Berubah, Berubah dan Berubah !

0 53

PERUBAHAN bukan sesuatu yang mustahil. Manusia sudah tentu memiliki peranan penting dalam perubahan. Sudah menjadi keharusan  manusia harus melakukan kapan dan di mana pun mereka berada.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”(QS. Ar- Ra’d 13:11 )

“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama (dengan kemarin) maka dia telah lalai (merugi), barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka dia terlaknat (binasa).”(ungkapan Arab).

Sebagian besar perusahaan lebih memerhatikan perhitungan kembalinya investasi asset modal mereka daripada aset manusia.  Suatu rencana usaha mungkin “buta”dengan biaya-biaya yang tak terlihat – yangberhubungan dengan penerimaan karyawan atau meningkatkan programpelatihan pada suatun sisi, atau pengurangan karyawan dan uang pesangon pada sisilain/ (Perry Pascarella, 1993).

Yang membuat kultur perusahaan ampuh adalah adanya nilai-nilai kebersamaan yang diungkapkandalam cara yang sama pada waktu yang sama. Bahasa nersamaini ini membuat komunikasi lebih mudah,yang memungkinkan kegiatan menjai terorganisasi (Homer J. Hagedorn).

Tidak ada kata lain dalam ilmu manajemen atau praktek bisnis yang begitumagis dan misterius selain kata change (berubah). Ia bahkan dianggap sebagai sesuatu yang paling abadi di dunia inj. Kadang ia melekat pada diri seseorang dan bekerja begitukuat. Getarannya dirasakan sampaike urat-urat nadi,  dan  begitu ia berjalan di samping kita, dunia seakan bergetar (Kasali, 2005).

Menurut Kasali pula ada sepuluh karakteristik change (perubahan). Di antara kesepuluh karatekteristik itu adalah perubahan dianggap begitu misterius, karena tak mudah dipegang. Ia bahkan memukul balik seakan tak kenal budi. Ia mencontohkan tokoh-tokoh seperti Soekarno,  Soeharto,  Abdurachman Wachid dan Megawati Soekarnoputri berkuasa, karena change,  tetapi juga diturunkan karena change.

Rata-rata pemimpin yang menciptakan perubahan tidak bekerja sendiri, tetapi ia punya keberanianyang luar biasa. Bahkan sebagian besar pemimpin  perubahan gugur pada usia perjuangannya.

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. ( QS. Ar- Ra’d 13:11 )

Di masa depan, dunia periklanan akan jatuh dan disusul  dengan bangkitnya public relation.  Seperti dikatakan Al  Ries dan Laura Ries (2003), tidak  ada hal yang lebih tidak berguna daripada iklan basi. Mungkin saja iklan itu akhirnya menempel di dinding sebuah biro periklanan atau buku iklan-iklan pemenang penghargaan. Tetapi sejauh menyangkut konsumen rata-rata,iklan adalah seekor kupu-kupu. Ia hidup sesaat lalu mati. Tidak begitu dengan publisitas.  Kisah yang bagus hidup selama-lamanya. Strategi public relations fundamental  adalah menggunakan sebuah kisah dalam satu penerbitan dan kemudian mengangkatnya ke penerbitan lain yang lebih tinggi. Atau dari satu medium (cetak) ke medium lain  (radio,  televisi dan cyber).

Kegiatan kehumasan di lembaga-lembaga bantuan dunia modern untuk mengatasi berhasil dengan banyak masalah, untuk membangun prestise bagi seorang individu atau kelompok, untuk mempromosikan produk, dan untuk memenangkan pemilu legislatif atau pertempuran. Mayoritas pekerja humas adalah staf karyawan yang bekerja dalam perusahaan atau institusi. Lainnya beroperasi di humas perusahaan konseling.

Public relations juga memainkan peran penting dalam industri hiburan. Teater, film, olahraga, restoran, dan individu semua menggunakan jasa public relations untuk meningkatkan bisnis mereka atau meningkatkan citra mereka. PR lainnya klien pendidikan, pelayanan sosial, dan lembaga-lembaga amal, serikat buruh, kelompok agama, dan masyarakat profesional.

Keberhasilan praktisi public relations adalah spesialisasi dalam seni komunikasi dan persuasi. Pekerjaan melibatkan berbagai fungsi di antaranya sebagai berikut: (1) program-yaitu, menganalisis masalah dan peluang, menentukan tujuan, menentukan masyarakat yang akan dicapai, dan merekomendasikan dan kegiatan perencanaan; (2) menulis dan mengedit bahan seperti siaran pers, pidato, laporan pemegang saham, informasi produk, dan publikasi karyawan; (3) menempatkan informasi dengan cara yang paling menguntungkan; (4) menyelenggarakan acara khusus seperti fungsi pers, program penghargaan, pameran, dan menampilkan; (5) mendirikan tatap muka komunikasi, termasuk persiapan dan pengiriman pidato; (6) menyediakan penelitian dan evaluasi dengan menggunakan wawancara, bahan referensi, dan berbagai teknik survei; dan (7) mengelola sumber daya dengan perencanaan, penganggaran, dan perekrutan dan pelatihan staf untuk mencapai tujuan tersebut. Keahlian khusus yang diperlukan untuk menangani penelitian opini publik, media relations, kegiatan direct mail, iklan kelembagaan, publikasi, produksi film dan video, dan acara khusus.

Meskipun kegiatan, tujuan, dan efek telah dikenakan pada waktu kritik parah, public relations adalah kekuatan yang signifikan di Amerika Serikat dan Eropa Barat. Untuk menghindari penyalahgunaan keterampilan profesional, beberapa organisasi humas telah mengembangkan kode etik untuk anggota. Di negara-negara totaliter, negara memiliki monopoli pada komunikasi, dan kegiatan public relations yang dikendalikan pemerintah. Jasa hubungan masyarakat sejauh hampir tidak terpakai di banyak negara berkembang, tetapi mereka cenderung menjadi perhatian pemerintah di masa mendatang.***

Cirebon,  Zulhijah 1437 H,

Oleh NURDIN M.NOER

Wartawan senior, pemerhati kebudayaan lokal

Komentar
Memuat...