Hamil Muda dan Runtuhnya Martabat Keluarga | Candu Asmara Remaja Part – 1

55 508

Hamil Muda dan Runtuhnya Martabat Keluarga.Ai??Langkah kaki seorang laki-laki berumur 38 tahun, suatu pagi di tahun 2005, tampak sangat gontai. Ia bukan hanya gelisah, tetapi juga goyah. Bahkan iman kepada Tuhan-pun, hampir punah. Kokohnya pandangan dan pengalaman hidup dalam dunia bisnis yang kadang pragmatis, tiba-tiba merasa telah runtuh. Ia merasa seperti tidak memiliki masa depan karena sesuatu yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya. Harapan itu, akan masa depan mega bisnisnya, kini seperti telah sirna. Begitulah bathin laki-laki ini.

Imannya juga merasa hancur berkeping-keping. Tetesan air mata di kelopak mata yang gagah tak mampu ia bendung. Air mata itu terus mengalir deras. Tak mampu dihentikan sapu tangan yang selalu tersedia di saku celananya. Eksekutif yang masih muda itu, terjebak dalam lumpur kehidupan baru yang merasa kotor. Ia merasa martabatnya bukan hanya sekedar luntur, tetapi hancur berkeping-keping.

Laki-laki yang bernama Indra, dikampungnya dikenal sebagai pengusaha kaya. Saat itu, ia tidak mampu berucap apapun, kecuali langkah kaki yang gontai. Matanya kabur dan berkunang-kunang. Kemudian pingsan dan tak sadarkan diri.

Maklum, selain dia kenal kaya, juga dianggap memiliki keluarga yang relatif beragama. Karena itu, kabar pingsanya Indra, dengan cepat terdengar oleh teman-teman dan sanak keluarganya yang lain. Beberapa teman dekatnya, datang mengunjunginya. Kabar pingsannya Indra cukup mengagetkan warga. Keluarga kaya yang tampak sangat harmonis itu, tiba-tiba terkesan kaku dan cenderung menutup diri. Itulah moment paling histeria dalam sebuah rumah tangga.

Keluarga Indra, juga menjadi demikian tertutup. Ketika banyak koleganya datang mengunjungi Indra yang katanya pingsan itu, keluarga kecilnya menghalangi untuk menemui Indra. Ia dengan sigap hanya diangkat sopir keluarganya ke kasur lalu disuruh tidur dan istirahat. Istrinya menyeduh air panas yang dicampur teh dan gula. Indra dibiarkan berbaring dan tidur di atas kasur empuk miliknya. Para pengunjung disuruh pulang. Ia meminta untuk beristirahat sendirian tanpa ditemani siapapun.Ai?? Tetesan air matanya tetap terus mengucur deras. Tak sepatah katapun ia berbicara.

Shofia Mencari Kayla ke Sekolah

Sementara itu, setelah Indra sadar, istrinya pergi entah ke mana. Ia berangkat bersama supir keluarganya ke luar dengan mengendarai Mobil Inova seri V tahun 2005. Kepergian istrinya itu, di hari yang sudah mulai terang bahkan bergerak menuju siang. Mereka pergi entah ke mana. Tak ada seorangpun yang tahu. Tokonya ditutp. Di rumah, Indra yang tadi pingsan dan hanya ditemani pembantunya, dan anak kedua Indra yang laki-laki. Ketika para pengunjung bertanya ke mana istri Indra, pembantu itu hanya mengatakan ia pergi sedang membeli obat. Istri Indra yang bernama Shofia itu, ternyata pergi ke tempat yang sangat jauh.

Shofia berangkat tanpa tujuan jelas. Yang pasti ia akan mencari anak gadisnya. Anak gadis yang masih berumur 17 tahun menghilang. Ia, pergi tanpa pamit di suatu malam menjelang dini hari. Keminggatan anaknya itu, setelah semalaman, ia memperoleh caci maki Indra, bapaknya. Anak gadisnya itu, kelihatan sangat prustrasi dan mencari dunianya sendiri. Entah ke mana.

Di mobil, dalam perjalanan mencari anak gadisnya itu, Shofia terus menangis. Kadang tangisannya tercurah dalam nada yang cukup keras. Ia sering menyilangkan dua telapak tangan di mukanya. Meski ia tidak tahu, ke mana anaknya pergi, Shofia akan tetap harus tabah mencari ke mana anaknya itu pergi. Ia merasa harus menemukannya sampai kapanpun. Kayla adalah gadisnya dan sekaligus harapan dan masa depannya.

Shofia Mencari Kayla ke Sekolah

Mobil yang ditumpangi Shofia, pertama kali datang Ai??ke Sekolah di mana Kayla study. Ia mendatangi sekolah Kayla dengan langkah kaki yang sangat gontai. Ia merasa bingung bagaimana seorang ibu harus mencari gadisnya di sekolah. Kayla Sekolah di SMAN Pavorite di Kota Bandung. Shofia dengan gontai dan dengan suara yang sudah hampir habis, lelah dan letih tubuh, serta dengan kelembaban mata akibat beban yang cukup menyiksa itu, mendatangi kepala sekolah. Tetapi, sayang kepala sekolah itu tidak ada.

Setelah sedikit basa basi, resepsionis sekolah, menyarankan Shofia untuk mendatangi guru Bimbingan Konseling. Ai??Shofia juga nurut saja pada apa yang disarankan resepsionis sekolah dimaksud. Dan setelah beberapa lama, ia datang dan diam di ruangan itu, baru kepala BP itu datang.

