Inspirasi Tanpa Batas

Bentuk Arkeologi Islam Modern Kajian terhadap Istana Topkapi

Arkeologi Islam masa Modern yang sudah diklasifikasikan oleh penulis tersebut sampai sekarang berdiri kokoh dengan hiasan-hiasan cantiknya. Utamanya di Turki yang akan penulis jelaskan dalam kesempatan ini adalah Istana Topkapi.

0 57

Konten Sponsor

Studi Arkeologi Islam merupakan ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan Islam. Mulai dari Islam masa awal, Islam masa pertengahan, sampai kepada Islam masa modern. Islam masa modern menurut penulis, dimulai ketika detik-detik kerajaan Turki Usmani berubah menjadi Negara Sekuler sampai sekarang.

Benda-benda peninggalan Islam di setiap masanya menyimpan makna tersendiri. Sekaligus menandakan kegemilangan-kegemilangan pernah diraih oleh Islam pada masanya. Terutama benda-benda peninggalan Islam akhir masa pertengahan menuju awal masa modern yang penulis klasifikasikan menjadi “Arkeologi Islam masa Modern”.

Arkeologi Islam masa Modern yang sudah diklasifikasikan oleh penulis tersebut sampai sekarang berdiri kokoh dengan hiasan-hiasan cantiknya. Utamanya di Turki yang akan penulis jelaskan dalam kesempatan ini adalah Istana Topkapi.

Istana Topkapi

Menurut buku “Ensiklopedia Peradaban Islam Istanbul”. Pembangunan Istana Topkapi ini didorong oleh keinginan sang sultan untuk membangun sebuah istana sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Turki Utsmani sesaat setelah dia berhasil menguasai Istanbul. Dalam bahasa Turki “Topkapi” berarti gerbang meriam. Istana Topkapi ini juga merupakan Istana yang paling besar di dunia pada saat itu. (Muhammad Syafi’i Anthonio : 2012 )

Istana Topkapi pertama kali dibangun oleh Sultan Muhammad II al-Fatih pada tahun 1453 M dan terus diperluas oleh para penerus tahtanya. Istana ini terletak di tepi pantai pada titik pertemuan antara Selat Bosphorus, Tanjung Tanduk Emas (Golden Horn), dan laut Marmara. (Muhammad Syafi’i Anthonio : 2012 )

Istana Topkapi dapat disebut sebagai karya terbesar Kesultanan Turki Utsmani di bidang arsitektur. Istana Topkapi ini dibangun dengan gaya arsitektur khas Turki yang mempunyai taman-taman indah yang menghubungkan antara satu bangunan dan bangunan lainnya. Istana Topkapi berdiri diatas lahan seluas 700 ribu meter persegi dan dikelilingi oleh tembok sepanjang 5 kilometer. Herry Sucipto, dalam blog Dewan Masjid Indonesia (http://dmi.or.id), menulis soal dimaksud dalam judul “Peninggalan Bersejarah Turki Usmani”, 28 Agustus 2015.

Bagian-bagian Bangunan di Istana Topkapi

Pada bagian depan Istana Topkapi terdapat pintu gerbang. Bangunan pintu gerbang tersebut terdiri dua buah menara berbentuk persegi delapan. Bentuk arsitektur pintu gerbang ini dipengaruhi oleh gaya Bizantium. Pada prasastinya tertulis bahwa pintu ini dibuat pada tahun 1542. (Muhammad Syafi’i Anthonio : 2012 )

Sebagaimana telah dikutip di republika.co.id. Secara keseluruhan istana ini memiliki ratusan kamar sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan. Berbagai jenis keramik ditampilkan di istana ini seperti woodwork. Dan didalam Istana Topkapi dipenuhi dengan pilar-pilar desain Yunani, jam-jam besar, lukisan ayat-ayat al-Quran (kaligrafi), lukisan Prancis, Cermin Belgia dan sebagainya.

Arsitek yang terlibat dalam pembangunan Istana Topkapi ini ialah Sultan Muhammad II, Aluddin, Davud Aga, Mimar Sinan, dan Sarkis Balyan. Perpaduan dari kelima arsitek inilah yang akhirnya melahirkan sebuah bangunan yang dianggap sebagai salah satu bangunan terbaik sampai sekarang ini. Agung Sasongko dalam Republika.co.id, menulis soal tersebut dalam judul “Istana Topkapi : Simbol Arsitektur Kejayaan Turki Usmani”, 17 Mei 2017, 17:16 WIB.

