Take a fresh look at your lifestyle.

Berada dalam Takdir yang Sama Kami Bersatu | Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 6

47 105

Berada dalam Takdir yang Sama Kami Bersatu. Crhonos, akhirnya sampai di PPS UIN Bandung. Sesampainya di PPS dimaksud, ia bertemu dengan gurunya sewaktu di SLTA. Namanya Syadily. Ia baru lulus S3 di kampus yang sama. Gurunya berkata dengan agak keras. Hai Crhonos, saya pindah tugas. Kebetulan sejak dua hari yang lalu, SK kerja saya sebagai dosen telah ditetapkan kementerian di kampus Cirebon. Crhonos menjawab, wah hebat. Selamat dan sukses selalu. Guru Syadily memang diakui cerdas dan memiliki sejumlah keahlian yang jarang dimiliki orang lain.

Nah karena saya tugas kerja, bisa nggak kamu mencarikan rumah buat saya di sana. Bagaimanapun, saya pasti terpaksa harus menginap di sana.  Crhonos, langsung menjawab, ya beli saja foundasi rumah saya. Ukurannya cukup lumayanlah. Nggak perlu bayar pakai uang. Beliin tiket saja ongkos ibadah haji untuk dua orang.

Syadily menjawab. Siapa yang akan berangkat haji? Ya saya bersama istri .. jawab Crhonos tegas. Wah Crhonos, jangan dulu lah. Kamu masih kecil dan masih belia. Nanti saja kalau usiamu sudah minimal 40 tahun. Masih banyak kesempatan ko. Saya sangup bayar kalau yang dibeli itu hanya sepetak tanah yang kamu miliki. Tetapi, Crhonos dengan tegas mengatakan: “Nggak apa-apa. Saya ikhlash. Saya memang sedang butuh untuk bertemu dengan Tuhan di Ka’bah.

Syadily kembali bertanya. Betul begitu Crhonos? Ya saya sudah bulat. Saya mau melepas tanah dimaksud, untuk kepentingan pembayaran tiket ibadah haji. Ya sudah kalau begitu. Besok pagi saya kirim. Sini minta Nomor rekening kamu. Dengan sigap, Crhonos-pun memberikan nomor rekeningnya.

Pulang dengan Nyanyian Ketuhanan

Selesai sampai pukul 13.00, Crhonos mengurus segala keperluan di PPS Bandung. Lalu ia pulang dan betapa bahagianya dia, jika pada akhirnya Crhonos memiliki kesempatan untuk membayar ongkos ibadah haji. Seperjalanan penuh ia membayangkan diri dan istrinya berangkat ibadah haji. Dalam bathinnya, ia menyenandungkan lagu-lagu meloankolis ketuhanan. Meski guru Syadily belum melihat tanah dimaksud, tetapi, ia yakin bahwa dia pasti akan membelinya. Ia juga menyatakan yang sesungguhnya bahwa tanah itu, dalam keadaan baik.

Sampailah Crhonos di rumahnya pada pukul 17.00. Ia menyalami istri dan memeluk kedua anaknya. Lalu, ia minta diseduhkan kopi pahit, dan bersidendang di depan rumahnya yang masih kecil. Rumah yang oleh Shofi kalah oleh rumah ikan belut itu, selalu menjadi tempat peristirahatan yang paling istimewa  bagi dirinya.

Beberapa saat kemudian, adzan dikumandangkan dari Masjid pinggir rumahnya. Ia beranjak dari tempat duduknya, lalu ia memanggil istrinyaa Vetra. Ia mengatakan:

“Hai Vetra, aku memenuhi hajatmu untuk berangkat ibadah haji. Besok kita mendaftarkan diri ke Bank guna kepentingan kita menunaikan ibadah dimaksud. Tentu saja Vetra kaget. Kaget bukan saja karena ia saat dimaksud, tidak memiliki uang, tetapi, perubahan drastis Crhonos dalam pandangannya tentang ibadah haji. Ia berkata: “Dari mana kita memiliki uang. Dulu mungkin iya, tetapi, saat ini, bagaimana mungkin kita bisa melaksanakan ibadah haji.

Crhonos menjawab. Aku telah menjual se bidang tanah kepada guru kita, Syadily yang tadinya mau kita peruntukkan untuk rumah kita. Aku menghentikan niat itu, karena aku yakin, jauh lebih wajib melaksanakan ibadah haji dibandingkan dengan membangun rumah itu sendiri. Wouuuuuw … kamu yakin itu. Crhonos menjawab yakin. Percayalah, tanah itu cukup untuk keberangkatan kita berdua. Vetra tentu bangga dan bahagia … akhirnya Crhonos mau juga menunaikan ibadah haji”.

