Berinvestasi Bisnis Dengan Waralaba

0 14

Ada sebuah persamaan antara saham dengan waralaba yaitu investor yang berminat kepadanya akan sama-sama menginvestasikan uangnya ke dalam satu bisnis. Investor mendapatkan tingkat pertumbuhannya dalam jangka panjang juga mendapatkan pendapatan usaha. Jika tak mendapatkan imbal hasil yang memadai pada periode waktu yang diharapkan, investor akan rugi.

Bagaimana jika modal saja yang kembali tetapi tidak berikut dengan keuntungan? Bukankah masih lumayan dibandingkan dengan tak mendapat apapun sama sekali. Itu sih sama dengan rugi, lebih baik disimpan di tabungan atau deposito bank. Perhitungkan dengan cermat, dana yang akan diputar ketika bergabung dengan sebuah franchise. Ingat tidak ada jaminan bahwa bisnis Anda akan langsung dikerumuni oleh konsumen, seterkenal apa pun merek produk atau jasa yang tengah Anda jual.

Investasi awal dan biaya berlangsung

Dalam sedikit hal menjadi seorang terwaralaba/franchisee, sama miripnya dengan investor. Anda menanamkan uang tersebut untuk mendapatkan keuntungan darinya. Namun, dalam jauh lebih banyak hal franchise adalah pebisnis. Sayangnya franchise sering terlalu optimistis, menganggap bahwa membeli waralaba tersebut artinya tinggal terima untung saja. Terlalu mengandalkan franchisor-nya atau berharap sistemnya bekerja dengan sendiri. Tak mungkin!

Sebagai pebisnis franchise selayaknya juga aktif memajukan gerainya, memastikan bahwa sistem sudah berjalan dengan baik. Jadi jangan mudah terpesona dengan perhitungan titik impas yang ada di atas kertas, yang sering kali terpampang dengan gagahnya di materi promosi si franchisor. Lembaran hanya ilustrasi tidak ubahnya seperti agen asuransi memberikan ilustrasi pertumbuhan unitlinknya. Kenyataan di lapangan akan sangat berbeda. Titik impas ini baru titik impas penjualannya saja, belum dari sisi balik modal.

Maka dari itu memperhitungkan kapan balik modal dan berapa level keuntungan yang memadai dari usaha waralaba, Anda harus menentukan efektivitas dari perkembangan dana pada usaha waralaba Anda. Untuk itu, paling tidak ada dua macam biaya dari waralaba yang harus Anda persiapkan, pertama, investasi awal dan kedua, biaya yang tengah berlangsung.

Investasi awal adalah modal awal yang yang harus di tanamkan atau yang dibutuhkan untuk memulai usaha waralaba, yaitu:

License Fee, adalah biaya pembelian hak paten untuk menggunakan nama merek waralaba dan konsep bisnisnya. Tempat usaha. Sama seperti bisnis yang lainnya, Anda harus memiliki sebuah tempat usaha. Bentuknya dapat bermacam-macam mulai dari bangunan permanen yang dibeli atau yang disewa, booth, sampai toko online, sesuai spesifikasi dari franchisor itu sendiri.

Inventaris dan peralatan adalah biaya yang berkaitan dengan inventaris dan pembelian segala peralatan usaha.

Modal Kerja

Diawal usaha memerlukan modal kerja sebagai cadangan untuk penggajian, dan overhead (utilitas). Umumnya franchisor akan meminta Anda mencadangkan suplai bahan bakunya dan modal kerja sebesar 3-6 bulan masa operasional.

Biaya berlangsung adalah biaya rutin yang dibayar selama usaha beroperasi yaitu: royalti. Pemilik waralaba juga mengenakan biaya royalti yang continue. Namun, tak semua waralaba membebankan royalti.

Biaya operasional adalah biaya rutin (bulanan/tahunan) yang dikeluarkan agar usaha Anda dapat menjalankan aktivitas usahanya. Baik investasi awal maupun biaya yang berlangsung merupakan biaya yang akan mempengaruhi keuntungan usaha. Prinsipnya makin kecil biaya akan makin besar keuntungan. Bagusnya saat ini bagi calon franchise dengan kemampuan modal terbatas dapat mengajukan pembiayaan untuk usaha waralaba ke bank umum maupun di bank syariah.

Titik impas

Titik Impas dapat diartikan satu keadaan di mana dalam operasi perusahaan, perusahaan tak memperoleh laba dan juga tidak menderita kerugian. Dengan analisis titik impas franchise dapat memperkirakan jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan.

Titik impas franchise
Titik impas franchise

Rumusnya adalah biaya tetap total/(harga per unit barang yang dijual dikurangi biaya variabel per unit). Misalnya ada waralaba kebab Turki yang harga perbuah kebabnya Rp8.000 dengan biaya variabel sebesar Rp3.000 per kue dan biaya yang tetap total sebesar Rp7.000.000. Titik impas berarti Rp7.000.000/(Rp8.000-Rp3.000), ketemu angka Rp1.400. Jadi usaha waralaba Anda harus dapat menjual 1.400 buah kebab Turki pada harga Rp8.000 agar impas. Jika setiap hari gerai Anda bisa menjual minimum 10 buah kebab, titik impas akan tercapai dalam waktu 4-5 bulan. Untuk mendapatkan keuntungan Anda tinggal menambahkan margin pada harga kebabnya.

Dari contoh tersebut dapat di lihat bahwa pada titik ini (pengeluaran sama dengan pendapatan) kita tak merugi dan juga tidaklah untung dan tentu saja pada titik ini pengembalian investasi masih jauh dari yang Anda harapkan. Anda juga harus menanyakan tentang pendapatan yang sebenarnya dari franchise yang lainnya, bukan mengenai hasil yang dijanjikan oleh si franchisor.

Tingkat keuntungan

Tingkat keuntungan atau balik modal didefinisikan sebagai persentase dari pendapatan yang diperoleh dari suatu investasi, setelah dikurangi dari biaya. Masalahnya balik modal waralaba tak sama seperti bunga deposito yang tetap, tetapi berfluktuasi sesuai dengan kinerja usaha. Begitu Anda menanam investasi awal waralaba, maka modal pokok inilah yang harus terus berputar. Karena waralaba adalah investasi yang aktif bukan pasif seperti pada instrumen keuangan, di mana diri Anda juga secara aktif terlibat menjadi bagian. Oleh karena itu balik modal waralaba diharapkan lebih tinggi dari investasi pada instrumen keuangan.

Balik modal waralaba akan berkaitan langsung dengan jenis bisnis, model bisnis, dan kondisi pasar dan setidaknya sebagian oleh keterampilan dan keahlian manajemen Anda dalam mengelola usaha. Dalam waralaba, besar kecilnya investasi tidak selalu berkorelasi dengan tingkat keuntungan, melainkan harus dikombinasi dengan waktu, bakat dan keterampilan manajemen Anda sendiri. Oleh karena itu penting untuk berhati-hati memilih waralaba yang cocok dengan minat dan pengalaman Anda. (dhirga)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.