Semula, Shofia bingung dari mana harus memulai pembicaraan soal Kayla. Tetapi, kemudian Guru BP itu mengawali pembicaraannya tentang seorang anak, bernama Kayla yang lama tidak masuk sekolah. Shofia kemudian akhirnya menceritakan maksud kedatangannya ke sekolah dimaksud. Hanya saja Kepala BP itu mengatakan bahwa Kayla sudah dua bulan tidak masuk sekolah. Dan beberapa kali kami mengirimkan surat untuk orang tuanya, tetapi, tetap tidak ada jawaban. Kami bingung mencarinya. Syukur alhamdulillah akhirnya, ibu datang ke sini.

Shofia ke luar dengan langkah kaki yang semakin goyah. Ia terus mencari Kayla dari satu titik ke titik lain. Dari sudut kota ke sudut kota lain di Kota Bandung. Hasilnya, selalu nihil. Namun kemudian, terbersit untuk mengunjungi salah seorang temannya yang suka datang kerumahnya bersama Kayla. Shofia mencari alamat teman dekat Kayla. Tetapi, di rumah itupun, Kayla tidak ada. Shofia hanya memperoleh alamat, tentang kemungkinan di mana Kayla biasa mangkal.

Shofia ke Teman-teman Kayla

Dengan hati yang teriris, ia bersama supirnya, mencari alamat itu. Setelah hampir empat perjalanan, akhirnya Kayla menemukan rumah dimaksu. Rumah itu sangat mewah. Keluarga itu adalah seorang pengusaha. Dengan sangat hati-hati, Shofia masuk dengan kekalutan yang tinggi. Beberapa kali ia memijit bel rumah. Dan setelah itu, keluarlah seorang laki-laki yang berumur kurang lebih 40 tahun. Ia tampaknya seorang pembantu rumah. Ia membuka pintu gerbang dan mempersilahkan Shofia masuk ke dalam rumah.

Shofia dengan suara yang sangat lemah, bertanya apakah ada Kayla. Dan ternyata, di rumah mewah itu, Kayla ada. Kayla ada di dalam rumah dan kemudian dipertemukan oleh laki-laki itu dengan Shofia. Pembantu itu mengetuk pintu kamar dan berkata: “Den ada tamu”. Setelah beberapa kali dilakukan pembantu itu, akhirnya keduanya ke luar dari kamar, layaknya pasangan suami istri. Pakaian piama dan daster yang dipakai Kayla dan laki-laki itu, membuat hati Shofia hancur lebur.

Shofia tidak kuasa menahan amarah. Tetesan air matanya mengucur deras bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Ia tidak membayangkan bagaimana anak perempuan pertamanya itu, berada dalam suatu drama asmaran yang demikian sembilu. Ia sulit membayangkan situasi itu terjadi. Dalam suasana yang seperti itu, enatah mengapa tiba-tiba matanya berkunang. Penat dan pusing tujuh keliling.

Lalu setelah itu, tiba-tiba Shofia brek pingsan. Segera supirnya, memapah dan membopong Shofia ke ruangan tamu rumah di mana Kayla ada. Ia dibaringka di Shofa yang cukup besar. Lalu pembantu rumah itu membawa air minum teh manis panas dengan guyuran sendok teh seperti Indra. Kayla tampak tenang tidak merasa berdosa atas apa yang menimpanya. Sedangkan pasangannya, yang memiliki umur hampir sama itu, gelagapan atas situasi yang menimpa Shofia di rumahnya.

Indra dibel Agar Datang

Setelah beberapa lama pingsan, akhirnya Shofia sadar. Setelah sadar dalam tubuh yang sangat lemah, ia meminta supirnya untuk menelepon Indra. Ia diminta untuk memberitahu Indra bahwa Kayla sudah ditemukan. Disarankan agar Indra mengajak anak keduanya yang laki-laki datang ke tempat di mana mereka berada. Tak ada kata yang ke luar dari mulut Shofia selain kata-kata agar Indra segera datang. Ia terus menerus meneteskan air mata. Ia bahkan tak lagi mampu marah. Ia hanya bingung dan harus berbuat apa.

Kayla sendiri diam dan membisu. Ia sedikitpun tidak menunjukkan rasa sesal atas apa yang terjadi kepadanya. Entahlah, bahkan dalam kasus tertentu, Kayla seperti bangga. Ia hanya duduk dan terus manja dengan kekasihnya. Dua pasangan yang masih sangat muda itu, menurut nalar Shofia justru telah meruntuhkan martabat keluarga dan masa depan diri Kayla sendiri. Di luar itu semua, Shofia merasa bahwa martabat keluarganya runtuh berkeping-keping — By. Charli Siera — Bersambung

  1. Mochamad Asep Kuswara berkata

    Setelah membaca novel tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua lah yang sangat menentukan. karena orang tua yang pertama kali memberikan pelajaran terhadap anaknya. kalau anak tersebut baik atau buruk akan tetap nama orang tua lah yang akan dibawa.

