Bermalam di Rumah Sakit | Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 25

40 95

Bermalam di Rumah Sakit. Setelah sampai di maktab, Shofi sakit keras. Nafasnya sangat berat dan hampir sulit bernafas. Tubuhnya banyak mengeluarkan bercak biru. Matanya sudah sangat sayu. Dokter yang disediakan pihak pemerintah Republik Indonesia yang disimpan di setiap kloter penerbangan, angkat tangan. Ia malah menyarankan agar Shofi dirawat saja di rumah sakit. Sabil berkelakar, dokter berkata: Haji Shofi hanya sembuh kalau paru-parunya diganti.

Tentu saja Crhonos kaget. Ia bingung terlebih memikirkan bagaimana perasaan ibunya. Sementara petugas haji, semua sedang berada dalam tingkat kelelahan yang luar biasa. Ia maklum akan situasi seperti itu. Karenanya, ia tidak lagi memperdulikan bantuan dari pihak manapun. Ia pasrah dan menyerah. Ia memutuskan untuk berjalan sendiri. Ia ngebel ke pelayanan haji. Akhirnya, ia diberi alamat yang jarak rumah sakit dengan maktab dimaksud, kurang lebih lima kilo meter.

Crhonos berencana mau naik taxi. Ia tentu hanya dengan Shofi berangkat ke rumah sakit dimaksud. Ia bilang sama ibunya, tolong tinggal saja di Maktab. Ibu ditemani sama Vetra. Jangan khawatir. Bapak insya Allah dalam keadaan baik-baik saja. Biarkan kami yang ke sana berdua. Do’an saja supaya kita selalu berada dalam segenap kebaikan. Insya Allah, Tuhan akan menjaga kita semua.

Crhonos-pun bilang sama Vetra agar berkenan menjaga ibunya dengan baik. Ada kewajiban yang jauh lebih penting dibandingkan dengan hanya wukuf, thawaf ifadhah atau sa’i. Kewajiban itu adalah menjaga rasa senang dan rasa bahagia yang dimiliki orang tua kita. Kita pasrah saja pada Tuhan. Apa kehendak-Nya kita syukuri. Tetapi, jika anda berhasil membuat ibu merasa dalam keadaan tenang dan senang, insya Allah, Tuhan akan selalu menjaga kita dalam segenap kesenangan juga.

Ia turun dari Maktab lantai IV. Ia yang memperoleh mandat untuk tidak menoleh ke belakang, berlalu dengan pelan. Sementara itu, Shofi tampak sangat menggigil kediningan. Ia dibalutkan berbagai pakaian yang cukup tebal. Tetapi, gigilan tubuh Shofi tetap nggak bisa ditahan. Dengan menuruni eskalator, sampailah keduanya di ruang resepsionis maktab. Taxi-pun datang. Akhirnya mereka berlalu meninggalkan hotel [maktab].

Selimut Tebal Rumah Sakit

Sampailah Shofi dan anaknya di Rumah Sakit Ajyad Emergency Hospital. Pelayanan di rumah sakit ini sangat bagus. Semula Crhonos menggunakan bahasa Arab saat sampai di bagian resepsionis rumah sakit. Kalau di Indonesia mungkin Unit Gawat Darurat [UGD]. Tetapi, ternyata banyak sekali di antara pelayan dan bahkan dokter yang tampaknya khusus disediakan untuk kepentingan haji. Karena itu, tidak heran jika dokter-pun banyak yang berasal dari Indonesia, atau petugas haji Indonesia. Akhirnya, iapun berbicara menggunakan bahasa Indonesia.

Setelah diperiksa, Shofi didorong suster masuk ke ruang ICU. Ruangan itu sangat lebar dan besar. Pasien memiliki satu ruang. Pantulan AC di runagan itu sangat dingin. Berbagai kabel dibalutkan ke dalam tubuhnya. Terlebih tentu Tabung Oksigen yang berfungsi menambah oksigen karena Shofi dianggap kekurangan oksigen.

Setelah itu, mulutnya dibalut dengan Nebulizer. Alat ini berfungsi untuk terapi bagi penderita asma dan penyakit pernapasan lainnya yang cukup akut. Nebulizer dianggap mampu merubah obat cair menjadi kabut, sehingga mudah diserap dan hirup jauh ke dalam paru paru. Terapi untuk mereka yang menderita penyakit pernapasan berat, terapi dengan alat ini dianggap cukup efektif membantu.

