Inspirasi Tanpa Batas

Problematika Bisnis Property

0 21

Konten Sponsor

Pengalaman penulis memulai dan menjalankan bisnis property, akan dituangkan dalam bentuk tulisan serial selama hampir 60 hari. Pengalaman ini, menurut saya penting diulas. Mengapa? Sebab banyak orang yang memandang bisnis ini sangat menjanjikan di satu sisi, namun tidak sedikit yang menganggap bahwa bisnis ini adalah sesuatu yang sangat rumit. Bisnis yang seolah hanya dimiliki para Taypan yang modal uangnya tidak lagi memiliki seri.

Dua anggapan ini, melahirkan dua tipikal yang juga berbeda. Bagi mereka yang menganggap bahwa bisnis property itu mudah, maka, kecenderungannya ia akan ceroboh. Ia akan cenderung menggampangkan masalah. Ia akan selalu menghitung uang di atas catatan kaki atau di atas kertas yang selalu menguntungkan. Tidak ada kata yang tepat, untuk mereka yang berpikir seperti ini, kecuali Untung dan Untung. Yang lain jarang dipikirkan. Padahal bisnis property tidak bicara untung rugi, tetapi, mungkin nggak kita mampu menjaga resiko yang timbul. Karena itu, managemen utama dalam bisnis property adalah Risk Management.

Bagi kelompok yang menganggap bahwa bisnis ini rumit, dan hanya dimiliki para taypan, maka, konsekwensinya, ia tidak akan pernah menyentuh bisnis ini. Mereka akan ketakutan sebelum segala sesuatunya dimulai. Padahal, anggapan ini tidak selamanya tepat. Karena akan tersedia funding-funding yang mampu memberi modal pada kita, jika kita memang memiliki perencanaan yang matang untuk itu.

Kedua anggapan dimaksud, menurut saya, tidak selamanya tepat. Meski dalam banyak kasus keduanya sangat mungkin dapat dibenarkan. Bisnis property memang dapat disebut mudah, jika banyak hal dipenuhi, tetapi, menjadi rumit, ketika analisa dilihat dalam perspektif yang lain. Perpektif yang sangat berbeda, akan melahirkan tipikal pengusaha property yang berbeda pula. Apa dan bagaimana pespektif dimaksud? Inilah yang akan dikaji dan dianalisa penulis di bagian pertama ini.

Hidup sebagai Resi Pertapa

Oke … di luar itu semua, menurut saya, bisnis property adalah bisnis yang membutuhkan andrenalin tinggi. Bisnis yang membutuhkan orang dengan tingkat daya tahan hidup cukup tinggi juga. Ia dituntut menjadi seorang yang bukan saja dibutuhkan dari mereka yang memiliki kapital cukup, tetapi, yang jauh lebih penting adalah mental pengusaha yang mengambil sikap seperti resi pertapa. Mereka yang tidak mudah tergoda dan tidak ingin cepat menjadi manusia kaya. Meraka yang terbiasa hidup dalam karakter yang glamour dengan istri sosialita, maka, menurut saya lebih baik menghindari bisnis ini.

Mereka yang cengeng, yang tidak memiliki daya tahan hidup, yang tidak sanggup berpuasa selama tiga tahun, saya sarankan, sebelum memulai bisnis properti, untuk belajar berpuasa dulu. Jangan sentuh bisnis ini, sentuh bisnis lain yang lebih cepat memberi keuntungan. Karena itu, jika anda masih suka glamour, menurut saya, sekali lagi pikirkan dulu untuk memilih berkiprah dalam dunia ini. Sebab, jika anda tidak mampu menahan diri, maka bisnis anda pasti seumur jagung.

Shaf hidup anda bersama keluarga, rapihkan dulu. Yakinkan bahwa bisnis ini memang rumit. Yakinkan semua orang yang terlibat dalam usaha anda, bahwa bisnis property adalah bisnis melihat Gunung yang sangat indah, karena memang indah, tetapi, yakinkan bahwa di dalam gunung, terdapat banyak binatang; buas dan melata yang hidup dan siap menyergap kita semua, kapanpun. Kalimat sakti yang sering saya ungkapkan adalah: 

“Miskin datang setiap waktu, tetapi, menjadi manusia kaya, menjadi manusia mapan, menjadi manusia yang memiliki kelebihan ekonomi, pasti ada waktunya. Ia tidak hadir setiap waktu, sebagaimana hadir setiap waktu bagi kemiskinan” 

Tetapi dengan rumusan demikian, apakah bisnis property tidak memiliki keuntungan. Tidak juga! Justru sangat menjanjikan. Memberi ruang dinamis dan memiliki kesempatan untuk melakukan lompatan [quantum] dalam menata kehidupan ekonomi kita bersama keluarga. Namun perlu dicatat bahwa setiap yang High Return pasti High Risk.

Ulasan inilah yang akan menjadi kajian penting kita, dalam puluhan seral tentang bianis property. Mari kita ikuti pengalaman ini dan bagaimana kita bersikap dan menjalaninya. By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar