Bentuk- Bentuk Motivasi Belajar

0 890

Motivasi dapat disebut sebagai dorongan dasar yang mampu menggerakkan seseorang dalam kaitan dengan perilakunya. Dorongan dimaksud, selalu ada pada diri setiap orang yang berupaya menggerakkan dan melakukan sesuatu. Oleh karena itu, segala perbuatan seseorang yang didasarkan kepada motivasi tertentu akan selalu mengandung tema yang sesuai dengan motivasi yang mendasari perilakunya (Uno, 2008)

Bentuk-bentuk motivasi belajar dapat dilihat dari berbagai sudut sebagai berikut:

1. Motivasi dilihat dari dasar pembentuknya.

  1. Motif bawaan; motif ini berkaitan dengan sesuatu yang dibawa sejak lahir, jadi motivasi ini ada dalam diri seseorang tanpa dipelajari.
  2. Motif-motif yang dipelajari; motif-motif yang timbul karena dipelajari. (Uno, 2008:23-33).

2. Motivasi jasmaniah dan atau

Beberapa diantara yang termasuk motivasi jasmaniah seperti refleks, instink, otomatis, nafsu. Sedangkan yang termasuk motif rohaniah, yakni kemauan” (Iskandar, 2009: 187-189).

3. Motivasi intrinsik dan ekstrinsik.

Motivasi instrinsik adalah bentuk motivasi yang menggerakkan seseorang untuk mengerjakan sesuatu tetapi tidak meminta balasan/ imbalan. Sedangkan motivasi ekstrinsik ialah suatu bentuk motivasi yang menggerakkan seseorang untuk mengerjakan sesuatu dengan mengharapkan suatu imbalan. Wikibooks, (2009:4) menyatakan bahwa:

Intrinsic motivation is defined as akind of motivation which drives people to do something but asks for no tangible rewards. On contrary, extrinsic motivation is defined as akind of motivation which drives people to do something by expecting some tangible rewards (Wikibooks, 2009:4).

Jenis- Jenis Motivasi

Selanjutnya kedua jenis motivasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Motivasi intrinsik, yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Karena diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Perlu diketahui bahwa siswa yang memiliki tujuan orang yang terididik, yang berpengetahuan, yang ahli dalam bidang studi tertentu. Satu-satunya jalan untuk menuju yang ingin dicapai adalah belajar. Tanpa belajar tidak mungkin mendapat pengetahuan. Dorongan yang menggerakkan itu bersumber pada suatu kebutuhan. Kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan. Jadi, memang motivasi itu muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan secara esensial, bukan sekedar symbol dan seremonial.
  2. Motivasi ekstrinsik, yaitu motif-motif yang aktif berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Meskipun begitu, bukan berarti motivasi ini tidak baik dan tidak penting. Sebab, kemungkinan besar keadaan siswa itu dinamis, berubah-ubah, dan juga mungkin komponen-komponen lain dalam proses belajar mengajar terdapat sesuatu yang kurang menarik bagi siswa, sehingga untuk menanganinya diperlukan motivasi ekstrinsik. Oleh: Dulmalik

Bahan  Bacaan:

DePorter, Bobi & Mike Hemacki. 2005. Quantum Learning; Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Kaifa Mizan Pustaka. Bandung.

Kanz. 2003. Managing By Influence. Prentice. New Jersey: Hall :Inc

Manullang. 2005. Tiori Administrasi Manajemen Persefektif ilmu pendidikan. Medan : Yayasan Refleksi Pendidikan

Mulyasa, Eenco. 2011. Menjadi Guru Profesional. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Nana. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung:Sinar Baru Algesindo

Prasojo, Suminaring. 2011. Anaku Luar Biasa Jenius. PT Buku Seru. Jakarta

Rosidah, Ambar Teguh Sulistiyani. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Graha Ilmu. Yogyakarta

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.