Saat dialog itu berlangsung, speaker adzan di Masjid sedang berlangsung ikomat. Saat itulah, ia ingat ibunya, Siti yang tadi pagi panjang lebar, berbicara soal janji Crhonos untuk memberangkatkan haji kedua orang tuanya. Ya … kini aku telah menyampaikan kepada istriku, Vetra bahwa yang akan berangkat mereka berdua. Ya Allah bagaimanah aku ini. Janji mana yang harus aku tepati.

Vetra dan Wudlu Abadi

Vetra yang tak pernah batal wudlu itu, mengajak Crhonos untuk shalat berjama’ah. Sementara Crhonos belum berwudlu. Ia menyuruh Vetra untuk shalat duluan. Kita shalat di tempat yang terpisah. Kata Crhonos membathin. Crhonos-pun mengambil wudlu dan langsung ia masuk ke kamar keduanya. Ia mengambil sarung dan sajadah. Lalu dia shalat. Sehabis shalat, Crhonos berdo’a:

“Ya Allah … kau kembali menguji-ku. Setelah Kau mengukuhkan hatiku, bahwa aku harus berangkat ibadah haji, kini, Kau memainkan perasaanku dengan cara, apakah harus aku bersama istriku dulu atau ibu-bapak-ku tanpa kami. Jika pilihan terbaik-Mu –karena aku telah bersumpah di masa remajaku, bahwa kedua orang tuaku kan kucegah [tentu melalui do’a-do’aku] agar tidak mati terlebih dulu sebelum mereka ibadah haji,– aku mohon yakinkanlah istriku bahwa pilihan terbaik menurut-Mu adalah mengalah demi kedua orang tuaku.

Jika menurut-Mu yang terbaik itu adalah aku bersama istriku tanpa kedua orang tuaku, maka, janganlah Kau ganggu kebahagiaan istriku atas rasa yang dimilikinya. Ia telah lama menginginkan keberangkatannya ke tanah suci.Tentu, kami sangat bahagia jika kau memberi pilihan jika dalam kehendak-Mu kami dapat berangkat bersama. Semuanya secara bersama juga.”

Crhonos bangkit, tentu setelah dirinya membaca secara surat al Mulk. Salah satu surat dalam al Qur’an yang tidak pernah dia lepaskan untuk dibaca sejak masih sangat remaja. Ia ke luar kamar. Dilihat istrinya masih memakai mukena putih. Ia tidak tahu, sedang berdoa’a apa istrinya itu.

Kutitipkan Rindu pada Tuhan

Istrinya, Vetra, ke luar kamar dan menjumpai Crhonos di rumah bagian depan. Ia membawa makanan ringan ala kampung yang selalu dikirim keluarga Crhonos untuknya. Ia menyediakan opak sama rengginang. Tidak lupa Kopi yang tadi sebelum maghrib diseduh, dibawa kembali. Dalam posisi masih memakai mukena, Vetra bulak balik membawa makanan itu. Anak-anak Crhonos yang masih sangat kecil itu, seperti biasanya, pada duduk di paha Crhonos. Mereka selalu dimanja sama Crhonos tanpa henti.

Entah mengapa, Saat itu, di tengah segenap kekalutan rasa dan perasaan Crhonos, istrinya berkata cukup pelan. Ia mngungkapkan sebuah rasa yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Vetra berkata:

“Suamiku, selama ini, kau telah berbuat baik padaku. Kau selalu mengambil keputusan terbaik, saat pilihan itu datang menjumpai kita. Aku, meyakinkan diri bahwa tadi setelah shalat maghrib, harus ikhlash bahwa tanah yang baru saja kita foundasi itu, untuk dijual. Tadinya, memang aku merencakan berbuat sesuatu di rumah baru kita itu, untuk menatap masa depan anak-anak kita. Aku harus meyakinkan diri, bahwa menemui Allah jauh lebih baik, dibandingkan dengan membesarkan diri kita di dunia ini. Menatap dunia yang sementara ini, pasti hanya akan mendorong diri kita menjadi sia-sia.

Saat itu Crhonos ingin menimpali. Tetapi di luar dugaan, ia kembali berkata: Namun, karena kita masih sangat muda, dan betapa ibu dan bapak sudah sangat tua, tampaknya, pilihan itu, bukan hanya sekedar lebih baik, tetapi, lebih bijaksana, jika uang hasil penjualan tanah itu, dipakai untuk memberangkatkan mereka. Aku yakin pahalanya sama. Pun jika terpaksa tidak berangkat ibadah haji, sampai mati sekalipun. Aku hanya akan menitipkan Rinduku pada Tuhan melalui orang tua kita. Itulah Vetra

Tak ada kata yang ke luar dari mulut Crhonos kecuali tetesan air mata. Dua anak Vetra dan Crhonos hanya bertanya: “Mengapa papah menangis. Dengan segera Crhonos mengusap muka dan berkata, tidak. Tidak apa-apa. Papah baik-baik saja. Hanya saja, papah kagum dan bangga sama mamah kamu.

