Boedi Oetomo Membangkitkan Ghairah Indonesia

0 30

Boedi Oetomo Membangkitkan Ghairah Indonesia. Indonesia harus bangkit. Bangkit dari tidur lelapnya sebagai bangsa pribumi yang diposisikan sebagai inlander. Bangsa yang tidak memiliki akses pendidikan yang baik, karena Nusantara masih dikuasai Hindia Belanda. Penjajah Belanda, selalu menempatkan bangsa pribumi sebagai kucing kurap yang tidak ada harganya di mata mereka.

Kalimat yang disampaikan seorang pemuda ini, telah menyentuh banyak bangsa Indonesia. Gagasan seorang pemuda Indonesia yang terdidik dalam lingkup pendidikan moderen telah menyentak banyak kalangan. Namanya dr. Soetmo. Sarjana kedokteran yang dihasilkan Universitas ternama di Belanda. Dialah sosok yang tersentuh hatinya ketika menyaksikan bagaimana bangsa pribumi tidak memiliki akses pendidikan. Karena mereka tidak memiliki akses pendidikan, maka, kecenderungannya mereka menjadi terbelakang.

Soetomo muda menyaksikan bagaimana bangsa Indonesia begitu memperihatinkan. Memperihatinkan dalam konteks sosial, budaya, pendidikan, ekonomi apalagi politik. Sekalipun untuk dirinya sendiri, Soetomo adalah sarjana produk Barat, tetapi ia sadar, bahwa jika bangsa pribumi tidak dididik dengan baik, mereka tidak mungkin menjadi manusia yang melek. Yang tidak melek, tidak mungkin memperjuangkan hak-haknya, karena mereka tidak mengerti akan haknya. Yang tidak memperjuangkan hak-haknya itu, menurut Soetomo, tidak mungkin digerakkan untuk menghasilkan kemerdekaan.

Sedikit Mengenal Sosok Soetomo

Pria yang lahir tanggal 30 Juli 1888,  di Loceret, Nganjuk, Jawa Timur ini adalah adalah salah satu pendiri BO tanggal 20 Mei 1908. Ia merupakan Keturunan Kyai sekaligus pejabat pemerintah setempat. Ayahnya bernama R. Soewadji. Ia adalah seorang pemangku Desa, tepatnya di desa Ngapeh. Kakeknya Soetomo adalah Kyai besar. Namanya KH. Abdurrachman, yang dikenal alim di Nganjuk.

Dialah yang membesarkan Boedi Oetomo. Suatu organisasi kepemudaan pertama di Hindia Belanda. Semangat yang diusung organisasi ini adalah mengembangkan pendidikan untuk masyarakat pribumi. Meskipun ia tidak sempat menyaksikan Indonesia merdeka, tetapi, BO menginspirasi kesadaran masyarakat banyak.

Sosok yang meninggal setelah 10 hari dari perayaan ulang tahun berdirinya Boedi Oetomo [1938], Allah menjemputnya ke alam abadi. Soetomo meninggal pada usia 50 tahun. Ia dikebumikan di Surabaya. Meski ia meninggal sebelum Indonesia merdeka, sekali lagi, spirit yang dibawanya sangat luar biasa mempengaruhi kesadaran bangsa Indonesia.

Dia sosok yang menginspirasi, bagaimana suatu pergerakan harus dilakukan melalui dunia pendidikan. Karena itu, kelahiran Boedi Oetomo dikenang hari ini, oleh bangsa Indonesia dengan Hari Kebangkitan Nasional. By, Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.