Biarkan Aku Sendiri | Kumpulan Puisi Prof. Dr. Cecep Sumarna Part -18

Biarkan Aku Sendiri | Kumpulan Puisi Prof. Dr. Cecep Sumarna Part -18
0 280

Biarkan Aku Sendiri
Prof. Dr. Cecep Sumarna

Aku tak mungkin berada dalam shaf-mu
Karena persepsiku tentang dunia berbeda
Kamu juga tak mungkin memaksa diri untuk duduk
Dalam bangku yang kusajikan karena tak cukup untukmu

Aku tak mungkin membangunkan mimpimu
Karena aku sedang asyk dalam jenakanya khayalan
Khayalan yang mengidamkan wujud bumi indah
Tanpa ada sedikitpun paksaan atas apapun

Shafmu biarlah tetap kosong tanpa kami
Kuidzinkan karena kami sedang menatap dunia
dalam keasikannya sendiri tanpa sedikitpun yang mengganggu
Kan kubiarkan kau menikmati segala hal yang menurutmu dapat dinikmati

Jika pada akhirnya,
Kita tetap berbeda …
Biarlah itu tetap berjalan
Karena itu semua anugerah Tuhan

Tentang Prof. Dr. Cecep Sumarna

lahir di Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Cikuya, Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya pada tanggal 28 Oktober 1971. Ibu beranama Hj. Siti Mardiyah dan bapak bernama H. Muslim Suryana (alm). Dua sosok yang memiliki latar belakang berbeda. Bapak memiliki trah intelektual dan ibu memiliki trah kekayaan. Kakek ibu adalah raja tanah yang hamper menguasai sebagian besar tanah milik di sebuah tempat yang hari ini telah menjadi tiga desa.

Dibesarkan dalam kultur keluarga yang juga berbeda. Bapak kerjaannya selain mengajar di sekolah, ya membaca dan membaca. Tahun 1970-an, bisa anda bayangkan kalua bapak saya itu sudah menjadi pelanggan Jurnal Panji Masyarakat yang banyak mengulas pemikiran M. Natsir, Muhammad Room, Nurcholish Madjid, Amien Rais, Buya Syafi’i Ma’arif dan Abdurachman Wachid. Tentu selain Hamka dan belakangan beberapa tulisan Azyumardi Azra dan Qomarudin Hidayat. selengkapnya di Spktrum Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...