Ber-Haji itu Takdir | Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part-4

57 149

Melaksanakan Haji itu Takdir.  Setelah hari itu, Shofi dan Siti menjalani hari mereka dengan penuh suka cita. Sepulang mengajar dari sekolah, ia menanam pohon Kapol, memperbanyak tanaman Kopi dan Cengkih. Ia juga menanam rempah-rempahan seperti seureuh, kencur dan pohon sahang atau pedes. Ia juga turut serta memperbesar sawahnya melalui program ekstensifikasi. Istilah ini, di kampung TURTLE dinamakan dengan “ngabebedah”. Melalui pelebaran sawah ini, Sofi tumbuh menjadi keluarga yang relatif cukup dari sisi ekonomi.

Beberapa tahun kemudian, Cengkih itu berbuah. Begitupun dengan kapol dan kopinya. Meski tidak seberapa, tetapi, cukuplah untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Namun demikian, tanpa alasan jelas, Shofi menebang seluruh pohon cengkihnya. Ia menggantinya dengan menanam pohon salak.

Waktu penebangan pohon cengkeh itu, terjadi tahun 1993. Harga cengkih waktu itu runtuh. BPPC yang dibentuk atas Keputusan Presiden Nomor 20 tahun 1992 jo Intruksi Presiden Nomor 1 tahun 1992, dianggap Shofi menurunkan martabat perani. Melalui BPPC, menurutnya pemerintah telah memberi hak monopoli penuh untuk membeli dan menjual produksi cengkih dari petani. Monopoli inilah, yang menyebabkan harga cengkeh runtuh.

Problem Cengkih dan Pohon Jeruk

Unsur yang tergabung dalam organisasi ini adalah: Inkud (koperasi), PT. Kerta Niaga (BUMN) dan PT Kembang Cengkih Nasional (swasta), yang dimiliki Tommy Soeharto. Shofi memiliki keyakinan bahwa harga cengkeh tidak mungkin mengalami peningkatan berarti. Ia merasa tidak akan cukup membiayai produksi cengkeh dari kebunnya, jika cengkeh dimonopoli oleh BPPC. Aku tak menyesal menebang pohon ini. Semoga Allah memberi pengganti atasnya.

Setelah keruntuhan harga cengkeh Nasional, Shofi mulai mecemaskan masa depan anak ketiganya. Satu tahun yang akan datang, anak ketiga yang diberi gelar Chronos itu, akan memasuki masa studi di Perguruan Tinggi. Dalam posisi yang agak sedikit kacau,ia bertemu dengan Darmo yang biasa menjadi pembeli secara ijon hasil pertanian Shofi. Tentu Darmo kaget dengan penebangan pohon cengkeh Shofi.

Mereka berdua, akhirnya diskusi. Diskusi diserambi rumah Shofi. Waktu itu, hujan sedang turun secara rintik. Hujan itu, telah membasahi jalan setapak yang kotor dengan tanah merah yang kental. Shofi dan Darmo duduk sambil minum kopi pahit produksi Shofi sendiri.

“Begini aja kang … Kata Darmo. Ini biarlah kebun Cengkeh kadung sudah ditebang sama akang. Bagaimana kalau sawah yang ada di sekitar rumah akang, dirubah saja menjadi kebun jeruk. Saya akan mencarikan bibit yang unggul. Insyaallah kalau dipelihara dengan baik, pohon jeruk dimaksud akan berbuah dalam dua tahun paling lama. Shofi berkata: Nanti kalau berbuah, ke mana saya menjualnya. Dengan tangkas Darmo mengatakan, ya saya nanti yang akan membeli.

Akhirnya Shofi Menanam Jeruk

Akhirnya, Shofi memesan kurang lebih 200 bibit pohon jeruk. Ia meminta bantuan tukang kebun yang biasa mangkal di rumahnya untuk ditanami pohon jeruk. Galian ukuran satu meter persegi dengan kedalaman yang sama satu meter itu, dimasuki jerami padi oleh Shofi. Lalu ditimbun tanah. Kurang lebih satu bulan lamanya, lubang-lubang itu, baru ditanami bibit jeruk yang dipesan dari Darmo.

Saat penanaman pohon itu berlangsung, Shofi didampingi Farid dan tentu Crhonos. Mereka menanam satu persatu pohon jeruk itu. Setiap bibit pohon yang ditanam, Shofi selalu membaca basmallah dan mengatakan, tumbuhlah kau jeruk dengan baik, berbuahlah dengan banyak. Aku bernadar atas ditanamnya kamu, agar memberi manfaat atas pendidikan tinggi anak-ku yang bernama Crhonos”

Pohon jeruk itu, betul juga bertumbuh dengan daun yang lebat. Dua tahun kemudian, jeruk itu berbuah. Harum bunga jeruk yang dipantulkan di pagi dan sore hari, menyengat bukan saja kepada rumah Shofi, tetapi juga hampir ke beberapa rumah yang ada di sekitar Shofi. Ia persis memanen setiap waktu di mana Crhonos membutuhkan untuk SPP di Pendidikan Tinggi yang dia ikuti. Pohon itu terus berbuah sampai kemudian Crhonos menjadi Sarjana. Di luar dugaan setelah Crhonos  menjadi sarjana, pohon jeruk dimaksud, satu persatu layu, menguning lalu mati.

Takdir Crhonos dalam Studi

Kehidupan ekonomi keluarga Shofi terus menerus merosot. Terlebih ketika anak kelima dan anak keduanya meninggal. Shofi seperti terpukul hebat dan berada dalam jurang kehancuran yang hampir akut. Shofi seperti tidak merasa memiliki harapan untuk hidup dan melanjutkan tradisi hidupnya yang sangat tangkas. Terlebih belum ada satu anaknya yang mampu menjadi penerus cita-cita luhurnya dalam menata masyarakat.

