Take a fresh look at your lifestyle.

Berbeda itu Alami dan Pahala Syurga bagi Mereka yang Berbeda

0 48

Suatu hari, dalam suatu forum dengan konstituen yang beragam, saya diminta panitia untuk menjadi salah satu motivator dalam bidang entrepreneural. Semua peserta adalah Muslimah karena memang berbicara tentang entrepreneurial ibu rumah tangga. Tidak kurang dari 150 Muslimah yang hadir dalam forum dimaksud. Tetapi cara, corak dan pandangan keberagamaan mereka demikian beragam.

Di forum itu, mayoritas peserta memakai kerudung dengan tampilan biasa. Cara biasa dimaksud, sebagaimana dapat disaksikan sehari-hari, di mana kaum Mislimah memakai kerudung apa adanya. Pakaiannya cenderung ketat dan muka mereka cenderung memakai mick up dengan bibir tentu saja memakai lift stick. Sebagian di antara mereka ada yang memakai pakaian longgar dengan kerudung yang juga sangat longgar. Sebagian kecil, mereka menggunakan pakaian dan kerudung longgar dengan muka memakai cadar.

Mereka satu sama lain bergaul dengan baik. Bergaul dan berbicara dengan suasana kebathinan yang juga tampak alami, baik. Sangat senang saya menyaksikan suatu pemandangan yang demikian toleran. Dan itulah yang menjadi awal diskusi kami, ketika menyampaikan motivasi bisnis bagi ibu-ibu muda yang hadir pada saat itu.

Saya katakan, ciri entrepreneur yang paling mendasar adalah sanggup hidup berbeda. Mengapa ini penting? Sebab mereka yang bergulat dalam dunia bisnis, tidak akan pernah memandang siapapun, kecuali bagaimana barangnya laku di pasaran. Mereka yang terbiasa memproduksi barang khusus, untuk kelompok khusus, agar dibeli untuk mereka yang juga khusus, adalah tidak mewakili sikap seorang pebisnis.

Pebisnis tidak akan pernah takut jika produknya diboikot dengan alasan ideologis dan theologis. Mereka tidak akan khawatir barangnya tidak laku karena ada pemboikotan dimaksud. Pebisnis sanggup menghadapi dinamika itu karena mereka tidak pernah terpikir bagaimana suatu produk dibuat untuk missi tertentu. Semakin diboikot, teori bisnisnya, pasti akan semakin laku.

Berbeda itu Ciri Syurga

Karena itu, secara teologis berbeda selalu bersipat alami. Takdir Tuhan namanya. Tuhan sengaja menciptakan segenap perbedaan, agar antar sesama umat manusia dapat saling mengenal. Karena itu pula, siapapun yang tidak sanggup berbeda, maka, berarti ia melawan hukum alam [sunatullah]. Sebaliknya, siapapun yang sanggup hidup berbeda, maka, ia sejejar atau selaras dengan prinsip dasar sunatullah yang dihadiahkan Tuhan.

Mereka yang demikian itulah, yang bakal diberi pahala Syurga. Tempat di mana segenap kebahagiaan dan kemudahan hidup tersedia didalamnya. Syurga itu luas dan ini berbeda dengan porsi neraka yang digambarkan sempit dan kecil. Karena neraka itu kecil, berarti ia hanya menghimpun jumlah komunitas yang terbatas. Siapa itu? Menurut saya mungkin mereka yang hanya bangga pada kekuatan, kemampuan dan kebenaran dalam satu komunitas yang dia imani.

Menurut para ulama Muslim klasik disebutkan bahwa, sakking luasnya itu syurga, maka, tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi, ketika semuanya dihamparkan, tidak akan mewakili luasnya hamparan syurga. Yang luas itu, dalam makna tertentu, berarti menghimpun banyak orang. Yang banyak tidak mungkin hanya menghimpun satu kekuatan. Yang memiliki satu kekuatan itu Tuha. Selain Tuhan tidak boleh ada yang memiliki kekuatan tunggal.

Karena itu, jika pada hari ini anda berkumpul dengan kondisi saudara yang beragam ini, maka, peliharalah semua perbedaan ini. Mengapa? Karena apa yang anda tampilkan hari ini, sesungguhnya anda sedang menampilkan salah satu wujud atau bentuk syurga yang akan anda masuki nanti. Dan ketika anda rela dan sanggup menjaga semua ini, maka, ini menjadi tanda bahwa anda sedang menjalani jiwa anda sebagai seorang pebisnis. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar