Bulan Merah Bata : Sebuah Cerita Yang Luar Biasa

0 19

Betapa pun modern dan futuristik kedengarannya kata stasiun ruang angkasa itu, kata itu telah merupakan gagasan yang sudah ada sejak lama. Lebih dari 100 tahun yang lalu, majalah Atlantic Monthly menerbitkan sebuah novel pendek yang luar biasa, berjudul The Brick Moon (“Bulan Merah Bata”). Cerita itu terbit dalam 4 bagian, terbitan November dan Desember 1869 dan terbitan Januarti dan Februari 1870. Namun baru akhir tahun 1870, diketahui siapa pengarang The Brick Moon, yaitu Edward Everett Hale, seorang pendeta berkebangsaan Amerika yang saat ini banyak dikenal oleh anak-anak sebagai pengarang cerita pendek terkenal “The Man Without a Country” (Manusia Tak Bertanah Air).

Cover Novel The Brick Moon
Cover Novel The Brick Moon

The Brick Moon ( Bulan Merah Bata ) menceritakan sebuah stasiun ruang angkasa bernama Brick Moon. Stasiun itu bulat bentuknya, dengan diameter 60 m. Stasiun di rancang untuk mengorbit bumi pada jarak 6400 km dan untuk berperan sebagai pusat penunjuk navigasi atau jalan untuk kapal-kapal mengarungi lautan luas.

Keadaan berubah, Brick Moon secara tidak sengaja meluncur sementara para ahli dan keluarga yang sedang mengunjunginya berada di dalamnya. Tidak disangka, Brick Moon menjadi sebuah stasiun ruang angkasa pertama di Bumi. Bahan makanan dan persediaan lainnya, termasuk buku dengan cepat sekali di kirim ke koloni dengan 17 orang penghuni yang sekonyong-konyong terdampar di angkasa. Penghuni itu kemudian menjadi terbiasa oleh cara-cara hidup baru mereka. Mereka hidup dalam iklim tropis dan dapat menanam berbagai macam tanaman.

Banyak Gagasan Lainnya Tentang Stasiun Ruang Angkasa

Kira kira pada tahun 1920-an, seorang Kapten Pasukan Kekaisaran Austria bernama Hermann Noordung (nama samara Hermann Potochik), mengusulkan sebuah rencana yang terpirinci untuk sebuah stasiun ruang angkasa, yang terdiri atas 3 bagian utama: sebuah Wohnrad, atau roda bergerak, tempat awak stasiun tinggal; sebuah modul tenaga penggerak, dan juga sebuah observatorium.

Wohnrad berbentuk seperti kue donat, mempunyai radius 15 m, dan dirancang untuk berotasi mengelilingi pusat tengah. Gerakan rotasi yang timbul akan berperan sebagai gaya berat buatan di sepanjang perimeter, atau garis lingkaran luar kue donat itu.

J.D. Bernal
J.D. Bernal

Yang tidak kalah semangatnya adalah gagasan yang diajukan oleh J.D. Bernal, seorang berkebangsaan Inggris, dalam bukunya The World, the Flesh and The Devil. Terbitan tahun 1929. Bernal melihat bahwa pada suatu saat manusia akan dapat membangun tempat tinggal yang permanen di ruang angkasa.

Stasiun ruang angkasa J.D. Bernal berbentuk bulat dan luar biasa luasnya, berdiameter 16 km. Ia tidak merencanakan menciptakan gaya berat buatan di dalam stasiun ruang angkasanya. Sebalikanya ia beranggapan bahwa “tidak ada alasan untuk tidak memperkirakan bahwa akhirnya kita pasti menyesuaikan diri dengan keadaan tanpa berat”. J.D. Bernal berkeinginan menempatkan stasiun ruang angkasa di orbit yang melingkari matahari, tempat mereka dapat mengadakan observasi terhadap system bagian-bagian matahari.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.