Cara Kerja Budaya Kerja

0 86

Bekerja adalah suatu aktivitas yang memerlukan usaha pengeluaran energi untuk menciptakan “bahan mentah” menjadi sesuatu. Usaha dimaksud dapat berbentuk barang ataupun jasa yang bernilai bagi orang. Atau bisa juga dimaknai sebagai upaya melaksanakan suatu tugas dan diakhiri dengan hasil karya cipta yang dapat dinikmati oleh manusia yang bersangkutan. Maka, kerja ini di definisikan sebagai suatu aktivitas yang memerlukan energi baik fisik ataupun mental (brain ware), untuk menghasilkan suatu barang atau jasa yang dapat dinikmati.

Hakikat budaya kerja adalah suatu pembentukan sikap ketaatan dan kepatuhan terhadap norma, nilai, dan etika. Ia akan menjadi peraturan dan berlaku dalam menjalankan berbagai aktivitas. Baik aktivitas berbentuk fisik maupun non fisik (mental) untuk menghasilkan barang atau jasa.

Budaya kerja dapat pula dimaknai sebagai suatu falsafah. Falsafah ini didasari oleh pandangan hidup seseorang sebagai sebuah tata nilai yang menjadi sifat, kebiasaan maupun kekuatan pendorong. Selain itu, ia juga mampu membudaya dalam setiap aspek kehidupan suatu kelompok masyarakat atau organisasi. Hal ini dapat tercermin dalam setiap perilaku, cita-cita kepercayaan, pendapat dan implementasi tindakan yang terwujud dalam kerja atau bekerja (Triguno, 1977). Sehingga, dapat dikatakan bahwa budaya kerja ini adalah roh atau jiwa organisasi yang mengikat seluruh personel yang bekerja dalam organisasi. Mengapa? untuk membangun organisasi yang sehat memerlukan aturan, etika dan budaya agar proses pelaksanaan tugas dalam organisasi memiliki kebiasaan berdasarkan aturan dan kesepakatan. Dengan demikian setiap pegawai yang bekerja mendapat dorongan yang dapat meningkatkan gairah kerjanya.

Definisi di atas sejalan dengan yang dikemukakan oleh Susanto bahwa budaya kerja merupakan seperangkat tata nilai yang menjadi pegangan setiap sumber daya manusia dalam melaksanakan kewajiban serta perilakunya di dalam organisasi (A.B Susanto, 2008). Semua nilai- nilai yang ada dalam organisasi dapat menjadi pedoman setiap pegawai dalam menjalankan fungsinya masing- masing. Ia juga sekaligus mampu menjadi dorongan untuk melakukan perbaikan dalam kehidupan organisasi.

Persepsi Organisasi

Budaya kerja memberi makna bagaimana para anggota organisasi memiliki persepsi terhadap nilai- nilai dalam organisasi. Hal ini akan menentukan bagaimana anggota bertindak dan berperilaku. Setiap individu menyerap budaya organisasi berdasarkan apa yang mereka lihat dan yang mereka dengar dalam organisasi. Budaya kerja dapat efektif mendorong atau melemahkan tergantung pada arti dari nilai, kepercayaan dan norma- norma dimaksud. Nilai, kepercayaan dan norma- norma dapat langsung ataupun tidak langsung oleh pegawai yang dianggap menjadi kekuatan utama dalam mempengaruhi perilakunya.

Budaya kerja akan menjadi dasar utama dalam pembentukan budaya organisasi. Budaya organisasi menurut Gibson (2000) adalah serangkaian nilai, kepercayaan dan norma- norma yang yang ada dalam organisasi. Griffin (1997) mengatakan “Culture of organization is the set of values that help its members understand what the organizations stand for, how it does things, and what it considers important”. Budaya organisasi adalah segala nilai- nilai yang membantu para anggota untuk mengetahui apa yang diperbolehkan, bagaimana mengerjakan, dan apa saja yang perlu dipertimbangkan.

Oleh: Ade Firmansyah

Komentar
Memuat...