Ketika alat ini dipandang tidak lagi cukup mempan, beberapa jam lamanya, dokter di rumah sakit itu kemudian membalutkan Trakeostomi. Ini adalah alat terakhir yakni tindakan pembuatan lubang pada dinding trakea. Fungsinya agar udara dapat masuk ke paru paru melalui lubang udara bagian atas. Pembuatan lubang untuk bantuan pernapasan ini biasanya dilakukan pada pasien dengan penderita dipteri akut yang telah menyebabkan tersumbatnya saluran pernapasan. Saat itu, Crhonos yang sedang menjadi salah satu pejabat di Pendidikan Tinggi bidang Farmakologi sadar, bahwa apa yang menimpa bapaknya,berada dalam pilihan yang cukup dilematik.

Meski dengan tingkat kelelahan yang sangat tinggi, Crhonos tak kuasa untuk tidak menyaksikan deretan grafik yang dipantulkan komputer di pinggir Shofi. Meski Shopi-pun tampak tidur dengan pulas, Crhonos tetap tak mampu tidur. Ia kemudian menyelitmuti seluruh tubuh Shofi dengan apapun yang terdapat di ruangan itu. Waktu terus berjalan sampai kemudian, sudah melewati tengah malam.

Setelah dipastikan Shofi dalam tidur yang cukup baik, Crhonos akhirnya memilih tidur di lantai. Langkah ini dilakukan, kalau terjadi apa-apa, ia tidak kesulitan untuk memantau bapaknya.

Mencari Tuhan Di Kaki Ka’bah
Untuk membaca Part lainnya klik gambar ini

Mimpi yang Menakutkan

Saat Crhonos tidur dalam kelelahan yang cukup akut, ia bermimpi melihat burung raksasa mengambil tubuh Shofi. Shofi tak kuasa berontak. Ia tidak memiliki energi untuk melawan burung raksasa dimaksud. Shofi juga tidak meminta bantuan pada siapapun. Ia kelihatan sangat pasrah.Namun saat burung itu terbang, entah mengapa, Crhonos juga mampu terbang. Ia mengejar burung itu dan menangkapnya dengan kuat. Saat proses pengambil alihan itu, Shofi berkata dalam mimpi Crhonos:

“Anakku … biarlah aku terbang. Aku tak lagi kuasa menahan ajakan untuk terbang. Aku ingin pulang ke kampung halaman kita. Suatu saat, kamu juga akan pulang. Aku titip agar kamu tetap shalat lima waktu. Jangan lupa mengabdi kepada sesama manusia. Jujur selalu dalam setiap tindakan. Dan kejujuran yang paling sulit ditunaikan adalah jujur pada diri sendiri.

Crhonos menjawab. Jangan pulang dulu. Bapak belum melaksanakan thawaf wada. Nggak sempurna lho hajinya. Nanti ibu marah sama saya. Apa yang harus saya sampaikan kepada ibuku dan keluarga kita, kalau ternyata bapak diketahui belum haji wada. Shofi kemudian diam dan meneteskan air mata … lalu ia terjatuh dari sergapan burung. Crhonos menangkapnya dengan tangkas dan memeluknya dengan erat.

Lalu ia bangun … ia segera duduk dan beristighfar. Ia segera melihat Shofi dan ternyata Shofi sedang bangun. Ia meminta anaknya untuk membuka Nebulizer dari mulutnya. Kemudian dia berkata: Kamu sudah shalat isya belum? Crhonos menggelengkan kepala. Shalat dulu kamu ya …! Bapak tadi sudah shalat … kemudian dia meminta untuk kembali memasangkan Nebulizer ke mulutnya. Crhonospun akhirnya shalat isya dengan linangan air mata yang terus menetes dengan deras.

