Bertemu di Forum Budaya | Misteri Sang Ksatria Cinta Part – 6

Bertemu di Forum Budaya | Misteri Sang Kstarian Cinta Part-6
0 102

Bertemu di Forum Budaya : Ungkapan-ungkapan Santi yang disimpan dalam loker Mihrab Cinta mereka, semakin menyentuh perasaan siapapun yang membacanya, tentu terlebih Alberta yang menjadi subjek sekaligus objek cinta mereka. Jika suasana seperti ini terjadi, Alberta sering merasa sedang terbang dan melayang ke luar dinding dan ke luar batas-batas kesadaran dirinya. Ia merasa sedang berada dalam posisi sebagai ikan-ikan kecil yang selalu menemani ikan Hiu di tengah lautan yang luas. Ia merasa berada dalam Samudera tanpa batas dan berada dalam ruang hampa tanpa penghuni sedikitpun.

Suatu Rasa Yang Mengangkasa

Alberta merasa dirinya telah mengangkasa ke alam yang antah berantah atau tenggelam ke dalam sebuah lautan tanpa sedikitpun manusia, kecuali para prajurit kerajaan Nyi Roro Kidul atau Nyi Blorong. Dalam suasana kebathinan seperti itu,  Alberta, akhirnya sering disadarkan bahwa perasaan cinta tulusnya, dimiliki mereka berdua. Mereka menjadi penguasa atas dirinya sendiri dan tentu atas cinta tulus yang dimiliki masing-masing.  Inilah misteri cinta terbesar di abad ke 21, celetuk Alberta dalam hati.

Meski takdir berkata lain karena dua cinta ini sulit dipersatukan dalam dimensi fisik secara bersama dan dalam waktu yang sama, bersama dengan ketentuan Tuhan yang Maha Benar, Tuhan ternyata masih selalu memberi celah dan jalan kepada mereka untuk bertemu dalam waktu dan tempat yang sulit diprediksi sebelumnya. Saat suasana seperti itu terjadi, mereka, sering kehilangan akal, kecuali beradu kasih tanpa sedikitpun merasa risau akan apa yang dihadapi. Mereka tampil tanpa beban dan tidak menunjukkan wataknya yang kaku.

Jalan itupun diberikan Tuhan, saat Alberta sedang berada dalam pucak kerinduan dan kegamangan seperti dirasanya saat ini. Tuhan mempertemukan keduanya dalam sebuah forum yang tanpa disengaja dan tanpa didesain sebelumnya. Alberta dan Santi bertemu dalam sebuah moment penting dan cenderung sangat ilmiah. Alberta tidak tahu, jika Santi diundang juga dalam pertemuan itu. Suatu pertemuan kebudayaan yang menjadi keahliannya pada tingkat Provinsi Jawa Barat.

Alberta duduk termanggu di dalam mobilnya. Tiba-tiba Santi dari jauh melambaikan tangan dan memintanya untuk segera turun dan menjumpainya. Alberta tentu saja menyambutnya dengan hangat dan senyum manis yang penuh ketulusan. Hari itu, hari senin. Hari di mana mereka berdua, mengawali kerja untuk setiap minggu. Tetapi kali ini, keduanya justru berada dalam suatu seminar yang membahas nasib sastra dan budaya Indonesia. Seperti biasa ketika pertama bertemu, santi segera setelah jas yang digunakan Alberta.  Menepuk bahunya karena khawatir ada kotoran dan memintanya untuk merapihkan rambutnya.

Heem … kamu makin gagah, celetuk Santi. Itulah kalimat yang mungkin sudah jutaan kali disampaikan Santi saat bertemu dengan Alberta. Apa yang dikatakan Alberta saat ungkapan itu meluncur? Alberta berkata: O iya lah. Aku harus tetap menjaga kebugaranku dan kesehatanku, agar aku tetap sehat dan panjang umur. Aku masih diberi kesempatan, kelak suatu hari, aku masih memiliki kesempatan untuk menjadikanmu sebagai pendampingku. Tetapi, kamu juga makin cantik celetuk Alberta.