Di tengah segenap kebanggaan pada istrinya itu, Crhonos bingung. Ia gelisah. Crhonos menyatakan dalam hatinya: Mungkin karena takdir kita selalu sama, Vetra, kita dipersatukan. Mengapa Tuhan menyatukan kami dalam nokhtah yang sulit dimengerti. Mungkin ini, bagian dari jawaban itu.

Haji dan Tatapan Masa Depan Keluarga

Ungkapan Crhonos itu, terjadi karena keluarga Vetra juga sama. Meski ia sempat menjadi eksportir kayu, sampai ke Malaysia dan Brunai Darusaalam, mereka belum ibadah haji. Dua keluarga (Crhonos dan Vetra) ini, tumbuh sebagai sosok yang ego akan tatapan masa depan bagi anak-anaknya. Itulah yang selalu mengurungkan niat mereka di masa mudanya, untuk berangkat ibadah haji. Ketidak berangkatan mereka, sampai kini ketika sudah pada  tua, karena banyak waktu yang dihabiskan mereka untuk memikirkan masa depan anak-anaknya. Sampai kemudian, Tuhan mengambil kembali kekayaan yang dititipkan kepada mereka.

Crhonos membolak balikkan rasa dan perasaannya. Kami sama-sama berasal dari keluarga mapan, yang mengalami kebangkrutan. Mungkin Tuhan ingin menunjukkan eksistensi-Nya kepada kedua keluarga ini, melalui kami. Crhonos akhirnya hanya mampu berucap, Ya Allah yakinlah kami. Utuhkanlah sikap dan pandangan kami. Berilah kami jalan terbaik. Kalimat ini terus ia ungkapkan saat, akhirnya ia shalat malam karena tidak bisa tidur. Ia akhirnya, ingat nasihat Kyai Haji Kholid yang menyatakan: “Bisnis yang tidak pernah rugi hanya dapat dilakukan manusia dengan Tuhan.  By. Charly Siera –bersambung

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

  1. maemunah fadillah berkata

    Assalamu’alaikum
    Dalam part ini menceritakan tentang kebanggaan chornos kepada istrinya karena rela memberikan kesempatan untuk berangkat ke tanah suci dialihkan kepada kedua orangtua chornos, walaupun sebenarnya ia pun memiliki keinginan untuk bisa berangkat kesana. Namun, semua itu rela ia berikan agar dapat membahagiakan kedua orang tua chornos.

  2. Sukinih berkata

    sunggu mulia sekali pengorbanan chronus kepada orang tuanya . ia rela menjual tanahnya demi memberangkatkan orang tuanya ke tanah suci . sesunggu di balik kesuksesan pasti ada hikmanya. . sekian

  3. Elok Firdausiana berkata

    Dalam part 6 ini, chronos dan sang istri benar-benar telah memuliakan orang tuanya. Tekad yang kuat untuk membahagiakan orang tuanya dengan rela menjual tanah miliknya yang akan dijadikan rumah telah dijual demi membahagiakan orang tuanya untuk berangkat haji. Sifat dari cronos dan istrinya ini patut dicontoh untuk kita semua

  4. dezidni tazqiah MPI 3 berkata

    Novel part 6 ini tokoh Crhonos mendapat peluang untuk beribadah haji dengan menjual sebidang tanah dan yang lainnya untuk pemberangkatan haji orang tuanya.Kewajiban seorang anak adalah membahagiakan orang tua. Membahagiakan mereka adalah sebuah kebahagiaan terbesar bagi seorang anak.

  5. Dhini apriliani berkata

    Assalamualaikum
    Di part 6 ini sungguh saya sangat bangga kepada chronos karena iya mau berkorban untuk orang tua. Merupakan tindakan yang mulia memberangkatkan orang tua ke tanah suci

  6. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    kebahagiaan orang tua adalah kebahagiaan anak.. keputusan yang diambil oleh shofi dan istrinya sangat tepat karena dengan keputusan itu pasti nya membuat orang tua mereka bahagia dan itulah yang lebih penting walaupun mereka harus mengorbankan diri mereka sendiri

  7. Melli Nurvelina berkata

    Assalamu’alaikum.wr.wb
    Part ini mengajarkan pada sebuah keikhlasan, dimana vetra yang ikhlas merelakan cita2 nya untuk menunaikan ibadah haji tidak terlaksana demi kedua orang tuanya, dan hanya menitipkan rindu nya pada Tuhan melalui orang tuanya..

  8. Siti Hayyun berkata

    sebuah kemuliaan jika kita mendahulukan orang tua kita terlebih dahulu. bukan sebuah hal yang hina jika kita mampu berangkat haji akan tetapi lebih mendahulukan orang tua daripada diri kita sendiri. orang tua selalu mengorbankan segalanya demi anaknya. dan dalam part 6 ini chronos tidak bersalah jika ia tidak jadi berangkat haji bersama istrinya dikarenakan lebih memuliakan orang tua terlebih dahulu

  9. Ega Sopana berkata

    Part 6 ini saya ingin berpendapat, crhonos atau anaknya dari shofi ini sangat lah orang yang mulia sekali sampai-sampai dia menjual fondasi rumah milik nya. Untuk membiayai kedua orang tuanya berangkat haji subhanallah. Dalam segi pendidikan yaitu sebagai pendidik harusa mempunyai sifat mulia terhadap siswa-siswinya.