Akhirnya Pulang ke Maktab

Dua malam, Shofi dan anaknya tinggal di ICU rumah sakit. Ia akhirnya didizinkan pulang oleh dokter. Shofi sendiri sudah merasa sangat baikan, bahkan terasa lebih baik dibandingkan dengan ketika akan berangkat ke Mekkah.Sebelum beranjak turun dari kasur rumah sakit, Shofi berkata:

Bahagialah kita. Insyaallah kita berada dalam kemenangan. Terima kasih anakku. Kau telah menemaniku di sini. Sejujurnya aku sangat takut berada di sini. Sekedar mendengar suara srine ambulan saja, aku sudah sangat takut. Karena kamulah, aku merasa bahwa setitik ketakutan itu terurai. Crhonos hanya bilang ya sudahlah pak … yang penting, bapak memang benar-benar berada dalam segenap kebaikan.

Shofi dan anaknya akhirnya kembali ke Maktab. Keduanya menunggangi taxi. Sampailah akhirnya ke Maktab dan bertemu dengan segenap rombongan haji. Tentu yang tampak sangat bahagia adalah Siti dan Vetra. Keduanya kelihatan begitu bahagia menyaksikan dua lak-laki itu sudah pulang.

Setumpuk obat dibawa Crhonos untuk kesehatan Shofi. Ia memberikannya kepada Vetra untuk memperhatikan perintah dokter. Shofi dilarang untuk banyak beraktivitas. Ia dasarnakn agar tetap istirahat dan terus memakan obat. Jangan sampai ada jadwal waktu minum obat yang terlewat. Akhirnya, mereka kembali bahagia karena dapat menikmati indahnya hidup dalam suasana penuh kesehatan. By. Charly Siera –bersambung–

  1. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    Disaat sofi sedang merasakan sakit yang begitu akut, choronos selalu berdo’a untuk kesembuhan ayahnya. Ia berharap, ayahnya segera sembuh, karena shofi belum melaksaakan haji wada.

  2. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    Memang kesehatan adalah nikmat dari Allaah yang paling penting dalam melakukan ibadah haji. Tanpa kesehatan maka tidak akan maksimal dalam Melakukan ritual haji. Maka dari itu selayak nya kita bersyukur yang telah diberi nikmat sehat. Dan selayak nya kita menyiapkan dan menjaga fisik kita agar tetap sehat agar kelak jika kita menjalankan ibadah haji kita dapat melakukan nya dengan baik.

  3. Rif'atul Ula berkata

    Kasih sayang antara orangtua dengan anak Memang selalu menatik perhatian. Dari Part ini menyatakan bahwa sebagai seorang anak harus menunjukkan wajah penuh dengan kebahgiaan agar tidak membebani pikiran orang tua.

  4. fajar maulana berkata

    Pada nover part 25 ini begitu syoknya chronos melihat kondisi shofi yang kian memburuk, dan shofi pun di larikan di rumah sakit, chronos tidak kuasa melihat alat pendeteksi detak jantung yang di pasang pada tubuh shofi, chronos tidak bisa ber istirahat dengan tenang selalu kepikiran apa yanh terjadi pada shofi, walau pun seperti itu chronos masih tetap tegar dan masih bisa menunaikan sholatnya…. Masyaallah

  5. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Bismillah part 25,
    Setiap manusia dapat berencana atau memiliki rencana untuk dirinya sendiri. Tetai tetaplah Allah yang berkehendak. Dan alhamdulillah Shofi masih dapat melakukan kegiatan ibadah haji dari rukun dan sunnahnya haji, walaupun dalam keadaan yang kurang sehat.

  6. Elok Firdausiana berkata

    Dengan keadaan yang semakin melemah, akhirnya shofi harus dibawa kerumah sakit untuk dirawat sementara, dengan kebaktiannya chornos kepada orang tuanya, chornos setia untuk tetap mendampingi orang tuanya yang sedang di rawat.

  7. Elok Firdausiana berkata

    Setiap orang itu bisa berencana, tetapi tidak bisa menentukan kehendakNya, dan hanya Dialah yang dapat menentukan atau menghendaki rencana setiap manusia. Meskipun semakin hari kondisi Shofi semakin lemah, tetapi dengan kekuasaanNya, Allah telah mengmenghendaki Shofi untuk tetap menjalankan dari setiap rangkaian hajinya. Karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang bagi setiap hambaNya yang benar2benar ikhlas dalam menjalankan ibadah yang semata2 hanya karena Allah Swt

