Inspirasi Tanpa Batas

Bumi Jilid Dua Kembali Ditemukan NASA

0 36

Konten Sponsor

Pusat Tata Surya [Matahari] ternyata tidak tunggal. British Broadcasting Corporation (BBC) yang beroperasi sejak tahun 1927 di London, baru-baru ini memberitakan temuan NASA. Rilis mereka pada Jumat, 15/12/2107 itu, menyebut bahwa di luar Galaxi kita, terdapat sejenis tata surya lain yang sangat mirip dengan tata surya kita. Para insinyur Google yang menggunakan artificial intelligence [kecerdasan buatan] bernama machine learning, menemukan planet seukuran Bumi yang mengelilingi bintang berbeda.  Inilah yang disebut dengan Kepler 80g.

Machine Learning sengaja diciptakan untuk mencari dan menemukan planet-planet yang luput dari pengamatan. Penemuan tata surya baru tersebut didasarkan pada data pengamatan yang dilakukan Teleskop Kepler milik NASA. Astronom akhirnya memperkirakan bahwa sistem itu terususun dalam urutan yang serupa dengan tata surya yang sudah menjadi bagian dari kita. Kondisi tata surya baru itu, versi mini dari Tata Surya kita. Planet-planet kecil ada di dalam. Planet-planet besar ada di luar.  Namun semuanya berjarak berdekatan. Itulah ungkapan Andrew Vanderburg. Ketua tim peneliti University of Texas di Austin,

NASA dan Kejutan Ilmiah

NASA atau National Aeronautics and Space Administration  adalah lembaga luar angkasa milik Amerika Serikat. Lembaga ini kembali menyuguhkan informasi tentang ditemukannya “Matahari” di luar Galaksi, tetapi sangat mirip dengan tata surya kita.Penghimpun ilmuan kaliber dunia ini, sampai saat ini belum memiliki petanding berarti dalam menghasilkan kajian dan temuan luar angkasa. Kita tahu bahwa, melalui lembaga inilah program luar angkasa Amerika dipertaruhkan.

Temuan Nasa terakhir soal Kepler-90, belum juga mendapat respons dari “musuh” ilmiah bebuyutannya, Roskosmos. Lembaga ilmiah luar angkasa milik Rusia ini, malah tampak sibuk membenahi diri ketimbang melakukan eksplorasi ke luar. Diketahui bersama bahwa Roskosmos dulu bernama Badan Antariksa Federal Russia [BAFR]. Tetapi, ia mengalami Perubahan nama di era Vladmir Puttin pada 28 Desember 2015. Alasan pentingnya, lembaga ini, lamban merespons perkembangan ilmu luar angkasa. Lambannya respon dimaksud, karena lembaga ini terlalu banyak yang tidak bertanggungjawab. Para ilmuan malah banyak yang terlibat korupsi.

Puttin mengganti nama BAFR menjadi Roskosmos dengan tugas yang sama, yakni menjadi lembaga agensi pemerintah Rusia dalam soal luar angkasa. Lembaga ini bertanggung jawab penuh atas program ilmu angkasa mereka. Lembaga tersebut, sampai saat ini belum merilis komentarnya atas temuan Nasa ini.

NASA dan Kepler – 90

Matahari yang menjadi pusat tata surya kita, ternyata tidaklah tunggal. Di Galaksi lain, terdapat tata surya lain, yang oleh para ilmuan disebut dengan Kepler-90. Temuan ilmiah baru dalam bidang luar angkasa yang dirilis NASA, berarti telah melengkapi ditemukannya 3.500 exoplanet  [planet di luar tata surya].

berhasil  menemukan sebuah bintang “mirip” Matahari. Lembaga yang melakukan penelitian umum luar angkasa berjangka panjang ini, baru-baru ini merilis Kepler-90 ternyata dikelilingi delapan planet. Bukan tujuh planet sebagaimana telah dirilis beberapa tahun sebelumnya.

Aspek terbarunya adalah, penelitian dulu menyebut ia dikelilingi 7 planet, ternyata ia dikelilingi 8 planet. Posisinya mirip sekali dengan tata surya yang “kita miliki”. Inilah sistem planet terbesar di luar sistem tata surya kita yang pernah ditemukan para ilmuan temporer. Bintang besar yang menjadi pusat sistem itu diberinama Kepler-90. Diduga, Kepler 90 jauh lebih panas dibandingkan dengan Matahari.

Untuk menggambarkan seberapa dekat jarak antar planet, jarak planet terluar di tata surya itu dengan bintang induknya sama dengan jarak Bumi ke Matahari. Planet kedelapan yang mengorbit Kepler-90, berukuran cukup kecil sehingga memungkinkannya tersusun atas bebatuan layaknya Bumi. Planet baru yang dijuluki Kepler-90i itu, menyelesaikan satu kali orbit setiap 14,4 hari. Ia diperkirakan memiliki suhu permukaan yang panas, yakni sekitar 425 derajat Celcius. Team Lyceum Indonesia –dari berbagai sumber–

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar