“The Billionaire” Film Yang Mengajari Kamu Arti Entrepreneurship

0 51

George Bernard Shaw pernah mengatakan jika orang selalu menyalahkan keadaan atas apa yang telah menimpa mereka. Namun orang yang berhasil justru adalah mereka yang berusaha menciptakan keadaan yang mereka inginkan dan jika mereka tidak mampu menemukan keadaan itu, mereka tidak segan untuk menciptakannya.

Itulah yang dilakukan dan dialami oleh Top Ittipad, sang entrepreneur muda nan sukses negeri gajah putih. Jika Anda pernah menonton film yang berjudul “The Billionaire”, Ya tentu Anda akan menemui kisah hidup Top yang dramatis di Film Billionaire.

Singkatnya, pada usia 16 tahun , Top begitu kecanduan online games. Ia begitu kecanduan pada permainan ini sampai ia berani untuk meninggalkan bangku kuliahnya. Dan menjadi seorang penjual kacang pada pusat perbelanjaan. Ketika berjualan kacang, ia gagal karena produknya tidak diminati pasar waktu itu.

Ketika usia 18 tahun, keluarga Top mengalami rintangan berat. Akibat kebangkrutannya Top harus bekerja keras dan memutar otak bagaimana melunasi utang senilai 40 juta baht. Ketika usia 19 tahun, Top merintis bisnis kuliner dengan produk andalannya yaitu kudapan rumput laut bermerek “Tao Kae Noi”. Makanan ringan rasa asin yang biasa disebut nori ini terjual luas di seluruh gerai waralaba “Seven Eleven” di segala penjuru Thailand.

Sekarang Top hidup dengan lebih mapan dengan penghasilan yang lebih fantastis tentunya: 800 juta Baht per tahun. Dan tengah memperkejakan sebanyak 2000 orang karyawan di perusahaannya.

Antusias dan Bersemangat

Dalam film yang dikisahkan bahwa Top Ittipad tak memulai bisnis dengan pengetahuan, wawasan dan pengalaman berbisnis mumpuni. Namun, Top Ittipad sangatlah antusias dan bersemangat untuk mendapatkan masukan dan segala pelajaran dari orang lain di sekelilingnya. Top Ittipad tak kenal kata menyerah untuk menggunakan dana yang sudah dia pinjam dan selalu menyempurnakan metode bisnisnya waktu ke waktu.

Top Ittipad dan Tao Kae Noi
Top Ittipad dan Tao Kae Noi

Saat ketika menemui kebuntuan berbisnis, Top menolak berputus asa dan terus melaju dengan alternatif yang ia miliki, meskipun berbagai yang ada di sekelilingnya mencoba menggoyahkan tekadnya dan menolak membuka pintu peluang baginya.

Ia begitu terbuka terhadap peluang dan bekerja keras mewujudkan impiannya meskipun nyatanya ia harus melawan pendapat dan pemikiran orang-orang di sekelilingnya dan mendobrak aturan dengan lazim. Ia mengetahui apa yang akan ia capai sangat berarti bagi dirinya dan keluarganya sendiri.

Kisahnya mengingatkan kita pada pelajaran entrepreneurial dari Thomas Alfa Edison yang mengatakan: “Saya tak gagal. Saya hanya menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil”.

Sama dengan kasus Top, ia memiliki keyakinan bahwa tidak ada yang disebut kegagalan, yang ada hanya berpua masukan! Apakah Anda sebagai entrepreneur menyerah terlalu awal dan mengijinkan kelemahan kita untuk membatasi keyakinan kita terhadap masa depan? Itulah mungkin yang harus kita jawab.

Mungkin apa yang menahan kita untuk mencapai visi dan misi serta tujuan hidup kita adalah ketakutan, kecemasan dan keraguan dalam diri kita. Hanya sedikit orang yang menyadari bahwa terobosan besar datang dari kapasitas seseorang untuk menyongsong ketidakpastian. (dhirga)

(Tao Kae Noi) (Billionaire)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.