  10. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Tidak ada kebahagiaan yang sesungguhnya jika kita hanya melihat duniawi dan tidak akan ada kebahagiaan sesungguhnya jika kita hanya melihat akhirat. keseimbangan antara dunia dan akhirat sudah banyak di bahas oleh banyak ahli ulama. Merelakan apa yang di impikan demi kepentingan ia yang di hormati dan di cintai insya allah berkah. layaknya Vetra yang lebih mementingkan orangtua Chronos dibandingkan ia dan Chronos.

  11. Ade Rossy Indra Pertiwi TIPS A/1 berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pada part ini dimana cronos di uji kembali oleh Allah SWT. bahwasanya ia merasabimbang karena mendahului ia bersama sang istri pergi haji atau memberangkatkan orang tuanya dan saya menggabil pelajaran dari cronos dan sang istri karena demi orang tua yang sudah tua dan sebagai rasa cintanya kepada orang tua dan kewajiban sebagai seorang anak kepada orang tua mereka lebih memilih orang tuanya dahulu yang berangkat haji. padahal berankat haji adalah hal yang didambakan bagi cronos dan vetra sejak lama. Terimakasih

  12. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Subhanallah cerita dalam novel ini sangat menyentuh hati,chronos yang mempunyai sifat mulia ternyata bisa memberangkatkan haji orang tuanya,meskipun menjual pondasi rumah milik dia,bahkan pondasi tersebut harapan buat keluarga chronos sendiri untuk dibangun menjadi rumah tinggal yang nyaman untuk mereka,tidak mementingkan duniawi namun amal yang terlebih di depan kan oleh chronos.Luar biasa.
    Wassalam

  13. M. DIDI WAHYUDI berkata

    berkorban demi kebahagiaan orang tua memang suatu perbuatan yang terpuji, seperti dalam part ini rela berkorban menjual tanahnya

  14. Farrin Nurul Aina berkata

    Pada part 6 ini, Allah memberikan jalan untuk crhonos. Memang benar niat baik akan di permudah jalannya. Tanah yang dimiliki crhonos dengan tujuan untuk menata masa depan dengan keluarga kecilnya d jual kepada gurunya karena untuk biaya berangkat haji. Kerendahan hati vetra untuk mengalah agar orang tua dlu yg berangkat haji merupakan bukti sayangnya seorang anak/menantu terhadap orang tuanya. Karna baginya dia bisa titip rindu untuk Allah melalui orang tuanya.

  15. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    Di episode 6 ini Allah menguji hati chronos agar ia senantiasa ikhlas dan bersabar dalam menerima ujian yang di berikan Allah SWT kepada mereka. Chronos merasa bimbang, apakah dia yang lebih dahulu untuk berangkat haji, ataukah orang tuanya terlebih dahulu yang berangkat haji. Allah maha membolak balikan hati setiap hambanya, hingga akhirnya istri chronos yakni vetra sangat memahami betul keadaan mereka. Chronos merasa yakin bahwasannya Allah swt, akan memberikan petunjuk yang terbaik baginya dan keluarganya.

  16. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Setelah sayang baca novel part 6 ini akhirnya charlos menyadari untuk berangkat haji . Charlos pun menuruti keingginan istrinya untuk berangkat haji . Bahwasanya hidup itu jangan hanya mementingtan kehidupan duniawi saja tetapi juga harus mementingkan kehidupan kelak di akhirat nanti dengan beribadah kepada allah .
    Sesungguhnya di balik kesulitan semuanya pasti ada hikmahnya.
    Terimakasih

  17. Isah Siti Khodijah berkata

    Bismilahirahmanirahin
    Asalamualaikum wr wb
    Novel mencari tuhan di kaki kabah part 6, pada part ini, mengajarkan tentang sebuah keikhlasan, melalui sikap Vetra, yang dengan iklas merelakan sebuah kenyataan dari cita citanya selama ini untuk berhaji, Vetra merelakan itu semua demi kedua orang tua yang lebih dahulu harus bertemu tuhan di kabah. Melalui penggalan cerita tersebut pula, diharapkan kita sebagai manusia khususnya seorang anak harus memiliki sikap yang demikian. Yakni, iklas terhadap ketentuan dan takdir Allah. InsyaAllah, jika kita selalu iklas kita akan ditempatkan pada takdir yang sama dengan orang orang terbaik pilihan tuhan. Terimakasih
    Wasalamualaikum wr wb