  8. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bismillahirahmanirahim
    Dalam part 25 ini, keadaan Shofi kian memburuk bahkan Shofi dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan yang lebih baik. Dalam keadaan yang buruk tersebut, Chronos selalu setia mendampingi Shofi. Dalam keadaan yang demikian tersebut Shofi masih melakukan kewajibannya, yakni shalat. Hal tersebut menjadi pelajaran kepada kita bahwa kita harus senantiasa menjalankan kewajiban kita sekalipun dalam keadaan yang sedang sakit. Karena Allah telah memberikan kemudahan-kemudahan untuk melaksanakannya maka tidak ada lagi alasan kita untuk tidak melakukan shalat.
    Sekian
    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  9. M. DIDI WAHYUDI berkata

    Shofi sakit keras. Nafasnya sangat berat dan hampir sulit bernafas. Tubuhnya banyak mengeluarkan bercak biru.

  10. Isah Siti Khodijah berkata

    Bismilahirahmanirahim
    Asalamualaikum wr wb
    Pada part ini begitu mengharukan dimana sosok yang dulunya gagah perkasa harus terurai lemah tak berdaya di rumah sakit. Banyak sekali nilai yang dapat di ambil dari cerita diatas seperti, kita jangan pernah meninggalkan sholat bagaimana pun keadaannya, merawat dengan sepenuh hati orang tua kita bagaimana pun keadaannya, Saya sangat sedih melihat Shofi sakit sebegitu parahnya.
    Terimakasih
    Wasalamualaikum wr wb

  11. Farrin nurul aina berkata

    Pada part 25 Ini badan shofi yang mulai lemah akhirnya masuk ke ICU, ada maslah paru parunya, d saat inilah shofi merasa sedih d tambah lagi dia bermimpi ayah nya pergi meninggalkannya. Namun setelah 2 hari di ICU shofi diperbolehkan pulang

  12. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Keadaan shofi akhinya melemah total hingga ia harus di bawa ke ICU. chronos dengan sabar dan bersedih mengantarkan ayahnya menuju rumah sakit secepatnya. dalam keadaan terlemah ini shofi memberikan pesannya kepada chronos yakni “Aku titip agar kamu tetap shalat lima waktu. Jangan lupa mengabdi kepada sesama manusia. Jujur selalu dalam setiap tindakan. Dan kejujuran yang paling sulit ditunaikan adalah jujur pada diri sendiri.” dalam artian shofi tetap menanamkan pendidikan pada anaknya hingga titik terlemahnya.

  13. Fidit Fitri Nur'aeni/IPS/1B berkata

    Assalamualaikum
    Pada part 25 ini sofi sakitnya tambah parah dan chornos pun segera mencari informasi tentang rumah sakit terdekat dan membawa ayahnya . Charnos meminta verta untuk tetap menjalankan ibadah haji bersama ibunya . Saya kagum terhadap charnos dia sangat peduli terhadap papahnya dia meninggalkan aktifitas haji demi papahnya . Dan saya salut kepada sofi walaupun ddia sedang sakit keras tetapi dia tidak melupakan solatnya .

  14. Muhamad Udin berkata

    Bismillahirrahmanirrahim
    pada part 25 ini suasana nya mengharukan karena keadaan shofi sangat memburuk dan untung nya chornos langsung membawa shofi ke Rumah Sakit, dan pesan yang kita dapat ambil pada part ini yaitu Aku titip agar kamu tetap shalat lima waktu. Jangan lupa mengabdi kepada sesama manusia. Jujur selalu dalam setiap tindakan. Dan kejujuran yang paling sulit ditunaikan adalah jujur pada diri sendiri.

  15. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Dalam part 25 ternyata pak shopi fi larikan ke rumah sakit karena tim medidis yg di sediakan untuk jamaah haji angkatt tangan,kemudian anaknya langsung membawanya ke rumah sakit dan mereka tinggal selama 2 hari. Akhirnya pak shopi pun merasa lebih baik dari sebelumnya. Ya memang nikmat sehat adalah nikmat yg paling berharga. Dan memang wajib untuk mensyukurinya dan menjaganya.

  16. Siti Sutihatin MPI/4 berkata

    Kondisi fisik Shofi akhirnya benar-benar jatuh, sehingga terpaksa harus dibawa ke rumah sakit. Karena dokter yang disediakan di maktab sudah tak sanggup lagi menangani Shofi dan peralatan kesehatan pun kurang memadai. Setelah sampai di rumah sakit Shofi mendapat perawatan yang baik. Shofi dan Crhonos menginap di rumah sakit selama dua hari sebelum akhirnya kembali ke maktab.

