Berkunjung ke Gudang Ilmu dalam Essential Skills for an Excellent

0 141

GUDANG Ilmu: Tulisan ini hanya berlaku bagi anda yang jenuh dalam berkarier dan sulit memperoleh perkembangan karier yang baik. Jika anda bekerja di suatu institusi yang suasananya sangat tidak produktif, maka, tampaknya penting membaca tulisan ini. Tulisan yang mengulas tentang cara mengembangkan diri dalam apa yang disebut dengan Essential Skills for an Excellent.

Untuk menjadi manusia yang unggul (excellence), ternyata, tidak selalu diperuntukkan untuk mereka yang memiliki tingkat Intellectual Quition (IQ) yang tinggi. Bisa jadi, mereka yang memiliki IQ tinggi itu, terkalahkan oleh mereka yang memiliki IQ biasa.

Lalu banyak orang bertanya, bagaimana caranya? Jawabannya ternyata sederhana. Misalnya, ia dituntut memiliki kemampuan bekerja yang tekun, pandai dalam memanfaatkan waktu, tidak gampang menyerah atau mengalah. Ia juga dituntut selalu ramah pada setiap makhluk Tuhan dan kreatif dalam melahirkan ide.

Apa yang dimaksud dengan tekun? Tekun itu, bukan berarti seluruh waktu harus dihabiskan untuk duduk di tempat di mana kita bekerja atau berkarya. Apalagi ditambah dengan target-target tertentu dengan ukuran waktu tertentu juga. Tekun itu karakter seseorang yang sadar bahwa setiap manusia lemah. Karena ia juga manusia, tentu ia sadar bahwa dirinya lemah.

Karena ia merasa lemah, maka, cara yang ditempuhnya adalah bekerja dengan hati-hati, pelan namun pasti. Ia tidak memiliki target selesai kapan, tetapi, menyelesaikan satu persatu dengan menyenangkan.  Karena itu, ia akan menampilkan dirinya dalam suatu wujud yang menyenangkan, ramah dan tawadlu terhadap orang lain. Waktunya, tidak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak produktif, karena beban yang diberikan kepadanya, akan dianggap sebagai permainan yang menyenangkan.

Menjadi Pemenang

Yang demikian itu, pasti akan menjadi pemenang! Bagaimana caranya agar menjadi pemenang? Jika kita mencoba mencari rujukan dalam al Qur’an, misalnya surat al Jum’ah, Allah mengatakan bahwa syarat untuk menjadi manusia yang unggul itu adalah: “selalu berjalan di muka bumi dalam rangka mencari karunia Allah. Dalam perjalanan mencari karunia Allah itu, ia membarenginya dengan selalu mengingat Allah. Dengan mengingat Allah, manusia tidak akan lelah dan tidak akan putus asa ketika melakukan usaha, karena dia yakin Allah bersamanya dan melindunginya. Mereka yang demikian itulah, yang akan memperoleh keberuntungan.

Inilah tafakur yang sesungguhnya. Tafakur (berpikir) dari sejumlah aktivitas kita baik saat berdiri, duduk dan berbaring. Hasilnya! Ia akan menyimpulkan bahwa tidak ada  satupun ciptaan Allah yang sia-sia. Ia akan selalu bermanfaat dan memberi manfaat kepada manusia yang lain.

Jenis manusia yang demikian, pada akhirnya akan selalu menjadi solusi dalam setiap masalah yang dihadapi umat. Ko bisa, mengapa? Jawabannya karena mereka yang demikian itu, hidupnya selalu diberi informasi yang cukup oleh dirinya sendir. Untuk menyimpulkan arti akan sejumlah fenomena yang dihadapinya. Otaknya akan mempu memberi gambaran yang utuh terhadap pengalamannya di masa lalu dari hurup, kata dan kalimat dan pola berpikir yang dia miliki.

Anda mesti tahu kalau otak kita ternyata tidak lebih dari gudang informasi yang ditumpuk sejak kita masih kecil. Mereka yang tidak pernah bertafakur, maka, bukan saja berarti ia tidak pernah memanfaatkan gudangnya sebagai sumber rujukan, tetapi, juga berarti tidak pernah berkunjung ke dalam gudang yang telah menumpuk berbagai kekayaan ilmunya.

Yang bertafakur dalam rangka mencari keunggulan Allah dimaksud, akan memudahkan kita untuk mempercepat pengambilan kesimpulan dan keputusan yang tepat, karena ia memiliki kemampuan interpretasi akan realitas yang dihadapinya dengan cara menengok ke dalam gudang keilmuannya, lalu membandingkannya dengan situasi kekinian yang dihadapinya. By. Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...