Crhonos yang diminta pulang ke kampung halamannya, menolak. Crhonos malah memiliki harap dapat menikah dengan keluarga pedagang dari Kabupaten tetangga. Waktu Crhonos diangkat menjadi salah seorang asisten dosen di Perguruan Tinggi Negeri di Cirebon, Shofi tak kuasa menolak. Ia hanya memberi do’a dan harapan agar kelak, anaknya itu, benar-benar tumbuh menjadi dirinya, sebagaimana gelar yang diberikannya. Shofi mewasiati untuk tidak berhenti membaca surat al Mulk, Al Insyrah dan Yasin. Gantian saja setiap habis shalat dengan cara apapun. Chronos sediri, hafal semua surat dimaksud sejak masih di SLTP dengan seksama. Shofi sempat menguji hafalan itu dan dia mengatakan: “Crhonos, kamu lulus”.

Gelar Crhonos itu, diberikan Shofi kepada anak ketiganya. Anak ini, kata Shofi suatu hari, selalu membanggakan aku. Crhonos  itu artinya membanggakan. Dalam bahasa lain, Crhonos juga bisa berarti missionaris agama. Karena aku Muslim, aku berharap ia menjadi missionaris Muslim yang hebat dan ilmiah. Gelar ini, disetujui guru spiritual kampung Shofi, bernama Syuhada. Orang ini, di kampungnya disebut dengan OLEH.

Tak lama kemudian,  Crhonos melanjutkan pendidikan S2 atas biaya Kementerian Agama. Ia mengambil studi di Banda Aceh dalam program study Islamic Studies. Crhonos tumbuh dengan baik. Namun karena karakternya dan kultur keluarga yang pebisnis, maka, watak dan karakter bisnisnya tidak pernah berhenti. Bahkan ketika Crhonos mengikuti S2, ia tetap berbisnis. Ia menjajakan jaket dan berhasil cukup baik. Hasil bisnisnya ini pula, yang menyebabkan Crhonos memiliki rumah di Kota Cirebon.

Vetra Meminta Naik Haji

Crhonos mengawali bisnisnya dalam bidang konveksi. Ia juga sempat meneruskan bisnis keluarga istrinya dalam bidang mebeuler. Hampir tiga tahun ia mengkreditkan bahan-bahan mebeul. Sambil mengajar sebagai dosen, ia tetap berwiraswasta. Ia selalu ingat nasihat keluarganya yang menyatakan bahwa mengajar adalah ibadah. Hidup tidak boleh mengandalkan apalagi bertoma’ dari mengajar. Hiduplah dari usaha dan kerja keras. Inilah pegangan Crhonos yang diingatnya.

Bisnis Crhonos bersama dengan istrinya ini, lumayan cukup berhasil. Istrinya bernama Vetra itu, entah mengapa, tiba-tiba memintanya untuk mendaftarkan diri ibadah haji. Tetapi, Crhonos  dengan keras mengatakan tidak! Kita belum waktunya melaksanakan ibadah haji. Vetra pernah suatu hari menangis karena Crhonos menunjukkan sipat yang kurang simpati kepadanya, saat dirinya mengajak Crhonos mendaftar haji dengan cara yang sedikit memaksa. Crhonos mengatakan:

“Hai Vetra, tidak kah kau sadar, bahwa kita belum istatho’ untuk melaksanakan ibadah haji. Coba kamu lihat, dua anak kita masih bayi. Dan berapa banyak orang kampungku, yang tinggal di sini, yang secara terpaksa harus kusebut sebagai adik atau kepnokanku. Padahal mereka tidak semuanya adik atau keponakanku. Banyak orang kampus bingung, ko banyak amat adik dan ponakanku. Kalau uang dan apa yang kita miliki dipakai untuk ibadah haji, bagaimana nasib mereka. Kau harus yakin, bahwa kita belum saatnya. Vetra waktu itu mengatakan: Hai suamiku, kau harus ingat bahwa Allah Maha Kaya. Dia memiliki cara untuk membuat segalanya tetap berada dalam kebaikan. Kalimat itulah yang membuat Crhonos agak sedikit marah kepada Vetra”.

Entah mengapa, apa yang pernah dialami Shofi, teralami pula oleh Crhonos. Ketika hal itu disampaikan kepada Shofi dan Siti, Shofi yang mulai sakit-sakitan hanya tersenyum simpul. Dan entah mengapa serta bagaimana awal ceritanya, bisnis Crhonos banyak mengalami kerugian. Bahkan toko kaca mata, di mana dia melakukan investasi didalamnya, tiba-tiba kebakaran. Crhonos kembali menjadi merana meski tidak putus asa. Ia menata kembali puing-puing ekonomi keluarganya sedikit demi sedikit. Cita-cita Vetra untuk ibadah hajipun, kembali redup kalau bukan hilang sama sekali. Vetra berkata dalam bathinnya: Berhaji memang soal takdir dan soal rahasia Tuhan. By. Charly Siera –Bersambung.

  1. Rif'atul Ula berkata

    Dari part ini memberitahukan bahwa setiap rencana dan keinginan serta segala usaha yang sudah dilakukan untuk mencapai tujuan dan mimpi kita tidak akan pernah terwujud tanpa adanya Ridho dari Allah.
    Mempunyai rencana, melakukan usaha/ikhtiar, harus tetap dilakukan walaupun mungkin belum terwujudkan. Yang salah yang hanya memaki tanpa ikhtiar dan terus menyalahkan.
    Sama seperti haji, kita memimpikan pergi kesana lalu melakukan langkah-langkah agar bisa pergi kesana, walaupun ternyata masih belum saja kita pergi kesana. Mungkin ini cara Allah agar hamba-Nya mendekatkan diri kepada-Nya.

