Cahaya Yang Hilang | Puisi Lyceum Indonesia

0 251

Puisi Lyceum Indonesia. Sepertinya memang harus memegang kalimat ini kuat-kuat “Kekecewaan adalah kawan dekat kemenangan” Lalu sadar bahwa yang datang pasti akan pergi, Begitulah kiranya Hukum Alam. Perasaan kecewa pasti ada pada setiap pilihan kita.. siapa yang ingin kecewakan? yaris jawabanya (Nol), dan tak menyadari bahwa kita sering mengecewakan orang lain.

Sepertinya Puisi kali ini Edisi 7 Oktober 2016, yang disajikan Lyceum.id isinya tentang kekecewaan penulis puisi pada seseorang. Puisi yang berjudul Cahaya Yang Hilang sebuah bahasa hati, kekcewaan, kemarahan dan pengaduan kepada-Nya disajikan dengan balutan bahasa yang sangat mudah dirasakan. Sebuah puisi karya dari penulis Muda nan cantik kelahiran Kabupaten Sumedang yang benama Inez Nezra. Peulis puisi ini kini aktif sebagai mahasiswi IAIN Syeh Nurjati Cirebon. semoga menjadi sebuah inspirasi dan renungan bagi kita semua.. Selamat membaca…

Cahaya yang Hilang

Karya : Inez Nezra

Kemanakah engkau, dimana engkau kini?
Engkau yang dulu, selalu mengukir kenangan indah dihati.
Ingatkah, Disaat kau memetik gitar, diikuti suara merdumu.
Menggerakkan hati ini, yang berada dalam gelap dan sunyi.
Hati yang memiliki setitik cahaya dan secercah harapan karenamu.

Ingatkah,
Disaat kita berdampingan, bertatap penuh makna.
Senyum manis yang membuatku luluh.
Tawa riang pun menjadikan hariku berwarna.

Tapi,
Engkau berubah, engkau bukan sosok yang kukenal.
Kemana jiwamu yang dulu?
Engkau hadir dihadapku, tetapi itu bukan kau.
Itu bukan kau yang ku tahu.
Hatiku gelap, sunyi disaat kau meninggalkannya.
Kau bawa semua rasa yang ada dihati.
Bahkan, kau rebut setitik cahaya dan secercah harapan itu.
Semua hanya mimpi singkat, yang engkau ciptakan dalam hidupku.

Tuhan,
Maaf aku tak menghiraukanmu.
Maaf aku membuat mu cemburu dengan berharap.
Berharap pada sesuatu yang tak pasti.
Berharap pada makhluk lemah ciptaanmu.
Berharap selain padaMu yang satu dan agung.

cahaya-yang-hilang

Aku lemah tak berdaya, Tuhan.
Mengingat semua begitu menusuk jantungku.
Sujudku padaMu setiap malam.
Menangis tersedu meminta padaMu.
Jangan lepaskan pandanganMu dariku.
Engkaulah cahaya kehidupan yang sebenarnya.
Yang dapat merubah keputusasaan ini, menjadi harapan.

Cirebon, 07 October 2016

 

Komentar
Memuat...