  2. Andriyani berkata

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Setelah saya membaca movel “candu asrama remaja” ini khususnya part 1dalam part 1 ini mengisahkan sebuah problematika remaja serta problematika kehidupan yang sering terjadi pada jaman sekarang ini bahkan mungkin hal ini menjadi salah satu masalah yang sering terjadi dalam era yang serba modern ini, keluarga adalah pendidikan yang pertama dan utama dimana karakter seseorang di bentuk bermula pada pendidikan keluarga begitupun untuk kedepannya jadi situlah pentingnya keterbukaan dan saling memahami satu sama lain

  3. M fatkhurizqo MPI B SMT 3 berkata

    novel ini menceritakan bahwa kita itu harus hormat kepada orang tua. Perlunya bimbingan dari orang tua agat tidak salah pergaulan

    1. M fatkhurizqo MPI B SMT 3 berkata

      peranan orang tua sangat membatu dalam pertumbuhan anak. Apabila orang tua acuh tak acuh dengan anaknya kemungkinan anak itu bisa terjerumus kepergaulan yang salah

  4. FATLIKHA WATI berkata

    Assalamualikum wr wb
    Setelah saya membaca part 1 dari novel”Candu asmara” kemudian saya analisis dari segi pendidikan bahwasanya anak bisa menjadi salah mengambil sikap jika, orang tua tidak membuka pintu komunikasi selebar – lebarnya dan berikan pemahaman bahwasanya pergaulan itu ada batas – batasanya sehingga anak menyadari bahwa teman belum tentu baik bagi dirinya ,serta dengan menggunakan teknologi tanpa di imbangi kekuatan moral yang baik , perlunya orang tua yang cermat , juga pendidikan agama dan moral yang kuat untuk di tanamkan sejak anak berusia dini bahkan sejak lahir, akan menjadi bekal dan dasar yang bisa membuat anak mengetahui bahaya dari pergaulan bebas tersebut.

  5. Musfiq Hadining Amrullah berkata

    Assalamualikum wr.wb
    Setelah saya membaca novel candu asmara remaja part 1 ini saya merasa terkesan dan banyak mendapat hikmah .kemudian dapat saya simpulkan bahwa peristiwa yang terjadi terhadap keluarga pak indra disebabkan oleh tidak berjalannya suatu proses pendidikan bain informal non formal dan formal dengan baik .kenapa saya bisa berbicara begini karena seharusnya di katakan baik atau sesuai itu ketika suatu proses pendidikan dapat membuat sesoranga jauh lebih baikA

  6. Musfiq Hadining Amrullah berkata

    Assalamualikum wr.wb
    Setelah saya membaca novel candu asmara remaja part 1 ini saya merasa terkesan dan banyak mendapat hikmah .kemudian dapat saya simpulkan bahwa peristiwa yang terjadi terhadap keluarga pak indra disebabkan oleh tidak berjalannya suatu proses pendidikan bain informal non formal dan formal dengan baik .kenapa saya bisa berbicara begini karena seharusnya di katakan baik atau sesuai itu ketika suatu proses pendidikan dapat membuat sesoranga jauh lebih baik

  7. Muhamad Hananda berkata

    Alhamdulillah setelah sya membaca novel ini ,menurut analisis sya bahwasanya pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yg pertama di berikan dari orang tua kepada anaknya seperti pendidikan moral, tingkah laku ,akhlak ,sopan santun ,dan kepribadian . Jadi peran keluarga untuk pembentukan moral dan akhlak pada anaknya itu sangatlah penting ,dan seharusnya orang tuanya itu harus bisa membagi waktunya antara pekerjaan nya dngn mengurusi anak .

  8. Lisna_Fitrianti berkata

    Keterlepasan anak dari kontrol orangtua seakan kerap memicu ketidak terkendalinya sikap dan perilaku anak. Terlebih pada masa sekarang ini, dunia remaja seakan bebas dan menjadi dunianya. Tiada batasan bahkan lepas kendali membawanya kedalam dunia yang tak sewajarnya. Peran orangtua dianggap sangat penting terlebih dunia global telah dikuasai oleh pengguna internet, yang mayoritas kaum remaja. Kerap kali membawanya dalam lepas kendali. Karena itu penjagaan terhadap anak, terlebih anak perempuan harus dijaga dan diperhatikan lebih serius. Supaya tidak terjadi kasus seperti Kayla yang menurunkan harkat dan martabat keluarganya karena ulah yang diperbuatnya.

  9. Dede Chrismaylindra MPI A semester 3 berkata

    Assalamualaikum
    Setelah saya membaca novel tersebut peranan keluarga merupakan hal terpenting dalam membentuk kepribadian anak. Karena pusat pendidikan pertama yaitu pada lingkungan keluarga. orang tua harus lebih memperhatikan anak-anak mereka, melihat potensi dan bakat yang ada pada anak mereka, memberikan sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran mereka di sekolah serta selalu memotivasi anak agar tetap semangat dalam belajar. Para orang tua juga diharapkan dapat melakukan semua itu dengan niat yang tulus untuk menciptakan generasi yang mempunyai moral yang baik dan wawasan yang tinggi serta semangat pantang menyerah.
    Orang tua jangan terlalu sibuk dengan dunianya
    sendiri , karena mungkin dengan itu anak akan terjerumus pada pergaulan bebas.

  10. Reza Fawziyyah MPI A semester 3 berkata

    Assalamualaikum
    setelah saya membaca novel candu asmara part 1 ini bahwa pendidikan keluarga merupakan hal sangat penting atau bisa dikatakan paling utama. Karena semenjak dari awal kita lahir kita di didik didalam keluarga, keluarga juga yang mengajarkan sebuah arti bagaimana tata krama kita dan bagaimana hal yang harus kita lakukan saat berada dilingkungan masyarakat ataupun sekolah. Yang terpenting itu adalah orang tua, anak akan melakukan sesuatu sesuai dengan orang tua contoh kan. Seperti yang ada di novel itu, anak bergaul bebas mungkin kurangnya kasih sayang orang tua. Sehingga dia berpikir untuk mencari kesenangannya diluar.