  2. Elok Firdausiana berkata

    Hidup memang tidak selalu berjalan dengan apa yang kita inginkan. Tetapi jika kita menjalankannya dengah ikhlas, sabar dan juga bersungguh2, maka cobaan apapun yang menimpa kita, kita tidak boleh putus asa dan patah semangat dalam menghadapunya. Berusaha, berdo’a, ikhlas, dan juga sabar lah dalam menjalankan hidup, karena tidak ada yang tahu akan ketentuan-ketentuanNya

  3. Amalia Fitriyanti berkata

    Dalam part 4 ini, Allah akan selalu menguji hamba-Nya ketika dia sedang berada di puncak kesuksesan. Seperti pak shofi yang merosot dalam perdagangan atau bisnis nya. Tetapi dia tidak menyerah dan mencoba hal yang baru agar bisnis nya tetap berjalan. Karena dengan itulah pak shofi mampu memberikan kebutuhan hidup kepada anak-anaknya. Karena tidak ada masalah pasti ada solusinya

  4. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Bismillahirrahmanirrohim.
    Dalam novel part 4 ini berhaji itu memang takdir Allah SWT, yang insyaAllah kalau dibarengin dengan usaha tidak akan ada hal yang sia-sia. kita bisa ambil kesimpulan bahwa setiap masalah insyaAllah akan selalu ada jalan keluarnya. Karena roda kehidupan pun akan selalu terus berputar. Dengan adanya ujian yang menimpa shofi, mengingat bahwa hidup adalah ujian jika kita tidak bisa menghadapi ujian seperti halnya yang dialami shofi maka hal tersebut akan menjadi masalah bagi kehidupan kita. Man jadda Wajada ”Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil, Insya Allah!”

  5. Amalia Fitriyanti berkata

    Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah part 4 ini. Pak shofi adalah orang yang mampu untuk berinovasi agar usahanya slalu ada peningkatan. Tetapi dalam nazar nya dia hanya memikirkan pendidikan anaknya smpai lulus. Seharusnya dlm nazarnya pak shofi memikirkan untuk kehidupan yang lebih sukses kedepannya dgn cara memberi sesuatu kepada orang yg kurang mampu. Anak pak shofi yang sudah menikah, dia seperti ayahnya. Ujian yang hampir mirip yg diberikan oleh Allah kepada mereka

  6. Rina agustiana 1/A berkata

    bismillah langsung saja
    kehidupan shofi di part 4 ini sangat memperihatinkan,karena kehidupan shofi terus menerus merosot dan di tamba anak kelima dan keduanya meninggal
    shofi sangat terpuruk hebat seperti lg berada d dalam jurang kehancuran yang hampir mematahkan semangat shofi, shofi seperti tidak merasa memiliki harapan untuk hidup dan melanjutkan tradisi hidup nya yang sangat tragis.

  7. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    pergi ke baitullah memang itu adalah panggilan Allaah, orang yang mampu secara financial belum tentu dapat pergi haji, namun orang yang belum mampu secara financial bisa saja dipanggil duluan untuk menunaikan ibadah haji. semua itu adalah kehendak Allaah, dan kita tidak bisa merubah apapun yang telah ditetapkan oleh Allaah.

  8. De Zidni Tazqiah MPI 3 berkata

    Dalam novel part 4 ini,terdapat hikmah yg bisa diambil diantaranya apa bila manusia bersungguh sungguh pasti akan menemui jalannya.Contohnya seseorang mempunyai keinginan untuk berbuat baik maka Allah akan timpakan kepadanya berbagai ujin dan Allah pula menciptakan solusi dari ujian itu.Karna apa yang Allah berikan adalah apa yang terbaik untuk umatnya.

  9. Melli Nurvelina berkata

    Assalamu’alaikum.wr.wb
    Didalam part ini roda kehidupan memang berputar adakalanya kita berada dibawah dan adakalanya kita berada diatas, setiap usaha pasti akan ada hasilnya karena manusia boleh berencana tapi Tuhan yang menentukan..

  10. Ega Sopana berkata

    Part 4 ini saya berpendapat, dari pa shofi yang di uji oleh Allah dari pohon cengkeh roboh kemudian dia berusaha terus untuk membiayai anak nya yang kuliah dengan menanam jeruk tetapi al hasil jeruk nya pun gagal panen. Dan kemudian anak nya dengan berbisnis menjual jaket tetapi usahanya itu bangkrut. Tetapi dia tetap berusaha (man jadda wa jadda) barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil. Allah tidak akan menguji seorang hamba diatas kemampuan nya jadi berhuznudzon lah kepada Allah bila diberikan ujian sebab bisa jadi Allah sayang terhadapmu. Dalam segi pendidikan yaitu berusahalah terus dalam berpendidik walaupun gagal gagal dan gagal lagi karena Allah tidak akan menguji seorang hamba diatas kemampuan nya jadi berhuznudzon lah kepada Allah bila diberikan ujian sebab bisa jadi Allah sayang terhadapmu, “man jadda wa jadda”

  11. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Man jadda wa jadda. barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil. Apa yang Allah berikan adalah apa yang terbaik untuk umatnya, diharamkan ber-suudzan kepada Allah. rezeki bukan hanya materi namun keluarga yang harmonis, istri dan anak yang soleh solehah juga merupakan rizki yang perlu kita syukuru. maka bersabarlah dan ikhlas dalam menjalani kehidupan.

  12. Ade Rossy Indra Pertiwi TIPS A/1 berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    di bagian part-4 yang berjudul Ber-Haji itu Takdir. yaitu kita dapat mengambil pelajarannya seperti bersabar dalam menghadapi masalah seberat dan sesulit apapun karena Allah tau apa yang Allah berikan cobaan terhadap kita tidak akan di luar batas kemampuan kita dan kadangpun manusia tidak selalu di posisi paling tinggi ada saatnya pula manusia itu berada di posisi titik paling bawah, seperti halnya di alami shofi dan sang istri siti dimana hanya demi menyekolahkan ke jengjang yang kebih tinggi dan supaya anaknya kehidupannya lebih baik lagi, dan kita sebagai manusia biasa kita hanya perlu berdoa, usaha,iktiar dan tawakal kepada Allah SWT untuk melalui masalah-masalah dalam kehidupan ini. Terimakasih