  18. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Setelah membaca part 6 ini, saya mendapatkan pelajaran bahwa setelah seseorang menikah maka secara otomatis orangtua pasangannya adalah orangtuanya juga. Mungkin atas dasar itu pula Vetra lebih mementingkan orangtua Chronos terlebih dahulu dalam berhaji dibandingkan ia dan Chronos. Karena Vetra sendiri telah menganggap orangtua Chronos sebagai orangtuanya juga.
    Selain itu dalam part 6 ini saya mendapatkan pelajaran bahwa kita harus ingat dalam hidup kita ini tujuannya adalah hanya untuk beribadah kepada Allah maka dari itu kita harus mementingkan kepentingan akhirat tanpa melalaikan kepentingan dunia kita. Singkatnya, antara kepentingan dunia dan akhirat haruslah seimbang.
    Sekian
    Terima Kasih
    Wassalamu’alaikum wr. wb

  19. Muhamad Udin berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    dan Allah mengabulkan do’a chornos untuk bisa mewujudkan mimipi ibundanya,. walaupun sebelumya chornos bingung karana dia udah janji dengan istrinya, tapi untungnya vetra menyadari bahwasanya dia masih muda dan dia ikhlas memberikan kepada orang tua chornos, dan chornos pun terharu atas omongan istrinya.
    pelajaran yang saya ambil itu bahwasanya sesulit apapun masalah kita pasti ada jalan keluarnya dan Allah pun berfirman “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Q.S Asy-Syarh ayat 6).

  20. fajar maulana berkata

    Assalammualaikum,
    Subhanallah, maha suci Allah.
    Sungguh menyentuh sekali karena ucapan sang istri crhonos yang mementingkan untuk menunaikan kewajiban terlebih dahulu kepada Allah dibandingkan membesarkan diri di dunia ini dan memberangkatkan kedua orangtua nya dulu untuk berangkat haji, dan pahalanya pun setimpal dengan kita berhaji.
    Filosofinya adalah yakinkanlah diri sendiri kepada Allah dari pada membesarkan diri di dunia ini.
    Sekian terima kasih. (MPI-A)

  21. Diah ayu nuratillah III/mpi-b berkata

    Subhanallah Dalam penggalan novel ini saya sangat kagum dengan tokoh vetra yang sangat bijaksana. Begitu pula dengan tokoh crhonos yang tidak melupakan janjinya kepada kedua orangtuanya untuk memberangkatkan haji. sepasang suami istri saling mengerti satu sama lain karna takdir mereka sama dan apa yg mereka rasakan sama, ini bisa dijadikan contoh yang baik untuk kita semua.
    Selalu dalam setiap part nya novel ini memberikan saya pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat. Terimakasih pak.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Ooooh jadilah perempuan yang baik yang mampu menginspirasi wanita-wanita lain untuk berbuat kebajikan yang sama.

  22. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Alhamdulillah, semoga dalam part 6 ini bisa menjadi hikmah bagi kita semua , bahwasannya jika kita melakukan kebaikan terhadap orang lain terutama kepada orang tua seperti halnya yang dilakukan oleh crhonos maka kebaikannya tersebut tidak akan hanya didapat oleh orang yang di beri kebaikann, akan tetapi orang yang melakukan kebaikannya pun pasti akan merasakan manfaat dari kebaikannya tersebut. Mengingat bahwa pada isi novel ini yang menceritakan tentang pengorbanan terhadap kebaikan, akhirnya niat yang sangat mulia dari crhonos untuk memberangkatkan orang tuanya berhaji tercapai, bahkan lebih dari itu crhonos dan istrinya pun bisa melaksanakan ibadah haji dengan seijin Allah yang maha Adil.
    Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung.

  23. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    bismillah
    dalam part enam, ini..
    chonos berusaha membahagiakan orangtuanya dengan menjual tanah yang ia punya untuk biaya berangkat haji orangtuanya.
    Dengan menjual tanah chronos berharap dapat mewujudkan impian orangtuanya itu yang sudah lama

  24. tubagus rizqy yahya mpi/4 (1415209028) berkata

    Dengan tekad yang kuat dan kekeh dengan prinsip yang chronos pegang, ia merelakan tanah yang sudah berpondasi untuk bekal menuju masjidil haram, setelah tanah itu terjual masih ada kebingbangan yang chronos rasakan.

  25. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 6 ini, memberitahu kita bahwa sebuah rencana yang kita susun biasa saja berubah saat semua memang sudah dipikirkan matang-matang. Saat kita mengingat kita memiliki janji dan sementara rencana baru sudah disusun, meminta petunjuk kepada Allah memanglah jalan yang sangat terbaik dan paling baik. Karena Allah akan mempermudah jalan untuk menunjukan satu pilihan untuk kebaikan selanjutnya. Pilihan chronus yang didapatkan setelah meminta petunjuk kepada Allah dibuktikan dengan kebaikan dan kerendahan hati yang dihadirkan oleh isteri chronus ventra yang sangat mulia dan bijak. Sungguh luar biasa kelapangan hati seorang isteri jika bersikap seperti ventra terhadap chronus.