  11. Nita Anita berkata

    Nita anita / mpi. A smt. 3
    Tidak menerapkan norma agama dan norma kesusilaan. Karena Orang tua yang kurang memperhatikan pergaulan anak, dan orang tua yang sibuk dengan pekerjaan sehingga anak tidak bisa diperhatikan dengan maksimal. Sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan.

  12. haniza mariana berkata

    Saya haniza mariana menggunakan email teman..
    Bahwasanya seorang anak harus selalu menjaga pergaulan dengan baik dan harus mendengarkan nashat orang tua.. Zaman sekarang remaja sekarang gaya perpacarannya sangat kelewatan batas dan mengakibatkan hamil di luar nikah.. Itu sangat mencoreng nama baik ortunya..

  13. Reza Fawziyyah MPI A semester 3 berkata

    Assalamualaikum
    Setelah saya membaca Candu Asmara Part 1, pelajaran yang saya petik bahwasanya peran orang tua sangatlah penting bagi setiap anak. Keluarga menjadi sebuah tempat yang di dalamnya seorang dapat berekspresi serta tidak jarang mendapat pengetahuan baru yang terkadang tidak didapatkan di sekolah, Kedekatan yang dibangun di dalam keluarga mampu menjadikan anak semakin mengerti adanya cinta kasih yang selalu mendukung dan mengarahkan perilaku anak ke arah yang lebih baik. Dalam lingkungan keluarga juga, anak bisa menyaksikan bagaimana figur seorang ayah dan ibu. Bagaimana kedua peran ini terlibat dalam mengatasi berbagai macam masalah dan berjuang bersama-sama dalam menjalani kehidupan.
    Dan pada masalah tersebut menurut saya kurangnya komunikasi atau kasih sayang antara anak dan orang tua sehingga anak mencari kasih sayang diluar, dan menjerumuskan dia kedalam pergaulan bebas

  14. Anton Mulyono berkata

    Sebagai orang tua harus memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Karena sesuai pribahasa “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” seperti itu lah sifat seorang anak yang tidak jauh berbeda dengan orang tuanya. Orang tua yang baik pasti anak nya juga akan baik. Sebagai orang tua kita harus banyak mendukung terhadap perkembangan anak jangan serba tertutup dengan anak, jadikanlah anak sebagai teman agar anak nyaman dengan orang tuanya. Keluarga adalah tempat pendidikan pertama bagi seorang anak.

  15. Merlindia Widia Ningsih berkata

    Assalamualaikum wr.wb, setelah saya membaca novel candu asmara remaja part 1. Banyak sekali nilai moral yang terkandung didalamnya yang di mana bahwasannya pendidikan keluarga itu penting karena didalam pendidikan keluarga terdapat peran orang tua untuk memberikan pendidikan moral dan agama yang baik terhadap anaknya agar terbentuk kepribadian yang baik, dan orang tua juga berperan untuk mendidik anaknya agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas yang akan menyebabkan masa depannya hancur. Dan kita sebagai anak sebaiknya harus berbakti kepada orang tua kita dan jangan membuat orang tua kita khawatir.

  16. Nisa berkata

    Assalamu’alaikum..
    dari kisah novel tersebut, jika dikaitkan dengan kisah nyata, sama hal nya dengan kehidupan seperti sekarang ini, banyak anak yang pergrgaulannya bebas, itu karena kurang nya nilai, moral, pendidikan yang baik dari keluarga. keluarga merupakan faktor utama dan paling utama dalam hal pendidikannya. dimana akhlak, moral, etika seorang anak pertama kali didapat dari keluarganya sendiri. maka dari itu, bukan hanya kebutuhan lahiriah nya saja yang diberikan orangtua terhadap anaknya, tetapi kebutuhan batiniah nya pun sangat dibutuhkan seorang anak, misal seperti perhatian, kasih sayang dsb. agar anak pun tidak mudah terjerumus dalamhal yang tidak diinginkan.

  17. siti aisah berkata

    Asalamu’alaikum wr.wb
    Terlepasnya dari kewajiban, aturan, tuntunan, norma agama, dan norma kesusilaan. Orang tua yang kurang memperhatikan pergaulan anak, dan orang tua yang sibuk dengan pekerjaan sehingga anak tidak bisa diperhatikan dengan maksimal.

  18. Afni Nursofiya berkata

    Asslamualaikum wr.wb
    Kebanyakan orang tua hanya memperhatikan pendidikan yang sifatnya formal mulai dari Paud sampai perguruan tinggi,tatapi kadang mereka lupa atau tidak mengerti bahwa ada pendidikan yang sangat pundamental sekali yaitu bagaimana perilaku orang tua sebelum mempunyai anak atau ketika anaknya sudah dilahirkan apakah mereka telah memberikan suritauladan yang baik terhadap anaknya, maka disisnilah pentingnya peran orang tua harus memberikan contoh yang baik terhadap anak-anaknya.