  13. akhmad afifudin berkata

    Berhaji itu takdir. Part 4
    Bismillah
    Dalam novel kali ini saya menemukan hikmah banyak diantaranya jika kita ingin merasakan kebahagian dalam hidup maka yakin dan bersungguhh dalam menjalaninya. Dalam proses membahagiakan atau mensukseskan anaknya shofi mencoba untuk menanam pohon jeruk. Pohon jeruk itu, bertumbuh dengan daun yang lebat. Dua tahun kemudian, jeruk itu berbuah. Harum bunga jeruk yang dipantulkan di pagi dan sore hari, menyengat bukan saja kepada rumah Shofi, tetapi juga hampir ke beberapa rumah yang ada di sekitar Shofi. Ia persis memanen setiap waktu di mana Crhonos membutuhkan untuk SPP di Pendidikan Tinggi yang dia ikuti. Pohon itu terus berbuah sampai kemudian Crhonos menjadi Sarjana. Di luar dugaan setelah Crhonos menjadi sarjana, pohon jeruk dimaksud, satu persatu layu, menguning lalu mati.Pohon jeruk itu, betul juga bertumbuh dengan daun yang lebat. Dua tahun kemudian, jeruk itu berbuah. Harum bunga jeruk yang dipantulkan di pagi dan sore hari, menyengat bukan saja kepada rumah Shofi, tetapi juga hampir ke beberapa rumah yang ada di sekitar Shofi. Ia persis memanen setiap waktu di mana Crhonos membutuhkan untuk SPP di Pendidikan Tinggi yang dia ikuti. Pohon itu terus berbuah sampai kemudian Crhonos menjadi Sarjana. Di luar dugaan setelah Crhonos menjadi sarjana, pohon jeruk dimaksud, satu persatu layu, menguning lalu mati.

  14. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    assalamualaikum wr.wb
    Novel ini mengajarkan kita untuk selalu berusaha dalam keadaan apapun,kita harus percaya bahwa Allah SWT tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita,kehidupan harus mempunyai harapan dan target,untuk mencapai itu harus dengan usaha dan do’a. Terima kasih
    Wassalamualaikum wr.wb

  15. M. DIDI WAHYUDI berkata

    dalam novel ini mengajarkan untuk tetap berusaha ketika ujian datang dari Allah SWT.

  16. Farrin Nurul Aina berkata

    Pada part 4 ini, banyak sekali hikmah yg bisa diambil diantaranya apa bila manusia bersungguh sungguh pasti akan menemui jalannya contohnya pada saat pohon cengekeh shofi di robohkan karena harganya turun dia berusaha untuk menanam pohon jeruk dengan harapan hasilnya bisa d gunakan untuk membiayai anaknya untuk kuliah. Ya walaupun pada akhirnya usaha menanam pohon jeruk gagal lagi., pada part 4 ini juga bisa dilihat banyak sekali ujian yang dihadapi bukan hanya shofi tapi anak nya chronos dia berjiwa pebisnis dibuktikan dengan walaupun sudah s1 tapi dia mencoba tetap melakukan bisnis dengan menjual jaket, dia juga melanjutkan pendidikan nya sampai s2 walaupun usahanya ada yg bangkrut namun dia tetap berusaha untuk mengembalikan usahannya. Pesan yang dapat diambil yaitu Allah tidak akan menguji seorang hamba diatas kemampuan nya jadi berhuznudzon lah kepada Allah bila diberikan ujian sebab bisa jadi Allah sayang terhadapmu

  17. maemunah fadillah berkata

    Dalam part ini menjaskan tentang bagaimana seseorang selalu berusaha dan berjuang dalam kehidupannya serta selalu berprasangka baik kepada Allah. Karana sesungguhnya Allah selalu bersama dengan orang-orang yang sabar.

  18. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    Setelah saya membaca part 4 ini, sayamndapatkan sebuah pelajaran yang sangat berharga. Bahwasannya ketika Allah memberikan ujian kepada hambanya, tandanya Allah sgt menyayangi setiap hambanya. Ketika chronos tumbuh menjadi orang yang sukses dan kaya, dan istrinya vetra meminta nya untuk menunaikan ibadah haji, chronos belum siap untuk melakasanakan keinginan nya itu. karena, ada tanggung jawab yang harus ia laksanakan diantaranya ia harus memberi makan saudara nya yang ada di kampung halaman nya. Dan melaksanakan ibadah haji itu merupakan takdir.

  19. siti hayyun berkata

    dalam part 4 ini menyadarkan kita bahwa kehidupan itu tidak selalu berada di atas. adakalanya kita ditimpa musibah atau ditimpa penyakit, itu sema merupakan ketetapan dari Allah untuk menguji kadar keimanan seseorang. menafkahi keluarga, membiayai anak sekolah, mengajar dan mengasihi orang sekitar merupakan seseuatu yang bernilai ibadah. maka dari itu Allah menguji keluarga shofi ini untuk menguji seberapa besar keimanan keluarga shofi kepada Allah. bagaimana iya terus berusaha berbaik sangka kepada Allah, berusaha bangkit kembali dan percaya bahwa dari setiap kejadian pasti ada hikmahnya. seperti yang di alami shofi dalam membiayai pendidikan chronos mengalami musibah sehingga menurunkan ekonomi keluarga shofi. tapi dalam musibah itu Allah memberi jalan lain dengan chronos bisa lanjut S2 dengan di biayai oleh pemerintah. begitu juga dengan haji. haji merupakan ibadah, maka akan ada ujian dalam usaha kita untuk melaksanakanya. akan tetapi kembali lagi bahwa pasti semuanya ada hikmahnya , tetap berbaik sangka kepada Allah. dan tetap berusaha untuk mencapainya.

