Cara Menekan Kematian Ayam Broiler

0 602

Ada ladang bisnis yang cukup menjanjikan dan telah dilakukan banyak orang. Bisnis ini sebenarnya sudah menjadi kegiatan sehari-hari, dan sudah menjadi kebiasaan masyarakat umum. Misalnya, di kampung-kampung, hampir tidak ada seorang-pun penduduk yang tidak mengurusi peliharaan  unggas ini. Bisnis itu disebut dengan bisnis ayam; baik ayam kampung, ayam pejantan, ayam broiler maupun ayam petelur.  Hanya saja, ladang bisnis ini, sering hanya dilakukan dalam bentuknya yang konvensional.

Jika digeluti dengan baik, serius dan telaten, bisnis di jenis ini sebenarnya dapat mengalahkan bisnis apapun yang biasa dilakukan masyarakat. Mengapa? karena tingkat keuntungan dalam bisnis ini sangat menjanjikan meskipun tingkat resikonya cukup tinggi. Resiko yang mungkin timbul dari bisnis ini, bahkan dapat mengalahkan peluang keuntungannya itu sendiri. Karena itu, dalam bisnis ini, butuh kesiapan mental, kesipan kejiwaan dan kesiapan-kesiapan permodalan yang cukup padat, khususnya jika seseorang ingin mengawali dalam bisnis ayam pedaging atau broiler. Tulisan ini, akan mengulas tentang cara atau langkah yang harus ditempuh dalam mengatasi kerugian massif dari bisnis ini.

Langkah yang Harus Ditempuh

Resiko kerugian yang paling utama dalam bisnis ayam broiler adalah kematian berantai. Ini yang paling pelik dan paling sulit diatasi. Para pemilik modal dan pelaksana dalam bisnis ini, hanya mungkin dapat menekan kematian ayam hidup pada kisaran maksimal 4 persen dari seluruh populasi yang tersedia.

Langkah yang ditempuh untuk mengurangi tingkat kematian dimaksud adalah:

  1. Mempersiapkan kandang beserta seluruh perangkatnya (tempat makan dan minum) dalam tingkat higienitas yang sangat tinggi;
  2. Menyediakan air bersih dengan tingkat kebersihan yang jika diminum manusiapun dapat dilakukan karena tingkat kesehatan yang sangat menjanjikan;
  3. Lebih baik memilih tempat yang tenang, jauh dari kebisingan dan keramaian lain;
  4. Berada dalam cuaca yang relatif lebih dingin dengan tingkat perubahan iklim maksimal 4 derajat antara waktu malam dan waktu siang;
  5. Membuat kandang yang relatif tinggi agar suhu udara dapat lebih dijaga;
  6. Lebih baik memilih obat-obatan tradisional ketimbang memilih menggunakan obat-obatan kimiawi, karena tidak menjamin adanya kecocokan antara satu kandang dengan kandang lain. Sementara obat-obatan alami hampir dapat beradaftasi dengan semua kondisi ayam dan kondisi kandang;
  7. Tetap menjaga kebersihan lingkungan; baik di dalam kandang maupun di luar kandang. Lebih baik dalam usia 18 hari ke atas, kandang di “ceplos” atau jika tidak mungkin dicplos, maksimal setiap dua hari dua malam, sekam yang menjadi penutup bau tinja ayam, terus ditambah. Akhirnya, kondisi ayam tetap sehat dan segar ….

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.