Bidadari Menanti Kyai Moderat di Pintu Syurga

1 12

Indonesia kembali berduka. Tokoh umat dari kalangan Nahdiyin, yang pemikirannya banyak diminati umat Islam Indonesia dan bahkan mungkin dunia, pulang menuju alam abadi. Mantan ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama, KH. Hasyim Muzadi, meninggal dunia dalam jutaan tangisan umat. Ia menghembuskan nafas terakhir pada hari Kamis, 16 Maret 2017, di Malang. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo yang dkenal santun dan moderat ini, menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang.

Saya mengenal pemikirannya, saat dia mulai menjadi Ketua PB NU. Tokoh yang tidak pernah tampil prima sebelumnya, tiba-tiba muncul ke dalam perhelatan global keumatan. Dan mungkin karena sama-sama berasal dari Pondok Pesantren Modern, Gontor, ketika menjabat ketua PB NU tampak sering bareng dengan Din Syamsudin, yang menjadi Ketua Umum PP Muhamadiyah. Berbagai tulisan penuh hikmah, di Harian Republikapun, akhirnya sering saya baca. Saya memandangnya, sebagai figur kunci moderasi Islam di Nahdiyin.

Tentu karena itu saya merasa sedih dan merasa kehilangan dirinya. Dan saya kira jutaan manusia lain sama, mengambil sikap seperti saya. Karena itu, kita patut mendo’akan dirinya, semoga Allah berkenan menempatkan dirinya di sisi-Nya dalam segenap kebahagiaan dan ketulusan cinta Tuhan.

Sang tokoh moderat itu, banyak dikunjungi tokoh-tokoh lain yang secara ideologis berbeda. Sebut misalnya, saat dia dirawat, hadir di awal Januari lalu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Dengan jiwanya yang kharismatik, KH. Hasyim menyampaikan pesan-pesan moral keumatan dan kebangsaan dengan cukup lugas.

Di antara pesan moral yang dia sampaikan melalui tokoh Muhmadiyah ini, sebagaimana dapat dibaca dalam tulisan Wihdan di Republika  16/3-16 adalah sebagai berikut:

  • Mendoakan Muhammadiyah tetap terus bergerak dan berhasil”. jelas Haedar seperti dikutip laman www.pwmu.co.
  • Ia berharap Muhammadiyah dan tokoh-tokoh Islam lainnya terus peduli pada persoalan bangsa. “Beliau menyebutnya persoalan bangsa sedang banyak masalah,”dan
  • Ia mengharapkan para tokoh bangsa dan umat untuk terus merawat jiwa kepemimpinan. Bukan sekadar pemimpin, tapi yang punya kualifikasi. “Memimpin dengan hati nurani, memimpin dengan hati”.

Waspadai Kebangkitan Komunis

Berbeda dengan pesan Hasym yang disampaikan kepada Ketua Umum PP Muhamadiyah, kepada petinggi militer, pesannya sangat ideologis. Kepada Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI I Made Sukadana, misalnya,  yang menjenguk sekitar sepuluh menit di rumah sakit dimaksud, ia mewanti-wanti akan bahaya komunisme. Komunisme dianggap sebagai faham yang dapat memecah belah bukan saja Muslim, tetapi juga bangsa Indonesia.

Masih dalam berita duka di Republika, Pangdam ini menyatakan bahwa KH. Hasym “Tidak bercerita masalah sakitnya. Ia tetap memikirkan bangsa karena beliau sosok yang sangat nasionalis dan prihatin dengan kondisi bangsa saat ini.

Hasyim berharap agar TNI bersama dengan para kyai dan rakyat menjaga persatuan bangsa Indonesia. Ia juga menitipkan agar Kyai dan TNI bersatu menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Ia meminta agar antara TNI, Polri, dan ulama saling mengenal dan berkomunikasi.

Pangdam ini juga menyatakan bahwa pada saat dibesuk, mantan ketua umum PBNU tersebut mengungkapkan pentingnya menjembatani ekstrem kiri dan ekstrem kanan di Tanah Air. Kiai Hasyim meminta agar aparat penegak hukum dan ulama bersatu menjaga keutuhan bangsa.

Selamat Jalan Kyai … semoga bidadari Syurga menjemputmu di alam abadi. By. Prof. Cecep Sumarna

  1. Rahmat Maulana berkata

    pendidikan lebih dikonsentrasikan kepada manausia, mengingat manusia adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah dalam struktur fisiologis dan psikologisnya yang memungkinkan mereka mengeksploitasi alam atau makhluk lainnya. dengan demikian manusia mempunyai potensi untuk dididik dengan baik karena manusia mempunyai pendengaran, penglihatan, bahkan hati nurani dalam usaha sadar dan keterkaitanya dengan memanusiakan manusia.
    sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik pada lingkungan belajar untuk mencapai tujuan guna mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.