  20. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Setelah saya baca dari cerita part 4 ini memang hidup itu haruslah berjuang walaupun banyak halangan atau masalah yang menimpa. Seperti yang di ajarkan sofi membaca ayat ayat tertentu ketika menerima keterputukan .
    Keindahan sesungguhnya dalam sebuah perjuangan bukanlah hasil akhirnya, namun kenikmatan yang timbul dari proses perjuangan tersebut.
    Terumakasih

  21. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Setelah membaca part 4 ini saya mendapat pelajaran bahwa, ketika seseorang mempunyai keinginan untuk berbuat baik Allah akan timpakan kepadanya berbagai rintangan dan Allah pula menciptakan solusi dari rintangan itu. Dan solusi dari setiap rintangan itu tidak lain hanyalah untuk menguji kesabaran dan keimanan hamba-Nya. Singkatnya, Allah menciptakan rintangan dan solusi dari rintangan tersebut dalam satu paket, dan hanya hamba yang beriman dan sabarlah yang dapat menemukannya. Seperti yang dialami oleh Shofi dimana ia menemukan berbagai rintangan dalam menyekolahkan Chronos dan ia dapat pula memecahkan masalh tersebut dengan bersabar dan berikhtiar .
    sementara dalam part 4 ini, terdapat satu tokoh yang baru muncul yakni tokoh Chronos dimana ia tumbuh dengan asuhan orangtuanya yakni Shofi dan kemudian Chronospun tumbuh menjadi pribadi bisnis yang sebagaimana ia dapatkan dari ayahnya tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa keluarga adalah pendidikan pertama dan utama bagi seorang anak dalam membentuk kepribadiannya. Dalam part 4 ini pula saya menemukan bahwa kisah hidup yang dialami oleh Shofi sama dengan yang dialami oleh Chronos ketika istrinya ingin pergi berhaji. Sehingga saya mengambil kesimpulan bahwa buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.
    Terima Kasih
    Wassalamu’alaikum wr. wb

  22. Isah Siti Khodijah berkata

    Bismilahirahmanirahin
    Asalamualaikum wr wb
    Dari novel mencari tuhan di kaki kabah part 4 ini dapat saya analisis bahwa Shofi melakukan berbagai cara untuk dapat menyekolahkan Chronus ke PTN dan Allah maha pendengar, Allah memberikan rizeki dengan disertai berbagai ritangan utk menguji manusia.
    Jadi begini jika masih orang tua yang enggan menyekolahkan anak dikarenakan faktor ekonomi jangan khawatir, karena Allah maha pemberi rizki, karena sesungguhnya rizki itu melekat pd diri kita sendiri. Contohnya pada cerita diatas, dimana Shofi walaupun kebunnya gagal atau bagaimana, tetapi Alhamdulilah bisa menyekolahkan Chronus sampai selesai dan Alhamdulilah lagi Shofi ucapkan karena Chronus amat sangat membanggakan seperti nama nya.
    Kemudian jika dikaitkan dengan judul novel nya, memang berhaji itu takdir, kara walaupun shofi sdh berkecukupan tetapi Allah belum meridhoi, begitu pun yg dialami oleh sang anak Chronus walaupun dia sdh berkecukupan tetapi saat istrinya menyarankan utk berhaji seketika usaha nya hancur. Tetapi, walaupun berhaji itu takdir, kita hrs selalu berusaha, dan jangan pernah menyerah.
    Terimakasih
    Walaikumsalamualaikum wr wb

  23. Muhamad Udin berkata

    Assalamualaikum wr. wb
    Dalam part 4 ini setelah saya membaca nya bahwa keluarga shofi sedang di uji sama Allah.
    Pelajaran yang saya bisa ambil yaitu bahwasanya kita harus bersabar ketika kita di uji dalam kondisi yang dialami keluarga shofi. wajar sifat manusia ketika kita jatuh atau lagi di bawah sempat putus asa, namun kita harus yakin bahwa Allah menguji hambanya tidak akan melebihi kemampuanya.

  24. lyceum
    lyceum berkata

    Winda Dwi Nurrachmawati, Sri Rahayu, uyunurrohmah, Fera Agustina, siti Halimah, Asiro, Nur Aliffah. Asyifa Nuraeni Kartika Ali, Dinny Alfiana S, Sri hardianti, Indah Kusumawati, Siti Sutihatin, Siti Nurbaeti, terima kasih atas komentarnya. Teruslah membaca agar kita tumbuh menjadi kelompok literasi yang cukup baik.

  25. Diah ayu nuratillah berkata

    Bismillahirrahmaanirrahim. Ada beberapa point yang sangat menarik ketika saya membaca penggalan novel ini. Pertama, ketika keluarga bapak shofi mengalami kemerosotan dalam segi ekonomi sedangkan ia harus membiayai anaknya ke perguruan tinggi. Seseorang pernah berkata pada saya “jika kita berniat menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi, jangan lihat ekonomi kita terlebih dahulu, jangan pesimis jangan putus asa karena rizki akan datang dari Allah. Dengan usaha disertai doa pasti ada saja rezki untuk menyekolahkan anak” begitu.
    Kedua, saya mulai tersadar dengan kalimat -mengajar adalah ibadah- saya sangat setuju dengan kalimat itu, karna memang tujuan awal manusia diciptakan oleh Allah adalah untuk beribadah, jika mengajar kita niatkan sebagai ibadah, insyaallah pahala ibadah kita dicatat oleh malaikat.
    Ketiga, sebenarnya saya kurang setuju jika berhaji adalah takdir. Memang benar takdir sudah ditentukan oleh allah, tetapi bukankan takdir bisa kita ubah? Jika kita ditakdirkan oleh Allah belum diberi kesempatan untuk berhaji bukankah kita bisa mengubah takdir itu? Bisa mengubahnya dengan usaha dan doa. Jika sudah berusaha dn secara finansial sudah bisa berhaji tetapi org tersebut tidak melaksanakannya, bukan berarti dia tidak ditakdirkan melakukan ibadah haji hanya saja dia tidak ingin merubah takdir.
    Terimakasih.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Good idea and good point …

  26. dhini apriliani 1/b ips berkata

    asalamualaikum. pada part 4 ini ada tokoh baru yaitu crhonos dan vetra, yang memiliki cerita sama seperti apa yang di alami shofi dan siti, dalam part4 ini saya bisa menangkap yang pertama bahwa hidup itu butuh perjuangan, hidup itu bukan hanya berada di atas saja karena roda kehidupan pasti berputar ada kalanya kita mengalami gelombang kehidupan. yang kedua yaitu siapa yang bisa menunaikan rukun iman yang ke5 itu adalah orang-orang beruntung yang di pilih oleh allah swt, karena sesungguhnya itu merupakan takdir dan rahasia dari allah swt. sekian terimakasih

