Take a fresh look at your lifestyle.

Berfikir Positif Adalah Cara Menjadi Manusia Ideal

0 67

Berfikir positif adalah salah satu cara yang bisa di lakukan untuk menjadi manusia ideal. Sekalipun manusia ideal nyatanya sulit kita temukan bahkan tidak akan pernah ada, tetapi. setidaknya jauh di alam bawah sadar setiap manusia yang normal memiliki keinginan untuk menjadi manusia ideal. Tentu saja, persepsi setiap manusia terhadap idealitas manusia itu, akan berbeda antara yang satu dengan yang lain. Sehingga, yang perlu dilakukan adalah bagaimana menyikapi segala perbedaan itu dalam sebuah bingkai harmonisasi; saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Kawan Atau Lawan

Paradigma kawan dan lawan hanyalah permainan bahasa. Istilah tersebut dewasa ini tidak cocok lagi di ungkapkan dalam sebuah realitas sosial. Dalam lingkungan keluarga, pendidikan dan tempat kerja, sering kita jumpai istilah kawan atau lawan. Namun ini hanyalah merupakan sebuah istilah yang sekali lagi tidak cocok di ucapkan dewasa ini. Persamaan visi dan misi antara satu orang dengan salah seorang yang lain atau dengan kelompok lain di sekelilingnya biasa dikatakan kawan. Sebaliknya, perbedaan visi dan misi antara satu orang dengan salah satu atau dengan kelompok lain di sekelilingnya biasa di katakan lawan.

Hal ini begitu mudah di jumpai di lingkungan sosial yang lambat laun, dalam teori sosial hal ini akan berdampak terhadap keharmonisan hubungan sosial antar individu ataupun dengan kelompok. Hal ini bahkan akan menimbulkan sebuah bentuk perilaku sosial yang kurang baik. Lebih kejamnya paradigma kawan dan lawan ini akan mengakibatkan perselisihan, peperangan bahkan pembunuhan. Tak heran ketika dewasa ini kita banyak melihat teman membunuh temannya; murid membunuh gurunya; guru membunuh muridnya; anak membunuh orang tuanya dan orang tua membunuh anaknya. Paradigma kawan dan lawan dewasa ini harus segera di ubah. Hal ini demi untuk menciptakan hubungan sosial yang selalu harmonis antar individu atau kelompok.

Vertikal dan Horizontal

Vertikal dan horizontal bukanlah hanya sekedar garis yang hanya memiliki makna tunggal, namun bagaimana caranya membedah makna dari garis itu kedalam sebuah kehidupan. Mengutip dari apa yang dikatakan Haville dalam sebuah bukunya yang berjudul “The Magic of Love” mengatakan bahwa manusia di lahirkan kedunia itu mencari sebuah hubungan. Hubungan dalam hal ini memiliki makna ganda; dimana banyak bentuk hubungan yang di butuhkan oleh manusia, baik hubungan dengan teman, pacar, istri, keluarga atau teman kerja. Namun bukan hanya sekedar hubungan semata yang dibutuhkan oleh seorang manusia yang dilahirkan ke bumi tetapi hubungan yang harmonis. Hubungan harmonis dimaksud adalah mampu menciptakan pikiran yang positif atas apa yang di lakukan oleh orang lain dan menghilangkan pikiran- pikiran yang negatif. Pikiran positif ini hendaknya dicerminkan ke dalam setiap hubungan yang bersifat vertikal ataupun horizontal.

Ketika vertikal ini di artikan sebagai hubungan terhadap Tuhan, maka bagaimana caranya seorang individu selau berpikir positif atas apa yang di rencanakan Tuhan kepada individu tersebut; meski yang diberikan Tuhan kepada individu tersebut selalu berupa ujian. Bagaimanapun bentuk ujian yang muncul yang diberikan oleh Tuhan kepada kita, itu di jadikan pikiran yang positif dan menghilangkan pikiran yang negatif. Di letak inilah sebenarnya seseorang sedang menciptakan sebuah hubungan yang harmonis kepada Tuhannya.

Ketika Horizontal ini dikatakan sebagai hubungan kepada manusia, maka bagaimana caranya kita selalu membuat pikiran yang positif terhadap apa yang di lakukan oleh seseorang kepada kita, meski apa yang di lakukannya tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kita akan selalu berusaha untuk membuang pikiran- pikiran negatif kepada orang lain. Maka sesungguhnya disitulah juga sebenarnya seseorang sedang membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain yang ada di sekitarnya.

Membentuk Individu Ideal

Manusia diciptakan bukanlah dengan kesempurnaan, namun dengan berbagai kekurangan- kekurangannya. Namun jika kita sadari sesungguhnya disanalah kesempurnaan itu berada. Tentu dengan berbagai kekurangan dari masing- masing individu yang bertujuan untuk saling menyempurnakan. Kekerasan dan konflik sosial yang terjadi dewasa ini merupakan bagian dari bentuk ketidak-sempurnaan individu. Sehingga perlu kiranya kita menyadari dengan sebenar- benarnya sadar atas segala kekurangan yang kita miliki untuk kemudian berusaha saling melengkapi satu sama lain. Jika kita mampu melakukan hal dimaksud, maka kesempurnaan menjadi milik kita bersama.

Membentuk hubungan yang harmosis secara vertikal dan horizontal dapat kita mulai dengan menciptakan pemikiran- pemikiran yang positif terhadap hubungan tersebut. Hubungan baik yang di bangun, baik secara vertikal maupun horizontal, merupakan suatu langkah bagaimana membentuk diri kita menjadi manusia yang “sempurna”.

Dengan demikian, kita tidak akan mungkin lagi menjumpai perpecahan antar teman, keluarga, dan golongan. Sebab semuanya adalah kawan yang harus sama- sama saling menyempurnakan. Munculnya sifat seperti itu, secara tidak sadar sebenarnya seseorang sedang membentuk dirinya menajadi individu yang ideal.

oleh Nunu Nurfirdaus, M.Pd

(Dosen PGSD STKIP Muhammadiyah Kuningn)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar