Bukti Kekejaman Pemerintah Myanmar Terhadap Muslim Rohingya

0 84

Kekejaman pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingya tidak ada hentinya. Semakin lama justru semakain membabi buta, terbukti ratusan ribu warga rohingya sudah mengungsi kenegara tetatangga nya yaitu Banglasdesh.

Berawal dari sorang Biksu Wirathu yang sangat benci terhadap Muslim Rohingya hingga kemudian melancarkan kampanye provokatif yang menyulut pembantaian, pemerkosaan dan pembakaran ribuan rumah. Padahal, sebanarnya dalam teorinya agama Budha mengajarkan kedamaian dan kasih sayang. Biksu ini adalah pencetus gerakan anti-Islam 969 itu menyebut bahwa muslim Rohingnya adalah “anjing gila”.

Ungkapan biksu itu tidak disebutkan  secara sembunyi-sembunyi melainkan mengungkapkan langsung di dalam khutbah yang diliput media internasional, dia secara terang-terangan memproklamirkan diri sebagai musuh Islam.

“Anda bisa berikan kebaikan dan rasa kasih, tetapi Anda tidak bisa tidur di samping anjing gila” kata Wirathu seperti dikutip The New York Times, 21 Juni 2013. Yang dimaksud “anjing gila” oleh Wirathu adalah Muslim Rohingya sebagaimana tema khutbahnya.

Sampai saat ini rupanya pidato anti-Islam itu terus disuarakan Wirathu, mereka masih memusuhi Muslim Rohingya, bahkan memprovokasi kaum Budha untuk memboikot dan membantai mereka.

Pembakaran Rumah Muslim Rohingya

Gambar Satelit Menunjukkan Pembakaran Rumah Muslim Rohingya
Gambar Satelit Menunjukkan Pembakaran Rumah Muslim Rohingya  (hrw.org)

Pembakaran rumah dan pembantaian muslim rohingya yang sangat keji dan pemerkosaan dilakukan oleh milter dan etnis Budha sampai saat ini belum pula berhenti. Citra satelit yang baru saja dirilis, menunjukkan bahwa setidaknya 1.500 rumah di desa-desa Rohingya telah dibakar sejak awal Oktober 2016, menurut laporan Human Rights Watch yang dirilis pada hari 9 Desember 2016.

Kelompok Hak Asasi Manusia menyalahkan serangan pembakaran rumah dan pembantaian itu kepada tentara Myanmar. Selama puluhan tahun tentara Myanmar telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap Rohingya dengan dalih memerangi gerilyawan Islam.

Daerah Rohingya yang diduki lebih dari 1 juta orang muslim mereka harus menjadi korban diskriminasi oleh Penduduk Myanmar yang didominasi penduduk Buddhis, dan mereka menolak keberadaan Muslim di Rohingya.

Krisis Pengungsi Muslim Rohingya

Rohingya saat ini mengalami krisis pengungsi. Mereka harus pergi dari tanah kelahirannya untuk menyelamatkan diri dari pembantaian yang terus menerus dilakukan oleh milter dan  etnis Budha. Menurut laporan huffingtonpost.com, saat ini diperkirakan 200.000 orang telah berhasil mengungsi ke negara tetangga Bangladesh. Mereka saat ini tinggal di kamp-kamp yang telah disediakan oleh negara tersebut. Ribuan orang lainnya mengungsi ke negara tetangga lainnya seperti Indonesia dan Malaysia.

Baru-baru ini serentetan serangan dilakukan oleh polisi Myanmar. Serangan ini dilancarkan pasca terbunuhnya 9 orang anggota polisi Myanmar pada 9 Oktober lalu. Mereka (Polisi Myanmar) menuding bahwa yang melakukan pembunuhan adalah anggota militan Rohingya. Sebagai bentuk perlawan, mereka menyerang desa-desa yang berada di Rohingya menggunakan helikopter tempur.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa tentara Myanmar telah menggunakan helikopter tempur untuk menembaki warga sipil. Mereka juga mengatakan tentara telah membakar rumah-rumah mereka.

Pengungsi Rohingya
Photo: Bukti Tangisan Pengungsi Rohingya (thedailybeast)

Reuters juga melaporkan bahwa pada akhir Oktober lalu, puluhan wanita didesa-desa diperkosa oleh militer. Mereka menodongkan sejata dan memaksa (wanita rohingya) untuk melayani nafsu bejat anggota militer.

Polisi dan para pejabat di Rakhine telah menepis tuduhan pelanggaran HAM anggota militer terhadap orang Rohingya. Salah satu anggota parlemen Myanmar mengatakan kepada BBC. Bahwa “Wanita Rohingya terlalu “kotor” bagi tentara Myanmar untuk diperkosa”. Dan menyalahkan serangan pembakaran terhadap militan, “padahal militan Rohingya lah yang membakar rumah masyarakat mereka sendiri”. Ungkapnya.** (A/ML)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.