Take a fresh look at your lifestyle.

Broiler adalah Bisnis Ketuhanan

2 3

Konten Sponsor

Bisnis ayam broiler adalah bisnis ketuhanan. Bisnis yang hanya bersandar pada kekuasaan dan kekuatan Allah. Lebih dari itu, disumbang potensi manusia. Sebetapapun semangat dan ahlinya seseorang dalam mengelola bisnis ini, jika Tuhan tidak memberi ruang akan keberhasilan pada bisnis ini, dapat dimungkinkan, bisnis ini akan menuju kebangkrutan total.

Bisnis ini adalah bisnis hati dan tidak selalu harus menggunakan banyak logika. Mengapa? Karena dalam bisnis ini, sebetapapun kita sudah membuat kalkulasi keuntungan dengan tingkat presisi yang sangat tinggi sekalipun, seringkali di last minute, kerugian datang menyapa dan bahkan menerkan semuanya. Yang kita kelola dalam bisnis ini adalah makhluk hidup, dan pemiliki kehidupan adalah Dzat atau Wujud Yang Maha Hidup, yakni Allah swt. Karena itu, tingkat kepasrahan akan kemahaagungan Allah dari bisnis ini, akan menjadi pintu keberhasilan tentu selain maksimalisasi usaha manusia.

Secara kalkulatif, bisnis dalam bidang ayam broiler memang sangat menjanjikan. Tetapi, jika sedikit saja di hati kita ada rasa sombong, rasa tidak peduli serta merasa bahwa segalanya sudah kita persiapkan dengan matang, perubahan akan keuntungan dari bisnis ini tiba-tiba menghilang entah ke mana. Kerugian itu datang dari kematian berantai atau dari harga ayam yang tak menentu di pasaran. Karena itu, usaha dalam jenis ini, diperlukan kemampuan dalam menguasai manajemen resiko karena bisnis ini sangat tinggi resikonya. Kita tidak perlu menghitung keuntungan, karena keuntungannya pasti di depan mata dengan jumlah yang sangat tinggi. Yang harus kita hitung dalam bisnis broiler justru adalah resiko kerugiannya. Mengurangi resiko kerugian itulah, yang disebut dengan keuntungan bisnis ini. Semakin kecil resikonya, maka, semakin besar tingkat kemungkinan untungnya.

Pengalaman Pribadi

Secara pribadi, saya hampir tiga tahun mengelola perusahaan yang bergerak dalam bisnis ini. Kami bernaung di TPUP ltd. Perusahaan ini, merupakan perusahaan keluarga meski dibingkai dalam petroleum yang berskala nasional. Berbagai dinamika dalam bisnis ini, selalu akan mendorong jiwa kita berselancar dalam medan-medan yang sebelumnya sulit diprediksi. Masalah yang muncul dalam bisnis broiler selalu berubah dengan tingkat perubahan yang sangat tinggi. Saya yang dipercaya pihak perusahaan untuk mengelola bisnis ini, terpaksa harus banyak menghabiskan waktu di tengah-tengah lingkungan yang mungkin oleh sebagian pihak dianggap berlebihan.

Tetapi, jika prosesnya dinikmati dengan baik, maka, bisnis inipun memiliki ruang yang cukup baik juga. Karena itu, selain banyak pasrah kepada Tuhan yang saya imani, dalam menjalani bisnis ini, saya juga terpaksa harus banyak berada di kandang, meski perusahaan ini memiliki pegawai tidak kurang dari 20 orang. Kenapa? Saya merasa bahwa menekan resiko akan jauh lebih penting dibanding saya harus banyak duduk di atas meja kerja.–Arip Amin, M.Pd/Direktur Utama TPUP ltd