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Ya gelombang hidup selalu tidak pernah bisa berdamai dengan kehendak kita sebagai manusia. Belajar beradaftasilah dengan segenap situasi … thank

  27. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam Part 4 ini mengajarkan bagimana pelajaran hidup dan tanangan kehidupan yang harus dilalui setiap manusia yang sangat berharga dan sangat memiliki banyak nilai-nilai kehidupan. Karena sesungguhnya dalam kehidupan ialah pelajaran yang sangat berharga. Menurut keluarga chronus mengajar adalah ibadah tentu saja itu sangat benar menurut saya karena dengan kita mengajarkan seseoramg itu artinya kita berbagi ilmu ataupun pahala yang menjadikannya ibadah. Dalam part ini juga mengajarkan bahwa berhaji memang soal takdir dan soal rahasia Tuhan. Jadi setiap manusia dalam melaksanakan apapun hanya bisa merencanakan tetapi Allah yang akan merealisasikan.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Thank to your comment …

  28. Sri Rokhmah/MPI-4 (1415109026) berkata

    Menginpirasi untuk menghadapi masalah yang seperti ini harus memiliki kemampuan ekstra dalam kesabaran, emosi, nafsu dan yang paling penting tidak mudah putus asa sebagaimana yang saya temukan dalam jiwa Crhronos, yang selalu memiliki jiwa perjuangan dan semangat yang tinggi untuk bisa merubah kehidupan yang lebih baik dikemudian hari sehingga tidak pernah merasa berkecil hati.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Ok thank you very much

  29. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 4
    Bagian ke 4 ini ceritanya sangat mengharukan sekali dimana kehidupan rumah tangga shofi dan siti dilanda dengan berbagai cobaan tetapi shofi kembali bersemangat karena masih memiliki harapan kepada chronos untuk meneruskan cita citanya kelak nanti. Tetapi ironis nya kehidupan rumah tangga chronos mengalami peristiwa yg sama seperti kehidupan rumah tangga shofi dan siti. Dalam part 4 ini bisa diambil pelajaran, “hidup itu tidak selali diatas, adalakanya juga kita harus merasakan posisi hidup dibawah” intinya agar kita tidak lupa akan Allah

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Apapun keadaannya, memang hanya harapan yang tidak boleh kita hilangkan. Harapan adalah modal penting dalam kehidupan kita

  30. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Berhaji itu takdir, karena Allah sudah menentukan takdirnya masing-masing termasuk dalam hal ibadah Haji maka kita sebagai makhluk yang mempunyai akal sehat harus benar-banar mengimani (mempercayai) akan adanya takdir yang maha kuasa. Dengan adanya ujian yang menimpa shofi, mengingat bahwa hidup adalah ujian jika kita tidak bisa menghadapi ujian seperti halnya yang dialami shofi maka hal tersebut akan menjadi masalah bagi kehidupan kita, kala itu shofi merasa kebingungan dengan berbagai masalah akan tetapi melihat seorang shofi dengan kesabaran dan pantang menyerahnya ia mencoba melakukan usaha lain demi kehidupan keluargan serta kesejahteraannya dan akhirnya shofi pun mendapatkan hasil yang membuat dirinya senang.
    Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Takdir adalah rahasia terbesar Allah. Bertawakallah dalam hidup agar Allah menolong kita semua.

  31. tubagus rizqy yahya mpi/4 (1415209028) berkata

    Berhaji itu tidak dilihat dari kaya atau miskinnya seseorang, melainkan haji itu ialah panggilan dari tuhan. Hidup itu memang seperti roda, kadang kita ada diatas, kadang-kadang dibawah, kadang-kadang malah dibawah banget.. hehehe… Semua tau teorinya, tapi nggak semua mampu menjalaninya. Semua tau bakal ada dibawah, tapi nggak semua orang siap pas dibawah. Semua tau kenyamanan pasti berakhir, tapi tetep aja bagi yang menjalani, itu semua hal yang nggak enak kadang kita merasa punya segala-galanya, kadang kita merasa bisa semuanya, tapi itu memang cuma perasaan. Tiba-tiba saja, semuanya diambil dari kita, semuanya cepat sekali berubah, dan kita bisa jadi hanya terperangah dan terkejut melihat semuanya, jika kita mengalami hal seperti itu maka ucapkanlah “laa haulaa wa laa quwwata illa billahil aliyyil adzhiim”. Mungkin ini saat yang tepat bagi Allah mengajarimu tentang kelemahanmu dan kekuatan-Nya, mungkin ini caranya Allah membuatmu merasakan khusyuknya merintih dalam doamu, mungkin ini perantara bagi rasa manis dalam sujud karena engkau betul-betul memerlukan Allah

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Ya Tuhan punya cara mengambil dan memberi rizki kepada siapapun. Bersykurlah atas apapun dicobakan Tuhan kepada kita

  32. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, Berhaji memang soal takdir dan soal rahasia Tuhan. Dalam part 4 ini kembali menceritakan bahwa haji itu panggilan Allah bukan semata-mata hanya muncul dari keinginan pribadi, sekuat apapun kita ketika Allah belum mengizinkan maka kita tidak akan berangkat untuk berhaji.
    Begitu pula yang dialami oleh chronos dan sang istri, mereka sangat menginginkan untuk berangkat haji, tetapi keadaan yang belum mengizinkan. Ini sama seperti kisah sang ayah dan ibu chronos, yang belum bisa berangkat untuk menunaikan ibadah haji.
    Jadi, saya sangat setuju bahwa haji bukan soal mampu atau tidak tapi, takdir dan kuasa yang maha kuasa.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Itulah Takdir … Takdir kadang memang buta