Seiring dengan perkembangan zaman dan pergantian kekuasaan di Turki Utsmani, di dalam kompleks Istana Topkapi kemudian dibangun beberapa bangunan pendukung. Bangunan tersebut semakin memperindah dan mempercantik Istana Topkapi. Diantara bangunan-bangunan tersebut adalah Paviliun Baghdad yang dibangun setelah penaklukan Kota Baghdad dan pavilion Revan, yang dibangun untuk memperingati misi Revan. Herry Sucipto, dalam blog Dewan Masjid Indonesia (http://dmi.or.id), menulis soal dimaksud dalam judul “Peninggalan Bersejarah Turki Usmani”, 28 Agustus 2015.

Empat bagian Istana Topkapi

Bagian pertama

Istana Topkapi dibagi empat bagian besar yang dipisahkan oleh tiga gerbang utama. Pada bagian pertama istana terdapat sebuah gereja yang dibangun orang-orang Romawi. Bangunan itu sekarang menjadi bangunan teater. Karena selain difungsikan sebagai museum, istana ini juga dimanfaatkan untuk pertunjukan opera setiap musim panas selama berlangsungnya Festival Internasional Istanbul.

Bagian kedua

Bagian kedua Istana Topkapi terdapat beberapa bangunan pelengkap yang dikelilingi oleh tembok sepanjang empat taman yang rindang. Seperti pavilion-paviliun, dapur, ruang pertemuan rahasia yang dilengkapi dengan pancuran air untuk menyamarkan suara saat pertemuan berlangsung, hareem section dan barak militer. (Muhammad Syafi’i Anthonio : 2012 )

Bangunan-bangunan pelengkap di bagian kedua Istana Topkapi

Hareem Sebagaimana yang telah di kutip dalam Republika.co.id. Hareem berasal dari kata bahasa Arab yang berarti Haram. Artinya bahwa ruangan ini diharamkan bagi para lelaki yang ingin memasukinya.

Awal ruangan Hareem ini berada jauh dari ruangan Sultan. Namun setelah seorang selir yang pintar dan cantik memikat hati Sultan Sulaiman Agung. Selir tersebut bernama Alexandra. Dia berasal dari Polandia. Ruangan Hareem ini. Sehingga Ruangan Hareem mulai disatukan oleh tempat kediaman sultan.

Hareem adalah bangunan yang berbentuk apartemen yang diperuntukan bagi keluarga Sultan. Di bangunan inilah istri-istri dan ibu para Sultan Turki Utsmani bertempat tinggal. Para Istri tersebut diajarkan cara menari, menyulam, dan memainkan beberapa instrument musik. Selain Sultan, para istri yang berasal dari berbagai Negara ini tidak boleh dilihat orang lain. Mereka dijaga ketat oleh para pengawal kerajaan. Hareem ini merupakan kamar terbesar di Istana Topkapi. (Muhammad Syafi’i Anthonio : 2012 )

Bagian ketiga

Pada bagian ketiga Istana Topkapi terdapat sekolah-sekolah untuk murid-murid berumur 10 tahun. Semua anak-anak tersebut dipilih oleh sultan dari berbagai pelosok wilayah Turki Utsmani.

Bagian keempat

Sedangkan tempat tinggal para sultan berada di kawasan keempat. Tempat ini biasanya digunakan sultan untuk berbuka puasa pada hari pertama Ramadhan. (Muhammad Syafi’i Anthonio : 2012 )

Kamar Sultan

Pada masa pemerintahan Sultan Abd al-Majid I (1839-1861) istana Topkapi pernah ditelantarkan. Ketika itu Sultan lebih memilih tinggal di Istana Dolmabahce. Kondisi tersebut terus berlangsung hingga pemerintah Turki merenovasi dan mengubahnya menjadi museum pada tanggal 3 April 1924.

Museum Topkapi menyimpan banyak benda peninggalan sejarah dari masa kejayaan Turki Utsmani. Dari sekian banyak peninggalan sejarah yang paling menarik adalah benda-benda milik Nabi Muhammad. Benda-benda tersebut tersimpan rapi di ruang Relikui Seci yang menjadi objek utama kunjungan wisatawan. (Muhammad Syafi’i Anthonio : 2012 )

Pada masa pemerintahan Sultan Abd al-Majid I (1839-1861) istana Topkapi pernah ditelantarkan. Ketika itu Sultan lebih memilih tinggal di Istana Dolmabahce. Kondisi tersebut terus berlangsung hingga pemerintah Turki merenovasi dan mengubahnya menjadi museum pada tanggal 3 April 1924.

Museum Topkapi menyimpan banyak benda peninggalan sejarah dari masa kejayaan Turki Utsmani. Dari sekian banyak peninggalan sejarah yang paling menarik adalah benda-benda milik Nabi Muhammad. Benda-benda tersebut tersimpan rapi di ruang Relikui Seci yang menjadi objek utama kunjungan wisatawan. (Muhammad Syafi’i Anthonio : 2012 )

Sumber : khazanah.republika.co.id & dmi.or.id

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar