Bentuk-Bentuk Strategi Pembelajaran

0 1.515

Dalam tulisan sebelumnya, telah penulis paparkan mengenai pengertian strategi pembelajaran. Pada kesempatan ini, penulis akan kembali membahas tentang strategi pembelajaran, namun hanya berkaitan dengan bentuk- bentuk strategi pembelajaran. Bentuk- bentuk strategi dimaksud adalah sebagai berikut:

Informasi Search

Strategi IS merupakan suatu strategi pembelajaran dengan cara mencari informasi. Informasi dapat diperoleh dari berbagai media, seperti koran, buku paket, majalah, atau internet. Hal ini digunakan agar peserta didik dapat memiliki informasi lebih banyak tentang suatu materi pembelajaran. Agar peserta didik aktif dalam mencari informasi, maka guru harus membuat suatu permasalahan yang kemudian dituangkan ke dalam lembar kerja siswa.

Dalam prakteknya, pencarian informasi ini harus dilakukan secara kelompok dengan tujuan agar permasalahan tersebut terselesaikan secara cepat dan tepat. Apabila siswa malu bertanya kepada guru maka ia dapat bertanya kepada teman sekelompknya, sehingga terjadi tukar menukar pendapat antar anggota kelompok.

Hisyam Zaini (2005),  mengatakan bahwa langkah- langkah strategi IS sebagai berikut: Guru membuat suatu permasalahan yang mana dalam permasalahan tersebut para peserta didik diminta untuk mencari informasi agar permasalahan tersebut dapat dipecahkan. Permasalahan ini dituangkan di dalam lembar kerja siswa, dan dikerjakan secara kelompok. Tiap kelompok dapat mencari informasi tersebut melalui bahan- bahan sumber yang bisa diakses seperti koran, majalah,  internet, dan buku paket lainnya.

Setelah siswa menyelesaikan tugasnya dalam waktu yang telah ditetapkan, guru kemudian meminta siswa untuk mempresentasikan jawaban tersebut di depan kelas. Kelompok lain mendengarkan, melontarkan pertanyaan, dan menyanggahnya, sehingga terjadi diskusi di dalam kelas. Selanjutnya guru menegaskan kembali materi yang telah dibahas. Hal ini bertujuan agar siswa tidak salam dalam mengalami persepsi terhadap materi tersebut.

Peer Lessons

Peer Lessons merupakan strategi pembelajaran yang merupakan bagian dari active learning (pembelajaran aktif). Melvin L. Silberma mengungkapkan bahwa strategi ini merupakan strategi untuk mendukung pengajaran sesama di dalam kelas. Strategi ini menempatkan seluruh tanggungiawab pengajaran kepada seluruh anggota kelas.

Dalam prakteknya, siswa dibagi menjadi kelompok- kelompok kecil dan masing- masing anggota kelompok mempunyai tanggungiawab untuk menjelaskan materi kepada kelompok lain sesuai sub topik materi yang mereka dapat. Dalam penyampaian materi hendaknya para peserta didik tidak menggunakan metode ceramah saja atau seperti membaca laporan, namun dapat menggunakan metode atau strategi pembelajaran yang lain yang sekiranya cocok dengan materi yang mereka presentasikan kepada teman mereka.

Sebelum melakukan presentasi siswa diberi waktu yang cukup baik di dalam maupun di luar kelas. Guru dapat memberi beberapa saran kepada siswanya seperti menggunakan alat bantu visual, menyiapkan media pengajaran yang diperlukan atau menggunakan contoh- contoh yang relevan. Setelah semua kelompok melaksanakan tugasnya, guru memberikan kesimpulan dan klarifikasi sekiranya ada yang perlu diluruskan dari pemahaman siswa.

Dengan strategi ini maka, setiap siswa diajak untuk turut aktif dalam proses pembelajaran tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Dengan demikian mereka dapat belajar dengan lebih menyenangkan sehingga keberhasilan pembelajaran yang diharapkan bisa lebih optimal.

Strategi ini didesain untuk meningkatkan rasa tanggungiawab siswa secara mandiri dan menuntut saling ketergantungan yang positif terhadap teman sekelompoknya karena setiap kelompok bertanggung jawab untuk menguasai materi pelajaran yang telah ditentukan dan mengajarkan atau menyampaikan materi tersebut kepada kelompok lain.

Beberapa langkah strategi ini akan mampu mengajak siswa untuk belajar secara aktif dengan melibatkan mental dan fisik baik didalam maupun diluar kelas. Dengan demikian peserta didik akan merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga termotivasi untuk belajar dan hasil belajar dapat dioptimalkan.

Learning Start With A Question

Strategi LSQ merupakan suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya. Agar siswa aktif dalam bertanya, maka siswa diminta untuk mempelajari materi yang akan dipelajarinya, yaitu dengan membaca terlebih dahulu. Dengan membaca maka siswa memiliki gambaran tentang materi yang akan dipelajari, sehingga apabila dalam membaca atau membahas materi tersebut terjadi kesalahan konsep akan terlihat dan dapat dibahas serta dibenarkan secara bersama-sama.

Upaya untuk melihat apakah siswa telah mempelajari materi tersebut, maka guru melakukan pre-test. Selain itu, guru memberi tugas kepada siswa untuk membuat rangkuman serta membuat daftar pertanyaan, sehingga dapat terlihat berapa persen siswa yang belajar dan yang tidak belajar. Dengan membaca maka dapat memetik bahan- bahan pokok yang penting.

Membaca terdapat beberapa cara seperti: 1) saat membaca, siswa memberi garis bawah. Hal ini bertujuan agar siswa mengetahui kata yang penting atau kata-kata yang kurang dimengerti; 2) siswa membuat catatan atau ringkasan hasil bacaan. Hal ini bertujuan agar siswa mengetahui materi yang perlu dihapat atau dikaji ulang.

Strategi pembelajaran seperti ini memerlukan keterampilan bertanya siswa, karena dengan bertanya akan membantu siswa belajar dengan kawannya, membantu siswa lebih sempurna dalam menerima informasi atau dapat mengembangkan keterampilan kognitif tingkat tinggi. Dengan demikian guru tidak akan belajar bagaimana “bertanya” yang baik dan benar, tetapi juga belajar bagaimana pengaruh bertanya di dalam kelas. Adapun langkah- langkah pembelajaran LSQ menurut pandangan Hisyam Zaini (2005) adalah sebagai berikut:

  1. Guru memberi tahu dahulu materi apa yang akan dibahas
  2. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi yang akan dipelajari dan meminta siswa untuk menuliskan atau memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak dipahaminya di rumah.
  3. Guru meminta siswa untuk bertanya materi yang kurang dipahami pada saat membaca
  4. Guru mulai melakukan kegiatan sesuai yang direncanakan di dalam rancangan pembelajaran.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.