  26. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Dari part 6 ini menggambarkan keluarga cronos yg bisa menahan diri ego masing-masing untuk tidak berangkat haji dan mendahulukan orang tua cronos yg berangkat. Dalam al-qur’an tlah dijelaskn bahwa “Alllah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (Q.S Al-Baqarah:206). Jika ada kesulitan pasti di situ ada kemudahan. Yang paling pening jika dilakukan dg do’a dan usaha.

  27. Koko Santoso (MPI/4) berkata

    Part 6
    Berada Dalam Takdir Yang Sama Kami Bersatu
    Pada part ini Crhonos mendapat peluang untuk beribadah haji dengan menjual sebidang tanah kepada gurunya & sekejap saja ia langsung memberitahu kepada Vetra (istrinya), alangkah terkejutnya tentang kata yg telah terucap tatkala ia menyadari bahwa ia juga telah bilang kepada ibunya bahwa ia juga akan memberangkatkan kedua orang tuanya ke Tanah Suci. Dilematis Crhonos ini semakin tak karuan ketika ia melihat istrinya yg notabene sangat mengharapkan berangkat ke tanah suci sedang berdoa. Ia berpikir bahwa istrinya sedang berterima kasih telah memberikan jalan untuk berhaji. Setelah itu, tatkala Crhonos sedang berbincang manja dengan anaknya dikagetkan dengan perkataan istrinya bahwa sebaiknya yg berangkat haji itu kedua orang tua Crhonos. Seketika ada air kebanggaan yg membasahi pipi Crhonos~

  28. dinny alfiana. s MPI4 berkata

    dalam part 6 ini, saya kagum dengan sosok vetra yang mampu mengendalikan ego, ketika keinginannya menggebu-gebu untuk menunaikan ibadah haji, namun ia ikhlas mengalah jika orang tuanya yang harus terlebih dahulu menjumpai baitullah. mengingat kedua orang tuanya yang tidak lagi muda. subhanallah.

  29. Firman Maulana (mpi smt 4) berkata

    Part 5
    Pada bagian ini Allah telah memberikan jalan kemudahan kepada chronos untuk bertemu Tuhan dikaki ka’bah dengan perantara chronos menjual tanah miliknya yg baru dibangun fondasi kepada gurunya sendiri yaitu syadili, tetapi chronos kembali dilanda kebingungan karena dia harus kembali memilih antara apakah dia berangkat haji tanpa kedua orang tuanya atau orang tua nya yg berangkat ke tanah suci tanpa dia dan istrinya. Akan tetapi setelah chronos menyelesaikan ibadah sholat, Allah kembali menunjukkan jalan Nya kembali bahwasanya istri chronos yaitu vetra telah memutuskan sebuah pilihan setelah ia berdoa kepada Allah dan pilihan vetra adalah lebih mendahulukan kedua orang tua chronos untuk berangkat ke tanah suci terlebih dahulu. Sungguh suatu keputusan yg sangat mulia, subhanallah.

  30. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 5
    Pada bagian ini Allah telah memberikan jalan kemudahan kepada chronos untuk bertemu Tuhan dikaki ka’bah dengan perantara chronos menjual tanah miliknya yg baru dibangun fondasi kepada gurunya sendiri yaitu syadili, tetapi chronos kembali dilanda kebingungan karena dia harus kembali memilih antara apakah dia berangkat haji tanpa kedua orang tuanya atau orang tua nya yg berangkat ke tanah suci tanpa dia dan istrinya. Akan tetapi setelah chronos menyelesaikan ibadah sholat, Allah kembali menunjukkan jalan Nya kembali bahwasanya istri chronos yaitu vetra telah memutuskan sebuah pilihan setelah ia berdoa kepada Allah dan pilihan vetra adalah lebih mendahulukan kedua orang tua chronos untuk berangkat ke tanah suci terlebih dahulu. Sungguh suatu keputusan yg sangat mulia, subhanallah.

  31. Sri Rokhmah/MPI-4 (1415109026) berkata

    Bismilah.. begitu dahsyatnya kuasa Allah atas apa yang Ia kehendaki. Allah memberikan rizki kepada chronos melalui gurunya. walaupun dirinya harus mengorbankan sepetak tanah untuk rumahnya. chronos sangat gembira disaat ia dan vetra akan melaksanakan ibadah haji. namun, chronos memikirkan hal yang mulia tentang orang tuanya yang juga menginginkan berangkat ibadah haji. yang pada ahirnya chronos dan vetra mengikhlaskan apa yang Allah berikan untuk orang tuanya. chronos yakin dengan nasihat Kyai Haji Kholid yang menyatakan: “Bisnis yang tidak pernah rugi hanya dapat dilakukan manusia dengan Tuhan”. Sekian terimakasih..