  19. Afni Nursofiya berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Hal yang sangat sering dilupakan oleh kebanyakan orang tua mengenai pendidikan yang berkesinambungan, kebanyakan pendidikan yang diperhatikan oleh orang tua adalah pendidikan yang formal mulai dari Paud sampai perguruan tinggi tetapi adahal yang sangat pundamental sekali yaitu bagaimana prilaku orang tua sebelum anaknya dilahirkan, apakah kedua orang tuanya telah menunjukkan suritauladan yang baik yang dipersembahkan kepada sang kholik ? saya kira orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak hanya menyuruh dan melarang anaknya tetapi yang terbaik adalah orang tua yang memberikan contoh yang baik kepada anaknya baik ketika dia sudah lahir ataupun sebelum anaknya lahir .

  20. Wahyuni Wati Nengsi MPI A smt 3 berkata

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Setelah saya membaca novel ini, peran pendidikan dalam keluarga sangat penting, karena membentuk nilai moral, karakter anak, berakhlak dibentuk dari orang terdekat yaitu orang tua. Orang tua wajib memberi pendidikan agama pada anak, agar anak bisa mempunyai sikap sopan santun. Dan antara orang tua dan anak harus selalu berinteraksi, orang tua harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan anaknya, agar anak tidak menyimpang dan bisa menjadi yang diharapkan orang tuanya.

  21. Siti maryatul qibthiyah berkata

    Setelah saya baca novel tersebut di ambil dari nilai moral,pelajarab dan hikmahnya. kutipan novel di atas agar bisa menyadarkan kita semua bahwasannya seorang anak itu tidak hanya butuh peran lembaga pendidikan saja tetapi seorang anak juga butuh rasa kasih sayang dari keluarga terutama orang tua.anak membutuhkan pendidikan moral yang harusnya di berikan dari orang tua kepada anaknya,karena keluarga itu faktor yang paling utama bagi pembentukan karakter anak dan yang paling penting orang tua harus memberikan pendidikan agama.agama itu sebagai pondasi keimanan seseorang agar anak tidak mudah terjerumus pergaulan yang bebas karena peegaulan lingkungan kadang lebih kuat dari pendidikan yg sudah di ajarkan orang tuanya.dari novel di atas lemahnya pendidikan agama terutama akhlak anak tersebut menyebabkan mudahnya terjerumus ke pergaulan hitam.di sini sebagai anak seharusnya menjaga martabat keluarga setidaknya mempunyai akhlak(moral) yang baik .jika orang tua sudah banyak berjuang dan memberikan pengetahuab agama.

  22. Irfan Sahroni berkata

    Setelah saya membaca novel diatas peran keluargalah yang sangat penting dalam awal mula mendidik anak. Dengan menananmkan nilai-nilai agama pada saat anak masih usia dini, dan anak mulai tumbuh berkembang menjadi masa remaja sehingga anak tersebut suduh dibekali dengan akhlak yang baik dan dibarengi iman dan taqwan sehinnga tidak akan terjerumus kedalam pergaulan bebas yang akan merugikan diri sendiri dan keluarganya.

  23. Aji santoso T.IPS A/1 berkata

    Assalamu’alaikum, menurut pemahaman saya tentang novel ini yaitu pada part 1 bagian “remaja” bahwa dalam nilai pendidikan disini ialah muncul peran orang tua dalam konteks keluarga yakni hubungan orang tua dengan anak harus terjaga dengan baik agar anak itu tidak melakukan bentuk penyimpangan karena dalam filsafat penddikan islam substansi keluarga itu ruh pendidikan baik burunya anak tidak tergantung dari sekolah tetapi tergantung pendidikan dalam keluarga yaitu orang tua bagaimana caranya mendidik anak menjadi pribadi yang baik dan pendidikan keluarga paling utama dan penting . jadi, hubungan orang tua dan anak itu harus terorganisir agar tercipta keluaraga yang baik maupun harmonis. terimakasih, wassalamua’laikum.

  24. Aji santoso T.IPS A/1 berkata

    Asslamua’laikum, menurut pemahaman saya tentang novel ini yaitu part 1 bagian “remaja” bahwasanya dalam nilai pendidikan disini ialah muncul peran orang tua dalam konteks keluarga yakni hubungan orang tua dengan anak harus terjaga dengan baik agar anak tidak melakukan bentuk penyimpangan karena dalam filsafat pendidikan islam substansi keluarga itu ruh pendidikan, baik buruknya anak tidak tergantung dari sekolah tetapi tergantung pendidikan dari keluarga yaitu orang tua dalam mendidik anak itu seperti apa dan pendidikan keluarga itu sangatlah paling utama. jadi, hubungan antara orang tua dan anak harus bisa terorganisir agar menjadi keluarga yang baik maupun harmonis. terimakasih, wassalamualaikum.

  25. Safa amaliatus saadah berkata

    Tugas orang tua bukan hanya memberi nafkah ataupun memberi fasilitas yg mewah atau lengkap, orang tua sebagai madrasah atau pendidik utama bagi anak anaknya, tidak semuanya orang tua memahami, bahkan orang tua pun mengiranya anaknya baik baik saja, tapi orang tua wajib mengontrol anak nya agar arah perjalanan hidupnya benar atau tidak pengaruh dengan zaman Z ini, orang tua kpn anak bukan hanya mengajarkan pendidikan formal tetapi harus melengkapi dngan pendidikan non-formal seperti di pondok pesantrenkan, atau diberi guru privat ngaji, agar terbiasa melakukan perbuatan baik

  26. Danty adi sudarno jafar berkata

    Menurut pendapat saya setelah membaca novel tersebut ialah : yang namanya seorang ibu ituh akan selalu menyayangi anak nya walaupun anank itu berbuat kasar atau pun hal-hal yang tidak pantas ia lakukan kepada ibunya. Seburuk-buruk perilaku anaknya akan selalu ia sayang dan cintai karena anaknya ialah darah daging nya, selama 9 bulan ia rawat di dalam rahimnya.
    Seharusnya seorang perempuan itu selalu menjaga kehormatan nya terhadap kaum laki-laki. Karena kehormatan perempuan itu sangat mahal harga nya dibandingkan kehormatan laki-laki, jika kehormatan perempuan sudah disentuh maka hasilnya akan membekas pada perempuan (hamil). Tentunya semakin lama perut nya akan keliatan. Tetapi jika laki-laki tidak membekas. Seorang perempuan diberi oleh allah yaitu sebuah rahim yang tempat nya untuk membuahi, sedangkan laki-laki tidak mempunyai rahim.