  33. Koko Santoso (MPI/4) berkata

    Part 4
    Ber-Haji Itu Takdir
    Pada part ini diceritakan tetang kesuksesan Shofi dalam pengelolaan rempah2 hingga akhirnya redup & menggantinya dengan pengelolaan pohon jeruk. Dengan nadzarnya mengenai penghidupan keberlangsungan pendidikan Crhonos sampai akhirnya terwujud. Namun di luar dugaan setelah Crhonos menjadi sarjana, pohon jeruk dimaksud, satu persatu layu, menguning lalu mati. Crhonos diangkat menjadi assisten dosen hingga mampu melanjutkan S2nya melalui biaya Kementrian Agama. Ia mengambil studi di Banda Aceh dalam program study Islamic Studies. Di samping mengajar sebagai dosen, Crhonos juga bergelut di dunia wiraswasta dengan bisnis konveksi & meubeul. Namun perdebatan terjadi antara Vetra (istrinya) & Crhonos ketika Vetra meminta untuk mendaftarkan haji. Alasanya karena Crhonos menganggap masih banyak yang dianggapnya kerabat yang membutuhkannya, serta kekhawatiran hartanya tidak cukup. Sampai akhirnya keluarga Crhonos ekonominya merosot & Vetra mengurungkan niatnya untuk berhaji. Kesimpulan yang harus kita pahami pada part ini bahwa ketika kita dirasa sudah siap untuk berhaji, maka berhajilah. Karena kesempatan tidak datang dua kali & harus diingat bahwa Allah Maha Kaya.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Jika kita mampu membaca takdir segalanya menjadi mudah. Sayang sesungguhnya kita tidak mungkin mampu membaca takdir kita … karena itu butuh usaha maksimal atas apapun yang kita lakukan

    2. Rina agustiana 1/A berkata

      bismillah langsung saja
      kehidupan shofi di part 4 ini sangat memperihatinkan,karena kehidupan shofi terus menerus merosot dan di tamba anak kelima dan keduanya meninggal
      shofi sangat terpuruk hebat seperti lg berada d dalam jurang kehancuran yang hampir mematahkan semangat shofi, shofi seperti tidak merasa memiliki harapan untuk hidup dan melanjutkan tradisi hidup nya yang sangat tragis.

  34. Riana Sri Anisah MPI Smt 4 berkata

    setelah saya membaca dan memahami di novel part 4 ini bahwa memang hidup ini tidak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan, roda kehidupan akan berputar, adakalanya di atas dan ada kalanya di bawah. nikmati apa yang seharusnya dinikmati, jalani apa yang seharusnya dijalani. jangan menyerah teruslah ikhtiar dan jangan lupa berdoa.

  35. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Sangat mengharukan sekali apa yang dialami oleh keluarga shofi, pejalanan hidup yang dialaminya penuh dengan ujian dan rintangan, bagaimana tidak ketika shofi sedang berada pada posisi dimana sedang menikmati hasil jerih payahnya mulai dari perkebunan dan persawahan yang digarapnya berjalan dengan baik, namun suatu ketika pohon-pohon cengkeh yang ditanamnya di pekarangan ia tebang karena sudah tidak bisa menjadi ladang rezeki bagi keluarganya dengan dalih harga pasaran yang menurut drastic kala itu, namun ia tidak patah arang untuk tetap melanjutkan hidupnya dengan memutar otak dengan mengalihkan pandananya pada budidaya jeruk yang disarankan oleh temanya. Dan ternyata benar jeruk itu tumbuh subur dan shofi merasa senang dengan tumbuh suburnya pohon jeruk itu ia dedikasihkan untuk modal anak ketiganya melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Namun cobaan mengahampiri shofi dengan meninggalnya anak kelima dan keduanya membuatnya terpukul. Namun berkat anak ketiganya chronous shofi menjadi kembali semangat karena chronous merupakan anak yang diharapkan untuk meneruskan cita-citanya kelak.

  36. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Buah jatuh tidak akan jauh dari inangnya, mungkin pepatah itu yang cocok antara kehidupan shofi dan crhonos. Dimana keduanya dituntut oleh orang yang disayanginya untuk melakukan ibadah haji namun di sisi lain memiliki tanggung jawab yang besar terhadap keluarga dan kerabatnya. Hikmah yang dapat di ambil dari novel part 4 yaitu mengeluh boleh putus asa jangan !

  37. Siti Sutihatin-MPI/4 berkata

    Hidup ini memang tidak selalu berjalan dengan lancar. Terkadang, bahkan sering kali kita menemui hambatan dalam menjalani hidup. Namun, kita harus terus menjalani hidup dan berusaha melewati setiap hambatan yang ada. Termasuk hambatan ketika kita ingin menunaikan ibadah haji. Kita tidak boleh terburu-buru ingin melaksanakan ibadah haji. Kita harus yakin bahwa jika memang sudah waktunya, maka kita akan melaksanakan ibadah haji.

  38. Sri hardianti-MPI/4 (1415109024) berkata

    Dengan menyebut nama Alloh..
    Setelah membaca part 4 ini, dapat kita ambil kesimpulan bahwa BERHAJI ITU TAKDIR..
    karena bagaimanapun alloh lah yang menentukkan segala sesuatunya. Shofi brganti usaha dengan menanam pohon jeruk, ia kemudian membeli bibit sebanyak 200 buah akan tetapi usahanya tiba tiba merosot. Shofi sangat kebingingan apalagi untuk membiayai chronos yang mau wisuda.
    Sementara choronos yg akan wisuda tetap melaksanakan wisudanya, ia belum mau pulang kemudiaan ia menikahi vetra dan menetap di cirebon. Sama seperti ibunya, vetro juga menginginkan untuk bisa pergi ke baitulloh akan tetapi chronod belum menyetujuinya dan entah mengapa bebrapa usahanya mengalami kerugiaan.

  39. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Dari part 4 yg berjudul berhaji itu takdir. Ya memang bisa dikatakan sperti itu. Kenapa? Karna terkadang orang yg sudah mampu untuk berangkat haji tpi belum tegerak hatinya, ada orang yg ingin berhaji dan memiliki niat yg kuat, tapi blum mampu dalam hal materi, ada yg sudah siap segalanya, tapi allah berkehendak lain sehingga tidak dapat memenuhi panggilan-Nya. Hidup itu butuh perjuangan, tidak semua yg kita inginkan itu dapat terpenuhi begitu saja harus ada ikhtiar dan tawakal sehingga kita mendapat keridhoan dari Allah SWT. Hidup itu harus di Hadapi, hayati, dan nikmati jgn langsung putus asa. Harus yakin ada rencana lain dari Allah untuk kita yg lebih baik lagi, karna menurut kita baik belum tentu menurut Allah baik, begitu jg sebaliknya. Seberapa besar keinsyafanmu maka sebesar itulah keberuntunganmu.

