Take a fresh look at your lifestyle.

Cara Bisnis DoKaS yang Menguntungkan

0 3

Konten Sponsor

Sejak tahun 2011, di ujung selatan pulau Jawa telah berdiri sebuah perusahaan DoKaS (Domba, Kambing dan Sapi), tepatnya di Daerah Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Perusahaan ini didirikan dengan motto: “Ngingu domba, pasti sejahtera” (memelihara domba pasti sejahtera). Motto ini telah mendorong keyakinan manajemen untuk mengembangkan kegiatan pembibitan, maupun penggemukan domba. Motto ini akan mengabsyahkan keyakinan orang sunda akan suatu istilah: “Lamun keyeng tangtu pareng” atau man jadda wa jadda (kalau ada kemauan tinggi pasti akan tercapai) dalam literasi masyarakat Arab.

Usaha DoKaS bisa dilakukan Siapapun

Sikap optimis manajemen akan potensi usaha di DoKaS ini, memang bukan bombastis. Terdapat sekian faktor yang dapat mendukung keberhasilan usaha dalam bidang peternakan di Indonesia. Salah satunya terlihat dari melimpahnya potensi pakan kambing atau binatang lain dalam bentuk rumput (pakan hijauan ternak), dan limbah industri tahu, tempe, kelapa dan tepung tapioka (onggok) di kampungnya. Bahan-bahan tadi dapat digunakan untuk menjadi pakan tambahan ternak dengan harga yang relatif terjangkau.

Banyak orang menganggap bahwa usaha DoKaS hanya cocok untuk mereka yang pensiun. Padahal tidak selamanya demikian. Meski demikian, memang untuk para pensiunan, usaha ini cukup menarik dilaksanakan. Banyak orang khawatir ketika memasuki masa pensiun. Perubahan rutinitas kegiatan keseharian dan pendapatan (keuangan) yang besar pada masa aktif bekerja, akan sangat berpengaruh secara psikologis apabila tidak ada perencanaan yang matang, menyangkut kegiatan di masa pensiun tadi. Bahkan pepatah orang tua menyatakan ”beuki kolot teh kudu beuki loba pangaboga” (artinya: makin tua harus makin kaya). Mengapa? Karena semakin tua umur seseorang, maka, akan semakin besar pula kebutuhan hidupnya. Karena itu dibutuhkan perencanaan yang matang akan perjalanan hidup dapat tetap stabil.

Usaha DoKaS, secara umum dilakukan dalam bentuk pembibitan dan penggemukan. Dua jenis kegiatan ini, sama-sama menjanjikan dan memiliki nilai prospektif-nya untuk kemajuan ekonomi sebuah keluarga.  Mengapa demikian? Sebab kebutuhan daging sangat tinggi, sementara, suplay-nya masih sangat rendah. Buktinya, pemerintah RI masih harus mengimport daging dari luar negeri.

Jenis Usaha DoKaS

Dua jenis usaha DoKaS (pembibitan dan penggemukan) secara praktik memang berbeda satu sama lain. Perbedaan dimaksud khususnya menyangkut pola dan perlakuan atau cepat dan lambatnya perputaran modal. Kalau penggemukan, waktunya bisa lebih cepat, tergantung bahan bakalan yang digemukan. Sedangkan kalau kegiatan pembibitan, setidaknya membutuhkan waktu delapan bulan setengah sampai bisa menjual (lepas sapih). Dengan asumsi masa bunting lima bulan, sejak lahir sampai lepas sapih minimal membutuhkan waktu tiga bulan setengah.

Pertanyaannya adalah, apakah orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai peternak bias melakukan kegiatan usaha peternakan? Jawabannya, bisa! Tidak ada di dunia ini, suatu beban pekerjaan yang tidak mampu dilakukan, sepanjang ada kemauan belajar dan mencoba. Mereka yang memasuki masa pensiun, disarankan untuk mulai mengembangkan keinginan beternak domba, minimal dua tahun sebelum masuk masa pensiun. Dua tahun sebelum masuk pensiun ini,  lebih baik kalua sudah mempelajari dan mengawali beternak.

Di berbagai laman dan jurnal ilmiah, sebenarnya telah terbit buku dan tulisan ilmiah tentang tata cara beternak hewan, mulai dari analisis usaha, pola pembuatan kandang dan tata cara pemberian pakan. Peternak perseorangan banyak juga yang membuka layanan pelatihan dan pendampingan bagi peternak pemula yang tertarik untuk beternak. ** Kikim Tarkim