  17. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Dalam part 25 ini, crhonos sangat hkawatir akan keadaan shofi yang sakitnya semakin bertambah, ketika itu shofi dibawa kerumah sakit, beberapa hari kemudian akhirnya keadaan shofi mulai membaik dan mereka kembali menunaikan ibadah hajinya. Shofi sangat bangga sekali mempunyai putra yang sangat perhatian terhadap kondisi shofi, dan ia merasa senang atas didikannya yang ditanamkan didalam diri crhonos. Hingga shofi pun bisa merasakan hasilnya sesuai dengan harapan.
    Dalam part 25 ini, crhonos sangat hkawatir akan keadaan shofi yang sakitnya semakin bertambah, ketika itu shofi dibawa kerumah sakit, beberapa hari kemudian akhirnya keadaan shofi mulai membaik dan mereka kembali menunaikan ibadah hajinya. Shofi sangat bangga sekali mempunyai putra yang sangat perhatian terhadap kondisi shofi, dan ia merasa senang atas didikannya yang ditanamkan didalam diri crhonos. Hingga shofi pun bisa merasakan hasilnya sesuai dengan harapan.
    Somoga kita termasuk orang-orang yang ter-didik dan bisa mendidik.

  18. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 25
    Dalam part ini akhirnya harapan shofi kepada chronos telah terealisasikan, karena chronos telah tumbuh menjadi anak yg seperti harapan shofi. Hal ini patut dicontoh bagi kita semua agar selalu taat kepada orang tua kita

  19. Cerita ini sangat menginspirasi, dan tulisan yang dibuat oleh bapa sangat menginspirasi karena banyaknya orang muda jaman sekarang tidak ada yang memberikan perhatian kepada orang tuanya, apalagi merawat orang tuanya tatkala sakit atau sudah tidak berdaya.

  20. siti halimah MPI/4 berkata

    bismillahirrahmanirrahim
    dalam part 25 ini semakin hari kesehatan shopi semakin menurun sehingga shopi di haruskan menginap dirumah sakit pada saat itu pula kejian buruk menima chronos dimana chronos bermimpi bahwa shopi di bawa pergi, , namun chronos terus berusaha agar shopi tetap bisa melaksanakan kesempurnaan haji wada.

  21. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Bismillah………..
    Pada Part 25 ini ada hal yang dapat saya ambil pelajaran yaitu ketaatan seorang Chronos kepada orang tuanya (Shofi). Chronos selalu menjaga dan mendampingi Shofi yang sakit bahkan harus di rawat hingga sampai di maktab, ini merupakan pendidikan keluarga yang berhasil ditanamkan Shofi kepada Chronos sehingga keduanya saling menjaga dan menasehati dan hal ini akan membuat kebahagiaan yang tak terhingga bagi semua keluarga Shofi dan Chronos.
    Barakallah…………….

  22. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    setelah kembalinya ke maktab, keadaan shofi semakin memburuk, kemudian crhonos memanggil dokter yang ada di maktab, namun dokter tersebut angkat tangan dan menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit. akhirnya crhonos membawa shofi ke rumah sakit, setelah dua hari, shofi pun boleh untuk kembali ke maktab, shofi pun merasa keadaannya semakin membaik dari sebelumnya.

  23. Asiro (1415109002) MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 25 ini yang berjudul “Bermalam di Rumah Sakit”, kembali memperlihatkan kepatuhan seorang anak (Crhonos) kepada ayahnya (Shofi) yang kondisinya tak lagi sehat. Sehingga mengharuskannya untuk menginap di sebuah rumah sakit. Baginya tak ada yang yang lebih utama selain merawat dan membahagiakan orangtuanya. MasyaAllah~

  24. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 25 ini, keadaan shofi semakin melemah setelah melaksanakan rangkaian ibadah haji. Dan akhirnya chronus membawa shofi kerumah sakit agar shofi menerima penanganan dokter. Dalam keadaan shofi yang melemah chronus selalu ada disamping shofi untuk mendampingi shofi. Cara chronus berbakti kepada orangtua haruslah dicontoh karena sangat memberikan pelajaran untuk kita. Bagaimana berbakti kepada orangtua disaat beliau membutuhkan.