  32. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, dalam part 6 ini menggambarkan bagaimana kesamaan nasib dapat menguatkan satu sama lain. Kegigihan chronos dengan dilemanya, dan ketabahan seorang vetra dengan kebesaran hatinya patut untuk kita contoh.
    Bahwa dalam hidup kita akan selalu menemui beberapa pilihan dan rintangan, berlatih dan terus memantapkan dirilah yang perlu dilakukan. Bahwa mengejar dunia tidak akan ada habisnya, kalau tidak dibarengi dengan akhirat.

  33. Siti Sutihatin-MPI/4 berkata

    pada part ini Allah benar-benar menunjukkan kekuasaan-Nya, yaitu dengan memberikan rizki pada Crhonos untuk melaksanakan ibadah haji. Meskipun pada akhirnya ia memutuskan bahwa yang akan melaksanakan ibadah haji adalah orang tuanya terlebih dahulu. Sebagai bentuk rasa hormatnya pada orang tua, ia merelakan dirinya dan istrinya untuk menunda ibadah haji.

  34. Riana Sri Anisah MPI Smt 4 berkata

    sungguh mulia hati chronos yang merelakan dan mengikhlaskan ia untuk memberangkatkan orang tuanya terlebih dahulu dibanding sama dirinya sendiri.. dan sungguh bahagiannya mempunyai istri seperti vetra yang sungguh sama sama berhati baik seperti suaminya yang mengikhlaskan dan mengorbankan niat tekadnya sendiri untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

  35. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    subhanAllah ! betapa beruntungnya chronos memiliki istri yang sangat bijak seperti vetra, ia (vetra) mendahulukan keinginan orang tua nya daripada keinginannya sendiri. Terbukti bahwa setiap niat yang baik akan dimudahkan oleh Allah SWT bagaimanapun itu caranya. Chronos kau semakin membanggakan bagi kedua orang tuamu selamat 🙂 semoga kau (chronos) selalu mendapatkan kemudahan, kelancaran demi terwujudnya cita-cita mulia mu untuk berangkat ke tanah suci

  36. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Tuhan punya rencana lain atas kehendak yang di inginkan oleh hambanya ia hanya ingin mencoba hambahnya apakah termasuk kedalam hambah yang taat dan sabar dalam menghadapi segala ujian yang diberikan oleh Allah, seperti apa yang dialami oleh Crhonos ia memiliki janji kepada orang tuanya untuk menunaikan haji, ketika semua permasalahan pasti ada jalan dan benar saja tuhan punya rencananya yang tidak di duga-duga, Crhonos bertemu dengan gurunya sewaktu mengajar di SLTA, di UIN BANDUNG. Namanya syadali ia menyuruh Crhonos untuk mencarikan rumah di Cirebon karena dipindah tugaskan. Crhonos pun menawarkan tanahnya untuk dijual kepada gurunya. Dan akhirnya sepakat untuk membelinya. Crhonos pun merasa senang akhirnya bisa untuk menunaikan haji. Namun Crhonos dilemma atas pilihan siapa yang lebih dulu untuk berangkat haji, orang tuanya dulu apa ia sama istrinya. Setelah berdoa dan berdialog sama istrinya Vetre dan diputuskan yang akan beraangkat haji duluan adalah orang tua Crhonos. Disiini ketabahan hati vetra sangat bijaksana. Sebagai seorang istri vetra memberikan berbagai support kepada suaminya Crhonos sehingga timbul kombinasi yang seimbang dalam keluarga.

  37. Asyifa Nuraeni Kartika Ali berkata

    Dalam part 6 ini saya kagum terhadap istri chronos yang begitu bijak dalam menghadapi suatu masalah atau pilihan, begitupun dengan perjuanganChronos yang rela menjual pondasi rumahnya demi untu berangkat ke tanah suci. Meraka begitu bijak dengan menunda berangkat haji demi kedua orang tuanya terlebih dahulu. Yakinlah usaha sampai 🙂

  38. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Dengan Bismillah….
    Saya memiliki keyakinan bahwa niat Chronos akan terbukti karena beliau bukan mencari keuntungan dari manusia tapi langsung kepada sang Kholik pencipta manusia, tatkala kehendak-Nya sudah datang tak seorangpun yang mampu menghalanginya. dan niat yang kuat tersebut ada pada diri Chronos. Barakallah…

  39. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Saya memiliki keyakinan bahwa niat Chronos akan terbukti karena beliau bukan mencari keuntungan dari manusia tapi langsung kepada sang Kholik pencipta manusia, tatkala kehendak-Nya sudah datang tak seorangpun yang mampu menghalanginya. dan niat yang kuat tersebut ada pada diri Chronos. Barakallah…

  40. Nur Aliffah (1415109014) MpI/4 berkata

    Dalam part ini, saya kagum dengan chronos, walaupun chronos melakukan banyak cara supaya chronos dan istrinya berangkat haji, sampai chronos rela menjual tanahnya yang baru saja ia bangun pondasi tetapi ia sangat rela demi i berangkat ibadah haji. Pada saat itu juga chronos inggat akan janji ya kepada ibunya, bahwasanya chronos ingin memberangkatkan ibunya ketanah suci. Tetapi chronos binggung karena istrinya dan ia juga inggin berangkat ketanah suci, tetapi chronos memiliki janji pada ibunya. dan pada akhirnya chronos memutuskan untuk memberikan tiket tirsebut kepada ibunya. dalam part ini dapat kita ketahui bahwasanya lebih baik membuat orang tua senang. Karena dengan cara seperti itu kita bisa membuat orang tua kita bahagia dengan apa yang kita beri kepada mereka walaupun tidak sebanding dengan apa yang orang tua beri kepada kita.

