Bumi Terus Digali, Apa Kabar Cucu Kita Nanti.?

0 12

Kota Serumpun Sebalai yang asri dan bersih, kaya akan keindahan alamnya. Terletak di bagian dari sebuah pulau di utara Sumatra.  Kota yang terbentuk hanya dari beberapa gugusan kepulauan ini juga di sebut sebagai kota timah. Bagaimana tidak, negara ini mengakui bahwa pulau ini adalah Pulau penghasil timah terbesar di Indonesia. Memang benar, orang lebih mengenal kota ini dengan sebutan Kota Bangka. Sebuah Kota yang kaya akan sumberdaya alamnya. Bumi Digali – Apa Kabar Cucu Kita Nanti?

Sebuah Dominasi Etnis

Dalam mengembangkan pertambangan, etnis Cina kebanyakan merupakan pemegang modal, karena rata-rata masyrakat Cina yang memiliki alat berat, dan memiliki banyak modal untuk pembebasan lahan. Lalu masyarakat lokal sendiri hanya sebagai kariyawan, atau buruh. Terdengar timpang memang, namun itu realitanya.

Penambangan Yang Mematikan Alam

Dalam proses penambangan kedalam bisa beragam sesuai dengan keberadaan timah, minimal kedalaman 7 meter bahkan lebih sampai batas maksimal 30 meterkarena setalah itu munculah timah untuk proses pembersihan. Proses penggalian tanah pun bertahap, awal mula adalah lapisan tanah biasa,setalh itu gambut,pasir garam,kale (tanah liat), kaksa (tempat timah yang bercampur pasir tanah),kung (batasan keberadaan timah ada atau tidaknya), dari beberapa tanah galian itu berjarak beerapa meter ketanah-tanah selanjutnya tadi dan itulah istilah-istilah masyarakat dalam tahapan penambangan. Harga timah berkisar 100-150 ribu tergantung jenis timah dan jadar air (SN).

Dari paparan di atas, merupakan penambangan darat yang memakai mesin mini untuk menyedot air dan menyaring timah dalam pasir itulah istilahnya. Ada pula penambangan di laut atau yang di sebut rajuk oleh para penambang, proses penambangan nya yaitu pipa air di masukan ke dalam dasar lautdan posisi penambang di permukaan laut lalu hasil pasir yang tersedot pipa di masukan kedalam tempat pencucuian timah yang di sebut saknan.

Dampak Yang Diabaikan

Dampak Yang Diabaikan
Image: Ilustrasi

Dalam proses pencucian pasir dan timah akan secara otomatis terpisah karena pasir akan mengalir bersaan dengan air dan timah akan tertingal atau mengendap. Dampak dari banyaknya perusahaan pertambangan ini sangat signifikan, hampir 70% hutan Bangka rusak, sungai-sungai tercemar limbah pengolahan. Jika kita lihat dari atas kota Bangka seperti mempunyai banyak lubang pori-pori. Kota Cantik yang mempunyai banyak lubang begitulah tepatnya.

Tak dapat dipungkiri, kebijakan pemerintah daerah belum kuat untuk menghentikan semua dampak itu, kesan yang terlihat adalah pengabaian pasca tambang. Sebagian besar pengusaha tidak menutup kembali galiannya pasca penambangan. Akibatnya banyak lubang mengangah dan membahayakan, rusaknya ekosistem, dan panasnya lingkungan karena  tidak adanya reboisasai hutan yang telah dirusak. Sayangnya Ini tidak ada teguran atau tindakan tegas dari pemerintah setempat. Bukan tidak mungki 70 tahun kemudian bangka mempunyai laut hitam dan menjadi pulau pasir yang gersang.

Namun jika kita hanya membanyangkannya, mungkin belum terbayang maka berkunjunglah ke pulau Bangka untuk melihat proses penambangan di kota timah ini. Dampak Bumi Digali – Apa Kabar Cucu Kita Nanti? (Apandi Galapagos)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.