  27. Fitria dewi berkata

    Setalah saya baca novel candu asmara remaja part 1 ini banyak pelajaran yang dapat diambil. Salah satunya yaitu otang tua harus memperhatikan anaknya dan harus menjaga komunikasi dengan baik. Sehingga anak dapat terkontrol. Nilai pendidikan dari novel tersebut peran orang tua sangat penting, sehingga orang tua harus mendidik anaknya ke hal-hal yang baik agar anaknya mempunyai akhlakul karimah.

  28. ikbal pauji berkata

    Assalamu’alaikum Wr. Wb. Setelah saya membaca novel candu asmara remaja part 1 ini kiranya ada banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa diambil.
    Secara pribadi, dalam kasus yang sama sesuai dengan cerita dalam novel tsb. kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak saja (entah itu pihak kayla sbg anak atau pihak shofia & indra sebagai orangtua). Satu hal yg pasti ‘komunikasi’ menjadi salah satu solusi dan langkah preventif dalam kasus tsb. Komunikasi dalam arti penghubung rasa cinta dan kasih, komunikasi pendidikan moral & agama, komunikasi ide atau pendapat dua arah (orang tua bukan hanya sebagai pengekang ide/pendapat anak, dan anak bukan sebagai pembantah ide/pendapat orang tua) tapi hadirkan komunikasi keluarga yang menyolusi.
    Kemudian, satu hal lagi. kita harus tahu peran dan lakon masing2.
    Salah satu contohnya pihak orang tua, Peran orang tua bukan hanya sekedar mencari nafkah, memberi fasilitas kemewahan kpd anak saja. Tapi peran orangtua itu saya kira menjadi sentral lakon dalam pembentuk kpribadian anak yang pertama dan utama. Tapi terkadang banyak yang tidak paham akan hal tersebut. Sehingga kurang mengontrol arah pandangan anak karena cenderung mempercayakan hal ihwal tersebut -pada pendidikan formal- saja, tanpa adanya (kurang) kontrol ulang. salah satunya dgn komunikasi yang tadi saya sebutkan. Terimakasih . ‘Mencegah lebih baik dari mengobati’

  29. Nurul Faridah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    setelah saya membaca novel di part 1 ini dalam cerita ini, bahwa kalau pergaulan tidak di iringi dengan iman dan pondasi agama yang kuat akan terbawa oleh hal-hal yang negatif, dan juga sebagai seorang anak harus berperilaku sopan terhadap kedua orang tua, dan orang tua juga wajib mengajarkan agama kepada anaknya supaya anaknya tersebut bisa menjadi orang yang baik.

  30. Maulidiya berkata

    Assalamua’laikum
    Setelah saya baca novel ini, terkandung nilai pemdidikan yang saya dapatkan bahwa peran orang tua disini sangat lah penting untuk mendidik anak-anaknya,supaya tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang akan menyebabkan hal-hal yang buruk bagi anak tersebut.peran orang tua disini harus bisa mengontrol anaknya dalam bergaul supaya anak tersebut merasa nyaman dalam keluarga dan tidak melakukan hal yang negatif.pada zaman ini sangat lah marak remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas .

  31. Maulidiya berkata

    Assalamua’laikum
    Setelah saya baca novel ini, terkandung nilai pemdidikan yang saya dapatkan bahwa peran orang tua disini sangat lah penting untuk mendidik anak-anaknya,supaya tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang akan menyebabkan hal yang buruk bagi anak tersebut.peran orang tua disini harus bisa mengontrol anaknya dalam bergaul supaya anak tersebut merasa nyaman dalam keluarga dan tidak melakukan hal-hal yang negatif.pada zaman ini sangat lah marak remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas .

  32. Cahya Hadi Kusuma ( T.IPS A/1 ) berkata

    Assalamu’alaikum
    Setelah saya membaca novel “candu asmara” part 1, banyak pelajaran² dan gambaran yang harus saya renungkan untuk diri saya sendiri dan keluarga saya nanti. Bahwasannya kita sebagai orang tua harus terbuka kepada anak dalam artian orang tua adalah peranan penting dalam mendidik anak, orang tua harus sering sharing² atau orang tua menjadi tempat curhatan anak supaya anak merasa nyaman jika ada masalah pada dirinya dan juag orang tua harus mengajarkan anak norma² agama atau nilai² keagamaan. Orang tua tidak bileh terlalu memarahi anak lebih baik kita menasehatinya secara perlahan takutnya jika anak down atau depresi,anak akan cenderung mencari dunianya sendiri apalagi ke hal yang negativ.
    Sebagai anak juga harus mengerti bagaiman a orang tua kita berjuang pada saat kita ada dikandungan, pada saat kita dilahirkan dan pada saat kita dibesarkan. Contoh dalam kehidupan nyata saya sendiri menurut saya orang tua saya sudah berhasil mendidik saya meskipun cara orang tua saya dalam mendidik itu keras, tapi saya tidak menjadi orang seperti kayla tersebut karena orang tua saya meskipun keras mereka mendidik saya dengan nilai²/norma² keagamaan. Saya tahu marahnya orang tua adalah untuk kebaikan saya.
    Wassalamu’alaikum