  40. Asyifa Nuraeni Kartika Ali berkata

    Dalam part 4 yang berjudul Ber-Haji itu takdir. Ya memang benar Allah sudah mentakdirkan hambanya dalam hal apapun, sehelai daun jatuhpun sudah Allah takdirkan. Tinggal bagaimana kita menjalankan takdir tersebut dengan penuh keridhoannya. Untuk berhaji tidaklah mudah, apalagi bagi yang blm mapan dalam segi ekonomi, semua manusia pasti pernah merasakan hidup dibawah maupun di atas, dan kita harus percaya bahwa Allah itu maha adil, kita harus berikhtiar dalam menjalankan kehidupan yang sudah kita pilih dan teruslah berdo’a dan berikhtiar.

  41. dinny alfiana s. MPI/4 berkata

    setalah membaca part 4, saya dapat memahami betul jikalau hidup memanglah sebuah perjuangan, yang mana kita hidup tidak melulu berada diatas, namun adakalanya juga kita berada dibawah. disaat seperti itulah semangat tidak boleh padam hanya sebuah keadaan, terus berusaha dan berdo’a akan apa yang kita harapkan, tidak ada yang tahu akan rahasia Allah begitupun dengan takdir-Nya. wallahua’lam.

  42. Nur Aliffah (1415109014) MpI/4 berkata

    Kehidupan itu bagaikan roda yang terus berputar, terkadang kita berada diatas puncak kejayaan, dan terkadang juga kita berada dalam keterpurukan. Pada saat kita berada diatas puncak kejayaan, kita tidak boleh menyombongkan diri, dan kita harus melihat keorang-orang yang berada di sekitas kita, kita harus membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan, begitupun sebaliknya jika kita berada dalam keterpurukan kita harus bisa bangkit dan kita harus percaya diri kita bisa melewati masa tersebut. Dalam part 4 ini, menceritakan seseorang yang mengalami keterpurukan tetapi dia bisa bangkit dalam keterpurukannya, karena dari dirinya sendiri dalam menghadapi hal yang seperti ini, ia bersabar, tawakal, dan terus berdo’a kepada allah SWT supaya di berikan kemudah dalam menghadapi masalah tersebut. oleh kaena itu kita dapat mencotoh dari part ini dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

  43. Asiro MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    pada part 4 ini yang berjudul “Berhaji Itu Takdir” memang benar adanya, haji adalah takdir dan rahasia-Nya. jika kita sudah merencanakan sesuatu dengan sedemikian detail namun Allah belum memanggil kita maka apa boleh buat keberangkatan itupun tertunda juga. namun dengan adanya berbagai cobaan tersebut seyogyanya kita bisa sabar dalam menghadapinya dan terus berikhtiar.

  44. siti Halimah MPI/4 berkata

    Bismillahirahmanirrahiim. . .
    Dalam part 4 ini ternyata berhaji itu memang takdir, takdir yang harus dibarengin dengan usaha. agar keinginan kita tercapai dan kebutuhan kita juga terpenuhi, kita harus merubah keadaan hidup kita menjadi lebih baik. Seperti halnya yang dilakukan shopi menanam berbagai tumbuhan agar bisa menghidupi keluarganya terutama anak pertamanya yang akan melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

  45. Fera Agustina (1415109004)/ MPI/ 4 berkata

    Bismillahirahmannirahim..
    part 4 ini menjelaskan bahwasanya bahwa hidup ini mempunyai banyak tantangan yang cukup memberatkan bagi kehidupan. jadi alangkah baiknya dalam kehidupan kita semua harus mempersiapkan kesabaran yang tek terhingga untuk melalui masalah-masalah dalam kehidupan.
    apa yang ada di part 4 ini kita harus mempunyaai kenyakianan bahwa apa yang di hadapi oleh kehidupan kita sehari-hari harus tetap berkerja keras dan terus berdoa meminta kepada Allah Swt.
    karena Allah lah yang akan mewujudkan harapan kita serta memberikan apa yang kita minta, sesuai dengan waktu yang ia hendaki bukan dengan waktu yang kita ingini.

    Alhamdullilah..

  46. uyunurrohmah MPI semester4 berkata

    assalamualaikum wr.wb
    setelah membaca part 4 ini memberikan pemahaman kepada kita bahwasannya kita tidak selalu berada di atas dalam kehidupan tapi adakalanya kita berada dibawah dan dalam keterpurukan tapi kita harys tetap semngat dan tidak pustus asa. dan saya sangat setuju dengan sofi yg mengatakan mengajar adalah ibadah dan janganlah kita mengandalkan hidup kita dengan mengajar tapi dengan kerja keras dan doa.

  47. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Diawali dengan bismillah…… setelah saya baca pada part 4 ini saya mulai menemukan gambaran kehidupan yang akan saya alami bahwasanya kehidupan ini harus menghadapi tantangan yang cukup berat dan terkadang tantangan itu datang dari orang -orang terdekat kita. Demi mewujudkan sebuah cita-cita untuk berhaji begitu berat untuk mewujudkanya.
    untuk menghadapinya masalah yang seperti ini harus memiliki kemampuan ekstra dalam kesabaran, emosi, nafsu dan yang paling penting tidak mudah putus asa sebagaimana yang saya temukan dalam jiwa Crhronos, yang selalu memiliki jiwa perjuangan dan semangat yang tinggi untuk bisa merubah kehidupan yang lebih baik dikemudian hari. Dan saya meyakini bahwa Crhronos bisa melakukan hal tersebut, karena haji adalah takdir dan rahasia Allah SWT bagi hamba-Nya mungkin kehidupan yang penuh tantangan yang dialami Crhronos adalah jalan dari Allah SWT untuk mewujudkan harapan dan cita-cita Crhronos dan keluarganya yang selama ini diidam-idamkan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.