  25. Fera Agustina/MPI/4 berkata

    kesimpulannya, setiap orang dapat merencanakan sesuatu, namun jika allah telah berkehendak lain kita bisa apa? karena sebai-baiknya rencana adalah hanya rencana Allah lah yang paling baik.
    dalam part ini ayah chronos (shofi) masuk ke rumah sakit dengan kondisi yang benar-benar melemah, namun sebagai anak nya (chronos) sangat memberikan perhatian yang penuh terhadap ayah nya.

  26. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Kondisi shofi yang makin parah membuat chronos menjadi sangat hawatir, lalu ia membawa shofi ke Rumah sakit yang sudah disiapkan oleh pemerintah arab untuk para peserta haji yang mengalami sakit. shofi dirawat di UGD selama 2 hari banyak terapi yang diberikan oleh pihak dokter untuk menyembuhkan penyakit yang diderita shofi. saking hawatirnya chronos terhadap ayahnya ia sampai terbawa mimpi yang menyeramkan, mimpi tentang shofi yang dibawa oleh burung besar, dan dalam mimpi tersebut shofi berpesan pada anaknya untuk menjaga sholat tepat waktu. dan bangunlah chronos lalu menjumpai shofi dengan keadaan yang sudah membaik. dan Alhamdulillah mereka akan melanjutkan ibadah hajinya kembali

  27. Nur Aliffah MpI/4 berkata

    subhanallah sungguh mulia sekali sikap chronos terhadap ayahnya, sampai-sampai chronos mengendong ayahnya pergi kerumah sakit dan menjaganya selama dua hari. Dalam waktu 2 hari chronos selalu berfikiran optimis dan pasrah dengan apa yang terjadi kedepannya. chronos hanya mampu berdoa kepada Allah SWT, untuk kesembuhan ayahnya. dan akhirnya doa choros pun diijabah oleh Allah sehingga ayahnya bisa sehat kembali walaupun belum boleh banyak melakukan aktivitas.

  28. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, dengan kelelahan yang mendera dan penyakit yang diderita shofi masih semangat untuk berjuang. Chronos sangat khawatir melihat kondisi dari shofi, chronos sangat berbakti kepada kedua orang tua nya khususnya kepada shofi yang sedang sakit. Nalar filosofi chronos selalu merujuk pada sebuah keadaan atau peristiwa yang mungkin saja bisa terjadi, setelah dua hari di RS shofi dan chronos kembali ke maktab dan memulai aktivitas nya kembali.

  29. dinny alfiana. s MPI4 berkata

    setelah membaca part 25 ini, sosok Chronos memang sosok yang sangat patuh pada orang tua, dalam keadaan suka dan duka ia selalu ada di samping Shofi, ayahnya. bagai tak ingin kehilangan moment berharga dalam hidupnya, Chronos dengan siaga membawa Shofi ke RS, sehingga Shofi dapat kembali membaik dan melanjutkan ibadah haji bersama istri, anak dan menantunya.

  30. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    bismillah…
    dalam part dua puluh lima ini, tiba-tiba sesuatu yang buruk terjadi. shofi masuk kedalam rumah sakit. dalam part ini juga lagi lagi kita di buat takjub dengan perlakuan chronos yang samapi menggendong ayahnya ke rumah sakit. setelah beberapa waktu di rumah sakit akhirnya shofi bisa di bawa pulang ke maktab lagiii

  31. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Kondisi Shofi sudah sangat memprihatinkan sampai harus dibawa ke rumah sakit, namun keta’dhiman Chronos pada shofi tidak ada bandingannya. Dari part 25 di novel ini hal-hal yang patut ditiru, yakni ta’dhim terhadap orang tua serta hidup tidak selalu bergantung kepada orang lain

  32. Sri Rokhmah/MPI-4 (1415109026) berkata

    Bismillah.. pada part kali ini shofi dalam kesehatan semakin terpuruk sehingga chronos pun membawanya kerumah sakit. pada saat dirumah sakit, chronos berada disamping ayahnya dan ketika shofi sudah diperbolehkan untuk pulang kembali ke maktab, disana vetra dan sang ibu sudah menunggunya mereka sangat bahagia melihat dua laki-laki itu dalam keadan baik-baik saja.