  41. Asiro MPI/4 berkata

    Bissmillahirrahmaanirrahiim..
    pada novel part 6 ini yang berjudul “berada dalam takdir yang sama”, kita dapat memetik pelajaran bahwa seharusnya kita kesampingkan dulu kepentingan dan ego kita dan kita utamakan kebahagiaan orang tua, kesuksesan kita yang sekarang ini tidak lepas dari hasil jerih payah, tenaga dan harta orangtua. walaupun kita tidak membahagiakan orangtua secara sepenuhnya, setidaknya kita bisa sedikit membuatnya tersenyum karena kita.

  42. Wiwin Darwini MPI/4 berkata

    Bismillah, Pada permulaan part 6 Crhonos sudah bisa mempertimbangkan bagaimana ia membiayai ibadah haji yaitu dengan menjual foundasi rumah yang ia buat. Namun pada pertengangan part Crhonos di bingungkan dengan siapa yang hendak ia ajak untuk menunaikan ibadah haji.
    Dalam part ini juga saya mendapat pelajaran lagi dimana istri Crhonos yaitu Vetra, ia sangat menginginkan untuk melaksanakan ibadah haji namun ia teringat dengan orang tua mereka yang belum menunaikan ibadah haji sejak lama. Sungguh mulia dan bijaksana sekali keputusan Vetra dalam menyingkapi permasalahan, ia memendam keinginannya untuk melaksanakan ibadah haji demi kedua orang tua mereka.

  43. Wiwin Darwini MPI/4 berkata

    Bismillah,
    Pada permulaan part 6 Crhonos sudah bisa mempertimbangkan bagaimana ia membiayai ibadah haji yaitu dengan menjual foundasi rumah yang ia buat. Namun pada pertengangan part Crhonos di bingungkan dengan siapa yang hendak ia ajak untuk menunaikan ibadah haji.
    Dalam part ini juga saya mendapat pelajaran lagi dimana istri Crhonos yaitu Vetra, ia sangat menginginkan untuk melaksanakan ibadah haji namun ia teringat dengan orang tua mereka yang belum menunaikan ibadah haji sejak lama. Sungguh mulia dan bijaksana sekali keputusan Vetra dalam menyingkapi permasalahan, ia memendam keinginannya untuk melaksanakan ibadah haji demi kedua orang tua mereka.

  44. siti Halimah MPI/4 berkata

    bismillahirrahmanirrahim. . .
    allah telah memberikan jalan kepada crhonos untuk bisa melaksanakan ibadah haji dengan istrinya namun pada saat itu justru crhonos merasa kebingunangan entah siapa yang akan dia dahulukan untuk bisa beribadah haji apakah istrinya ataupun orang tuanya. dengan adanya keadaan seperti ini kita hanya bisa bertawakal kepada allah meminta diberi jalan yang terbaik, karna allah tidak akan memberatkan umatnya selama kita berusaha yang terbaik dengan apa yang telah kita harapkan.

  45. Fera Agustina (1415109004)/ MPI/ 4 berkata

    Bismillahirakhmanirrahim,,,
    membaca part 6, saya dapat menyimpulkan bahwasanya chronos mempunyai keinginan yang begitu mulia sampai-sampai ia merelakan lahan tanahnya di jual untuk berangkat menunaikan haji, namun di sela itu chrnos lebih menutamakan kedua orang tua nya terlebih dahulu yang menunaikan ibadah haji, sungguh mulia sekali hati chronos. di samping itu hati seorang istri chronos atau vetra sangat lapang dengan mengikhlaskan kedua orang tua terlebih dahulu yang harus menunaikan ibadah haji dengan hasil perjualan tanah mereka.

    Alhamdullilah..

  46. uyunurrohmah MPI semester4 berkata

    assalamualaikum wr.wb
    setelah membaca part 6 ini saya kagum dengan keteguhan hati chronos untuk melaksanakan haji dan keikhlasannya untuk lebih mendahulukan kedua orang tuanya untuk berangkat terlebih dulu dengan biaya hasil jual tanahnya dan keikhlasan vetra atas keputusan suaminya. tapi setahu saya ibadah haji adalah kewajiban individu jika dia mampu untuk melaksanakannya dia harus lebih mengutamakan kewajibannya sendiri baru orang lain.