Cantik Itu Relatif Katanya, Bagaimana Menurutmu?

0 116

Cantik Itu Relatif. Wanita dengan ceritanya pada masa kini mengingatkan kita pada fenomena cabe-cabean. Wanita dengan pandangan paras cantik ataupun tidak yang tolak ukurnya katanya relatif. Kategori cantik sebentulnya, mudah untuk disimpulkan. Maksudnya, walaupun tolak ukur cantik atau tidak, ganteng ataupun jelek, dengan mata telanjangpun kita tentu bisa menyimpulkan seseorang itu cantik atau tidak. Kata relatif hanya muncul sebagai penilaian yang halus untuk disampaikan.

Fenomena wanita yang menjadi trending topic dikalangan anak muda saat ini adalah cabe-cabean. Ada yang mengartikan cabe-cabean sebagai julukan untuk seorang wanita pekerja seks, adapula yang mengartikan wanita yang asik nongkrong, kekinian dengan gaya “alay”nya. Cabe-cabean yang dimaksud dalam tulisan ini adalah anak muda cabe-cabean yang menurut mereka ‘kekinian’ dengan dandanan rambut warna warni, dengan kostum rok mini, wajah putih dengan bibir seksi tapi dibagian kaki seperti dibaluti stoking berwarna cream, entah mungkin bukan stoking tapi warna kulit asli  . Langkahnya percaya diri, bonceng sana-sini, lirik wanita sebayanya dengan jilbab lebar baju panjang tambah merasa si cabe-cabean yang paling kekinian. Kuno pandangnya pada si wanita berbalut kain sampai yang terlihat hanya bagian wajah saja.

Sementara, bagai dua mata koin yang saling berlainan, si wanita muslimah dengan berbalut kain syar’I, jilbab lebar, baju panjang ditambah kaos kaki dan stoking tangan semakin menutupi bagian-bagian keindahannya hingga yang melihat hanya mampu menikmati keindahann wajahnya saja, dengan make up minimalis sampai tak ada beda ia menggunakan bedak atau hanya cuci muka saja.

 cantik menurut sendiri dan cantik menurut Orang Lain, Semua wanita memiliki kategori cantik

Cantik Menurut Sendiri dan Cantik Menurut Orang Lain

Tulisan ini dibuat oleh wanita, yang entah termasuk kategori mana. Bukan bermaksud menjustifikasi salah satu dari wanita yang diibaratkan dua mata koin itu. Aku berjilbab namun bajuku tak selebar wanita muslimah, mungkin kekiniannya aku disebut wanita “jilbob” jadi tak bisa aku membela si cabe-cabean atau si wanita syar’i. Semua wanita memiliki kategori cantik menurut mereka masing-masing. Tapi sudah tentu yang menikmati keindahan wanita pun jauh lebih memiliki kategori kecantikan menurut mereka.

Beberapa survei sebagai seorang wanita yang bukan cabe-cabean bukan juga wanita syar’i. Ternyata keindahan dan kecantikan sesungguhnya ada pada sisi saat wanita menampakan dirinya apa adanya. Kecantikannya tak di ada-adakan, tak di tambah-tambahkan Pula. Dengan ditambah bedak tebal, lipstick merah merona, rambut diwarna sementara bagian lain dibiarkan dengan warna aslinya. Alhasil, warna wajah dan bagian anggota tubuh lain jadi tak senada warnanya. Berbeda dengan kecantikan murni apa adanya, dibaluti kerudung dengan kulit wajah putih santun, pakaiannya menutupi keindahan yang bisa dinikmati semua orang, entah warna wajah dan anggota tubuh lainnya senada atau tidak ia tak perlu pusing menambah cream untuk memutihkan wajahnya. Cantiknya sudah alami, apa adanya ditambah kecantikan dalam hatinya. Bukankah itu yang sebenarnya kenikmatan yang indah untuk dipandang? Bukan hanya untuk para pria, tapi wanita yang tak tergerus arus kekinian pasti berfikiran itulah keindahan dan kecantikan sesungguhnya. ***Yayu Handayasari Aspandi

Komentar
Memuat...