Bukit Mempari, Antara Pesona Keindahan dan Mitos Yang Dipercaya

0 29

Kebiasaan- kebiasaan dalam masyarakat yang sudah menjadi kesepakatan bersama terkadang menjadi kepercayaan. Hal demikian, misalnya, penulis temukan didaerah Bangka, Desa Jebus. Disana terdapat sebuah bukit yang dipercaya penduduk desa membawa keberkahan tersendiri. Bukit tersebut diberi nama bukit mempari. Bukit ini dikelilingi oleh perkampungan warga. Uniknya, setiap sudut jalan yang menuju bukit tersebut tersaji sesajen yang disajikan warga setempat.

Konon, apabila ada seseorang yang tersesat dalam bukit tersebut, dan ia menemukan sebuah kolam yang berisi ikan pari, maka ia akan mendapat keberuntungan. Entah kepercayaan ini benar atau tidak, secara logika bahkan teori apapun tidak dapat membuktikannya. Namun, percayalah bahwa bukit tersebut disakralkan para penduduk dan benar- benar dipercaya. Mengapa demikian? Hal ini dipercaya mampu membawa keberkahan bagi siapa saja yang mempercayainya.

Bukit Mempari; Mitos yang Dipercaya

Dahulu sekali, masyarakat sengaja berbondong- bondong masuk ke bukit tersebut. Hal itu dilakukan sekedar untuk berburu dengan harapan tersesat dibukit tersebut, lalu kemudian menemukan kolam yang berisi ikan pari. Namun, pada kenyataannya banyak orang yang tidak menemukannya atau hasilnya nihil.

Sedangkan, mereka yang ternyata yang tidak sengaja memasuki bukit dimaksud, bersaksi bahwa mereka pernah melihat kolam tersebut yang berisi ikan pari. Setelah beberapa bulan kemudian, orang tersebut mendapat kesuksesan dibidang usahanya, tentu kesuksesan dimaksud adalah keberkahan dan kemajuan usaha yang sangat pesat.

Pengalaman itu kemudian disampaikan kepada penduduk lainnya. Itulah kenapa, sampai saat ini bukit tersebut dipercaya membawa keberkahan yaitu jika orang yang tersesat di tempat tersebut kemudian menemukan kolam ikan pari maka, ia akan mendapatkan keberuntungan dalam hidupnya.

Melalui cerita ataupun mitos diatas, penulis ingin menyampaikan bahwa kita sebagai manusia, khususnya kita yang “mengaku” muslim, hanya patut mempercayai hukum- hukum yang ada dalam agama islam melalui al-quran dan hadist. Mengenai hal tersebut diatas, kita tidak diwajibkan mempercayai ataupun meyakini. Hanya saja, sebagai bentuk budaya dan kearifan lokal, tentu kita harus menghargai apa yang di sangkralkan masyarakat, sekalipun hal itu kita anggap sebagai mitos belaka. Oleh: APANDI GALAPAGOS

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Komentar
Memuat...