  33. Miftahul Janah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Nilai pendidikan yang saya dapatkan dari novel candu asmara ini yaitu pergaulan bebas yang tidak terpantau oleh orang tua sehingga mengakibatkan si anak tersebut seolah-olah tidak mendapat perhatian dari orangtua nya,dan sebagai orang tua sesibuk apapun tetap harus bisa meluangkan waktu bagi anaknya,karena diusia remaja anak mudah sekali terlibat dengan pergaulan bebas.

  34. Rismawati berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Setelah saya baca novel tsb banyak pelajaran yang harus kita ambil. saya analisis sedikit bahwasannya sebagai seorang anak haruslah berbakti kepada orangtua jangan membuat orangtua khawatir, akan tetapi di dalam novel tsb kayla tidak menerapkan apa yang harus diterapkan sebagai seorang anak. dan sebagai orangtua juga haruslah mendidik anaknya dengan norma-norma, salah satunya dengan norma agama yang mana harus diterapkan sejak usia dini, dan orangtua bagaimana cara agar anaknya tidak terjerumus kepada pergaulan bebas yang mana akan menghancurkan martabat keluarga dan masa depannya.

  35. lyceum
    lyceum berkata

    Ok thank a lote

  36. Nur iqrima Diniyatin Hidayah berkata

    Assalamualaikum 🙏
    Setelah saya membaca novel candu asmara remaja part 1 ini, saya merasa larut dalam alur cerita ini, ceritanya yang berliku dan membuat orang bertanya-tanya kelanjutannya seperti apa.
    Dalam novel ini part 1, dapat di ambil sisi kebaikannya.
    Yang mana, kita adalah seorang anak yang di lahirkan, di besarkan dan di jaga. Apalagi seorang ibu, seorang ibu sangat sensitiv dalam menjaga anaknya apalagi itu anak perempuan, karena menjaga anak perempuan lebih susah di bandingkan anak laki-laki. Anak perempuan adalah aset termahal untuk orang tuanya. Sehingga jika anak perempuan itu hilang atau mungkin hilang masa depan yang cerahnya. Bagaimana perasaan seorang ibu ? Keluarga ?
    Kecewa ? Bahkan harga diri keluarga hancur ?
    Ya itu semua memang iya, akibat ulah perempuan yang tidak bisa membalas kebaikan seorang ibu atau keluarganya yang telah menjaganya dengan sungguh”, hingga nyawa dan materi di korbankan. Jadi, kita harus timbal balik dengan keluarga, menjaga nama keluarga, menjaga hati orang tua, menjaga iman bahkan menjaga diri sendiri, itu sangat penting.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Karena itu, menjaga kadang lebih sulit dibandingkan dengan memulai atau mendapatkannya. Thank …

  37. Nina Nur'aeni berkata

    Assalamualaikum wr.wb..
    Bissmillah

    Setelah saya membaca novel “Candu Asmara Remaja” part 1 ini secara menyeluruh selain novel nya yang bagus dan menarik banyak nilai moral yang terkandung didalamnya banyak pelajaran dan gambaran yang menggambarkan keadaan seperti sekarang ini dimana orang tua selalu sibuk dengan pekerjaannya sampai mereka tidak mampu mengontrol anak-anaknya sendiri. Miris memang tetapi seperti itu adanya. Sudah menjadi kewajiban orang tua sebagai sumber pengajaran dan pendidikan “pertama” bagi anak. Peran orang tua sangat dominan terhadap pembentukan karakteristik anak. Maka dari itu para orang tua wajib memberikan pendidikan moral dan agama yang baik terhadap anaknya agar terbentuk pula kepribadian yang baik dan dapat mengontrol diri serta menjaga dari hal yang akan merusak dirinya, masa depanya dan keluarganya.
    Terima kasih

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Good and thank to your attention

  38. Milha Nurseha berkata

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pak,.
    Setelah saya baca novel candu asmara part 1ini,yang amat sangat banyak nilai pendidikan di dalamnya, dan hasil dari analisis segi pendidikan,saya menyimpulkan bahwa sebagai orang tua kita tidak boleh melampiaskan masalah kita kepada anak,kita harus bisa menempatkan diri kita, jika kita mendapat masalah dalam bisnis kita tidak sepatutnya melampiaskan kepada anak kita di rumah,sebagai orang tua kita juga tidak boleh larut dalam keasyikan pekerjaan sedangkan anak terlantarkan dan kurang perhatian,kayla adalah contoh dari pendidikan keluarga yang gagal,orang tua yang lengah dalam mendidik anaknya sehingga anak pun mencari dunia nya sendiri tanpa memilah mana pergaulan yang patut ataupun tidak,karena pengaruh lingkungan juga sampai akhirnya si anak pun terjerumus pada pergaulan luar yang bebas,.
    Pada intinya dalam suatu keluarga harus ada komunikasi dan kasih sayang juga pembinaan terhadap nilai-nilai agama,agar terjadi pendidikan keluarga yang sempurna,,
    Sekian Trimakasih,,
    Wassalamualaimum warahmatullahi wabarakatuh,,

    1. Cecep Sumarna
      Cecep Sumarna berkata

      Yess good … excelent

  39. SUYANA berkata

    novel yang menarik dan bisa mengeambil pelajaran dari kisah novel candu asmara kita sebagai anak hendaknya berlaku baik pada orang tua jangan hanya mementingkan kesenangan kita serta tidak meniru sifat kayla yang meninggalkan rumah demi mencari kesenangan dia sendiri dalam waktu yang lama karna itu semua membuat orang tua kawatir..

