Take a fresh look at your lifestyle.

Besaran Otak Albert Einstein

1 26

Guru Besar sains Institute for Advanced Study di Princeton University, Amerika Serikat, akhirnya meninggal dunia, pada tanggal 18 April 1955. Pencetus teori Relativitas yang terkenal dengan E=MC2 (kuadrat) pada tahun 1905 itu, meninggal setelah dia mengidap penyakit multifungsi organ vital dalam tubuh. Ia meninggal di suatu pengasingan dalam kesendirian, padahal ia masih tercatat sebagai Profesor di kampus dimaksud.

Waktu itu, dunia berduka. Termasuk Presiden Amerika Serikat yang sedang dijabat Dwight Eisenhower. Presiden Adikuasa dunia itu, dengan tegas menyatakan bahwa kematian Enistein, bukan hanya melahirkan duka bagi masyarakat dan pemerintahan Amerika Serikat,  tetapi, juga masyarakat seluruh dunia. Konstribusi Einstein demikian besar dalam melahirkan teori-teori fisika baru.

Melalui pikiran dan tangan trampil Eistein inilah, Fisika bukan hanya telah menjadi kiblat ilmu, tetapi, juga menjadi solusi akan kebutuhan manusia terhadap dunia ilmu. Karena itu, sosok Eisntein bukan saja layak dikenang, tetapi, masuk dalam kategori manusia berpengaruh di dunia temporer yang harus diabadikan.

Penemu E=MC2 Otaknya 15 Persen Lebih Besar

Pria kribo acak-acakan yang lahir pada tanggal 14 Maret 1879, dari keluarga Yahudi yang taat di Ulm, Wurttenburg, Jerman ini, telah melahirkan sejumlah kepenasaranan dari ilmuan dunia. Akhirnya para Santis dunia, memberikan kepercayaan kepada Saintis Kanada untuk meneliti otak Einstein. Setelah diteliti, ternyata diketahui kalua otak Einstein ternyata lebih besar, yakni sekitar 15 persen dibandingkan dengan kapasita rata-rata otak manusia pada umumnya.

Juara matematika sejak kecil ini, pernah hamper dikeluarkan dari sekolah. Namun Karena kecemerlangannya dalam dunia matematika, ia akhirnya tetap dipertahankan. Studinya terus menanjak sampai kemudian ia mengikuti pendidikan di Swiss Federal Polytechnic School Until, yang mendalami pengajaran matematika dan Fisika.

Ia juga dikenal pekerja tekun, sebagai asisten teknisi di Swiss Patent Office. Melalui pekerjaan ini pula, ia mengamati berbagai fenomena alam yang dianggapnya selalu memiliki kesetaraan energi dan massa benda. Inilah yang membuat dia melahirkan teori Relativitas dalam rumus yang tadi disebut dengan E=MC2 (kuadrat). Ia diangkat menjadi guru besar di Praha, namun kemudian kembali ke Zurich pada tahun 1921 dan kemudian dianugerahi Nobel perdamaian.

Selama bekerja di tempat tersebut, Einstein mendapat pencerahan terkait fenomena alam yang ia amati, hingga menelurkan Teori Relativitas tentang kesetaraan energi dan massa benda, Pada 1911, ia diangkat sebagai Profesor Fisika Teoritis di Praha, namun tak lama kemudian kembali lagi ke Zurich. Pada 1921, ia dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian. Ia termasuk di antara manusia yang dikejar Adolf Hiltler –penggerak Nazi Jerman–. Untuk menghindari kejaran mereka, ia akhirnya menetap di Amerika sampai meninggal dunia. ** Prof. Dr. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

  1. Sri hardianti-MPI/4 berkata

    Albert enstein merupakan seorang saintis yang sangat fenomenal. Ia sangat menyukai matematika dan fisika, dikenak sebagai orang yag tekun. Ia bekerja di suatu tempat, nah melalui pekerjaan ini, Ia mengamati berbagai fenomena alam yang di anggapnya memiliki kesetaraan energi dan massa benda. Ia merupakan penemu E=MC2 (kuadrat). Meninggal pada 18 april 1955.