Peluk Cium Kesayangan

Saat pertemuan itu selesai, Alberta berjalan ke altar belakang. Tak diduga santi mengikutinya. Ia berkata aku mau pergi dulu ya …. Alberta berkata. Iya hati-hati di jalan ya … Namun santi tetap diam dan tampak memelas. Akhirnya Alberta berpaling lagi ke belakang dan mendekatinya. Dikecup kening Santi dengan hangat. Saat kecupan itu menempel di kening Santi, Santi berbisik kepada Alberta: Hai, kamu tahu nggak, saat aku bertemu denganmu, aku hanya mampu merasakan kebahagiaan. Aku merasa ada kenyamanan dan kedamaian yang tak berhingga. Inilah momen paling indah. Saat bersamamu aku hanya memiliki satu kata, kebahagiaan . Saat suasana seperti ini terjadi, aku lupa akan segalanya. Bahkan lupa akan posisiku sebagai wanita yang dalam banyak kasus seharusnya aku membatasi diri.

Saat bertemu seperti ini, yang kutahu hanya satu. Aku membuat dan kembali menyusun mimpi indah dalam hububungan ini, meski entah kapan akan sampai pada apa yang kutuju. Alberta, sejujurnya ikatan hatiku dengan hatimu tetap selalu hangat dan tetap terasa seperti remaja. Hubungan ini memang telah lama berjalan dan berlalu. Tetapi, aku tetap saja lebih menghawatirkan kegelisahan dan kesedihanmu, setelah bertemu seperti ini, karena aku takut inilah pertemuan terakhirku bersamamu.

Hari ini tetap tidak berbeda. Sama seperti dulu. Aku tetap bisa langsung bersua denganmu dan begitu mengasah bagaimana suaramu melantun melankolik seperti biasanya. Inilah momen yang mendorongku selalu yakin, bahwa dalam perjalanan panjang ini, kau tetap baik-baik saja. Kau tetap menjadi Sang Ksatria Cinta sebagaimana aku telah menyematkannya belasan tahun yang lalu. Aku selalu akan mengatakan, l Love You Forever, Alberta.

Nanti saat aku pulang dan sampai ke rumah dan kuketahui tidak ada siapapun yang bakal mendengar suaraku, aku pasti meneleponmu. Seperti biasanya, aku hanya ingin mengungkapkan suatu kata klasik yang tetap abadi. Kata itu adalah I Need and I Miss You. Aku tak mamu istirahat dalam tidur, jika kata itu belum aku ungkapkan. Aku begitu sayang sama kamu. Aku ingin kau tidur dalam segenap keterjagaan yang dapat membawamu ke dalam tubuh yang tetap tegar. Istirahat bersama asma Tuhan dan asmaku. Aku ingin tetap mendengar kabar bahwa besok engkau tetap dapat menyapa aku dengan ceria, manis, dan mempesona.

Jika itu mampu terjadi, maka, rasa bahagia dan bangga selalu memenuhi jiwa dan ragaku yang, setiap kali membaca kisah kita yang kuberinama Alberta dan Santi sebagai pemilik misteri cinta ini, akan tetap mengabadikan cintanya dengan tulus. Alberta berkata: Santi hanya Tuhan yang tahu cintaku. Selebihnya, akupun berharap kau tidak tahu bahwa betapa aku mencintai, menyayangi dan mengidolakanmu sampai kapanpun.

Alberta tidak tahan untuk tidak memeluknya. Lalu dikecupnya pipi kiri dan kanan Santi sambil berkata: Damailah dengan dia yang mencintamu dengan tulus. Yakinlah rasaku dan rasamu tak mungkin mampu dihapus dan terhapus oleh apapun atau oleh siapapun.  Mari kita lihat masa depan dalam tatapan misteri yang sulit diuji. Charly Siera –bersambung

Komentar
Memuat...