penulis

Herman Beni. Lahir di Tasikmalaya, 30 April 1978.  Sosok yang humoris dan taat pada prinsip hidup, Penulis adalah Dosen Tetap di  Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Beliau juga termasuk dalam salah satu di balik berdirinya Paguyuban Mahasiswa Periangan Timur (PMPT).

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. nur muhamad fadillah berkata

    Mempelajari kepribadian merupakan hal yang menarik karena dinamika pengetahuan mengenai diri kita sendiri secara otomatis akan bertambah. Hal ini karena hakikatnya manusia adalah yang ada dan tumbuh berkembang dengan kepribadian yang menyertai setiap langkah dalam hidupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.