    1. Cecep Sumarna
      Cecep Sumarna berkata

      Hmmmm baguslah itu

  40. Muhammad Ghowtsul Alam berkata

    Assalamu’alaikum Warokhmatullah Wabarokaatuh
    Setelah saya membaca keseluruhan novel canda asmara part 1. Menurut Analisis saya pribadi tentang nilai pendidikan yang ada didalamnya. Orang tua (Indra & shofia) dari kayla belum mampu mendidik tentang nilai-nilai agama, dan kurang memberikan perhatian kepada kayla yang sudah memasuki masa remaja, apalagi dia memiliki seorang adik laki-laki yang pastinya perhatiannya akan terbagi dengan adiknya itu. Sehingga dia terjerumus ke dalam pergaulan bebas untuk pelampiasannya, yang menyebabkan martabat keluarganya hancur berkeping-keping. Jadi, disini peran kedua orang tua begitu penting. Karena anak adalah amanat yang dapat menolong ketika diakherat kelak. Atau bahkan sebaliknya yang malah dapat menjerumuskan kedua orang tuanya.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Karena kelak di kemudian hari, jadilah anda orang tua yang penuh pengertian.

  41. Robi'atul Adawiyah berkata

    Assalamu’alaikum wr. wbMenurut saya orang tua Kayla (Indra dan Shofia) kurang memberikan pendidikan agama kepadanya. Keluarganya yang tidak menanamkan pendidikan agama sejak kecil, sehingga kayla tidak dapat memahami norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Dan kebiasaan-kebiasaan yang baik sesuai dengan ajaran agama tidak dicontohkan oleh orang tuanya, kebiasaan-kebiasaan yang baik yang dibentuk sejak lahir akan menjadi dasar pokok dalam pembentukan kepribadian anak. Apabila kepribadian dipenuhi oleh nilai agama, maka akan terhindalah anak dari kelakuan-kelakuan yang tidak baik.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Jadilah keluarga yang baik ya ….

  42. Vina Rosseliana (TIPS A/1) berkata

    Bissmillah …
    Assalamu’alaikum wr.wb

    Setelah saya membaca novel diatas, dan saya analisis nilai pendidikanya itu sangat menarik karena dari cerita novel diatas kita mengetahui bahwasanya peran orang tua itu sangat penting, sesibuk apapun orang tua seharusnya tetap bisa mengontrol anaknya baik dari fisik maupun rohani .
    Terlebih yang paling penting dan yang paling utama orang tua mengajarkan anaknya adalah nilai Agama karena dengan Agama kita dapat mengetahui mana yang benar dan salah dengan begitu kita sebagai anak bisa lebih hati-hati dalam memilih pergaulan ,teman,lingukungan dsb.

    1. Cecep Sumarna
      Cecep Sumarna berkata

      Yess good and thank a lot. Nice to read your comment … ok

  43. Dede hidayatulloh berkata

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Setelahnya saya membaca novel candu asmara.Novel ini sangat menarik .
    Dan adapun pendidikan yang saya dapatkan dari beberapa tokoh yang tercantum di dalam novel tersebur,adapun pendidikan yang saya dapatkan yaitu perilaku kita terhadap orang tua itu harus baik dan tidak boleh membuat orangtua kita sampai menangis karena hidupkaita yang tidak menuruti perintahnya .
    Dan kita juga sebagai seorang anak dari orang tua kita jangan sampai membebani orang tua dan membuar keluarga hancur karena perilaku kita .

    1. Cecep Sumarna
      Cecep Sumarna berkata

      Ya saya kira seperti itu. Sebab orang tua kadang yang dibutuhkan dari anaknya adalah mampu merawat hidup agar tetap berada dalam segenap kebaikan.

      1. dedehidayatulloh berkata

        Betul sekali itu bapak.
        Terkadang orang tua pun akan merasa khawatir apabila keadaan anaknya dalam keadaan tidak baik.karena didalam sikap orang tua itu ada sikap reflek terhadap anak nya.

  44. Intan Tresna Dwi (T.IPS 1/A) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim.
    Assalamu’alaikum wr.wb
    Setelah saya membaca part 1 dari novel “Candu Asmara” , kemudian saya analisis dari segi pendidikannya saya mendapatkan nilai pendidikan dari tokoh Kayla. Maraknya pergaulan bebas yang tidak diiringi dengan iman dan nilai-nilai agamanya yang kuat membuat Kayla melakukan kesalahan yang fatal yang membuat harga diri, harkat dan martabat keluarganya hancur berkeping-keping. Kayla tidak merasa berdosa telah melakukan hal tersebut hal ini berati menunjukan bahwa Kayla memiliki iman yang lemah, dirinya tidak dibekali oleh nilai-nilai atau ajaran keagamaan yang kuat. Ia bahkan menghancurkan masa depan dengan tangannya sendiri.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Ok thank ya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.