  33. umar faruq mpi 4 berkata

    setiap orang akan kembali kepada sang pencipta siapapun dan kapanpun, bahkan dimanapun dengan keadaan beribadah ataupun tidak allah akan mengambil pada saat itu juga, diambil kisah dari part 25 ini yang pertama slalu erfikir positif dengan segala kondisi apapun, yang kedua pasrah dan terus berdua akan kita semua pasti akan kermbali padaNYA, yang ketiga tuhan akan memberikan suatu penghormatan lebih terhadap anak yang tadzim kepada orang tuanya.

  34. Wiwin Darwini MPI/4 berkata

    Dalam part ini keadaan Shofi semakin parah ia mengalami sakit keras, nafasnya terasa sangat berat dan hampir sulit bernafas. Tubuhnya pun banyak mengeluarkan bercak biru. Matanya sudah sangat sayu. Dokter yang berada di sana di sanggup menangani Shofi, sehingga Shofi harus di bawa kerumah sakit. Crhonos pun panic dengan keadaan tersebut, namun ia tetap tegar dalam situasi ini dan berserah diri kepada Allah. Selama dua hari di rumah sakit akhirnya Shofi bisa kembali ke Maktab, namun ia tidak diperbolehkan untuk melakukan banyak aktivitas terlebih dahulu. akhirnya kebahagian menghampiri Chronos beserta ibu dan istrinya dengan keadaan Shofi yang sudah membaik.

  35. Yunita Nur RahmawatiMPI/4 (1415109034) berkata

    Di part 25 Chronos sangat begitu mengkhawatirkan keadaan ayahnya shofi yang selama 2 hari sempat di rawat di ICU rumah sakit, tapi pada akhirnya alkhamdulillah keadaan shofi mulai membaik dan akhirnya mereka kembali ke maktab untuk melaksanakan ibadah haji dan Akhirnya, mereka kembali bahagia karena dapat menikmati indahnya hidup dalam suasana penuh kesehatan

  36. pujiatii/MPI4 berkata

    novel mencari Tuhan di kaki ka’bah pada part 25 ini, sangat bagus.
    setiap orang bisa berencana apapun namun yang pasti hanya Allah yang bisa berkehendak. dengan kekusaan Allah shofi masih dapat melaksanakan thawaf wada untuk mensempurnakan ibadah hajinya walaupun dengan keadaan yang kurang baik, Alllah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang terhadap hambanya yang benar-benar ihklas menjalankan ibadahnya karena Allah.

  37. uyunurrohmah MPI semester4 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Saya sangat kagum dengan chronos yg senantiasa berusaha untuk membawa ayahnya shofi ke rumah sakit dan bahkan menggendongnya. Alhamdulillah walaupun keadaan shofi sempat gawat tapi akhirnya dia mulai membaik dan bisa pulang ke hotel.

  38. Lu'lu Atul alawiyah (1415109010) MPI/4 berkata

    BIsmillahirrohmanirrohim…
    Kesehatan shofi semakin terpuruk sehingga sehingga chronos pun membawanya kerumah sakit. Selama di rumah sakit chronos yang ada disamping ayahnya. dan ketika shofi sudah diperbolehkan untuk pulang kembali ke maktab, disana vetra dan sang ibu sudah menunggunya mereka sangat bahagia melihat dua laki-laki itu dalam keadan baik-baik saja.

  39. Ririn Nur'aeni (MPI/4) berkata

    bismillah di part 25 ini..
    kesehatan shofi yang semakin parah akhirnya shofi harus di rawat di rumah sakit selama 2 hari, selama itu cronos mendampingi ayahnya. setelah 2 hari bermalam di rumah sakit akhirnya shofi dibolehkan untuk pulang dan mereka kembali ke maktab, mereka kembali berkumpul dengan vetra dan siti dengan penuh kebahagiaan dan kondisi shofi yang mulai membaik.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Mba Ririn, lu’lu, uyun, pujiati dan mba sri, kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan anda ke web kami, khususnya untuk edisi 25 di novel ini. Tentu kami berharap jika anda merasa bahwa tema dalam novel ini membawa manfaat untuk umat, alangkan sangat menyenangkannya jika anda-pun men – share – kan untuk orang lain. Semoga Allah memberi kita kebahagiaan lahir dan bathin — Charly Siera dalam Novel alias Cecep Sumarna —

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.