Inspirasi Tanpa Batas

Bidang Penundukan Dalam Filsafat Pendidikan

0 14

Filsafat pendidikan Islam menetapkan bidang penundukan di mana perlengkapan kesadaran manusia –akal, pendengaran dan penglihatan harus diarahkan kepadanya. Nilai penetapan ini adalah menjaga perlengkapan ini agar tidak mengarahkan kepada apa yang tidak mungkin diteliti. Dan tidak memboroskan kemampuan-kemampuan ini kepada hal-hal yang tidak terbatas. Yakni berupa metafisika yang tidak memiliki bukti-bukti.

Bidang Penundukan

Bidang-bidang penundukan tersebut menentukan dua bidang pokok, yakni bidang alam dan bidang jiwa. Dan kita di sini memusatkan perhatian kepada bidang alam dan menunda penjelasan tentang bidang jiwa di tempat lain karena tidak adanya hubungan langsung dengan hubungan manusia dengan alam.

Sisi-sisi penundukan dalam bidang alam ditentukan dalam tiga unsur alam yang pokok, yakni ruang angkasa yang inderawi, wilayah kering yang tersentuh dan air yang ada di samudera dan laut dan ramifikasi dari keduanya. Dan dari ketiga bidang ini bercabang bidang-bidang cabang yang tidak terbatas

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai” (32), “Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang” (33) (Qs. Ibrahim [14]: 32-33)

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni`mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan” (Qs. Luqman [31]: 20)

Yang ada di langit dan bumi memiliki penjelasan yang panjang lebar, di antaranya:

Bidang Perbintangan dan Astronomi

Bintang-bintang ditundukkan bagi manusia dan dengan kemampuannya ditemukan hukum, kekhususan dan kemanfaatannya untuk kehidupan ilmiah dan rasionalnya.

وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ

“Dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu” (Qs. Ar-Ra’d [13]: 2).

“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),” (Qs. An-Nahl [16]: 12)

“Dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari” (13), “Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui” (14) (Qs. Faathir [35]: 13-14)

Dan disamakan dengan bidang perbintangan dan astronomi adalah ruang terbuka yang luas dan apa yang ada di dalamnya berupa angin dan fenomena-fenomena alam, dan apa yang berjalan di dalamnya –atau yang menghantarkan pada penemuannya- berupa sarana pergerakan di ruang yang luas.

فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيحَ تَجْرِي بِأَمْرِهِ رُخَاءً حَيْثُ أَصَابَ()وَالشَّيَاطِينَ كُلَّ بَنَّاءٍ وَغَوَّاصٍ()وَءَاخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ

“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya,” (36), dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan, semuanya ahli bangunan dan penyelam,” (37), dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu” (38) (Qs. Shaad [38]: 36-38)

Bidang Laut dan Samudera

Laut dan samudera dan apa yang ada di dalamnya yang ditundukkan untuk manusia untuk memanfaatkannya dalam kehidupan materi dan mendapatkan petunjuk dengan hikmah yang ada dalam penciptaan dan hukum-hukumnya dalam kehidupan rasional dan kejiwaannya.

اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Allahlah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur” (Qs. Al Jaatsiyah [45]: 12).

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ(14)

“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur” (14) (Qs. An-Nahl [16]:14).

Bidang Wilayah Kering

Ayat-ayat yang berbicara tentang bidang ini berbarengan dengan wilayah kering untuk maksud dan tujuan materi dan rasional itu sendiri,

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia” (Qs. Al Hajj [22]: 65)

Penundukan dalam ayat-ayat di atas menunjuk kepada kesatuan ketiga wilayah pokok dan keseimbangan yang ada di antara ketiganya. Di antara fenomena keseimbangan ini adalah bahwa Allah mengendalikan apa yang ada di ruang angkasa berupa matahari; bulan; bintang dan yang berjalan di sekitarnya. Bisa berupa pesawat terbang, roket, pembawa bom atom untuk jatuh ke bumi. Namun pengendalian ini tidak bersifat mutlak. Akan tetapi kehendak dan telinga makhluk hidup mampu menggagalkan jatuhnya sebagian meteor, bintang, pesawat dan roket. Kita tidak tahu kembalinya peralatan nuklir dan satelit buatan yang membawa kehancuran ini.

Penjelasan Al Quran Dalam Setiap Ketiga Bidang Pokok Penundukan

Qur`an juga mempresentasikan sebagian penjelasan yang ada dalam setiap ketiga bidang pokok penundukan, di antaranya adalah:

 الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ(10)وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا كَذَلِكَ تُخْرَجُونَ(11)وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ(12)لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ(13)وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ(14)

“Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk” (10), “Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)” (11), “Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasang dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi” (12), “Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat ni`mat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan, “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,” (13), “dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami” (14) (Qs. Az-Zukhruf [43]: 10-14).

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi`ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur” (Qs. Al Hajj [22]: 36).

Ayat Lainnya:

وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُدَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ

“Dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud” (Qs. Al Anbiyaa` [21]: 79).

إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ(18)وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ(19)

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,” (18), dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat ta`at kepada Allah” (19) (Qs. Shaad [38]: 18-19).

Oleh: Dr. Majid Irsani Al Kailani

Komentar
Memuat...