Inspirasi Tanpa Batas

Cara Melatih Kemampuan Menulis Dengan Cepat

Cara Melatih Kemampuan Menulis Dengan Cepat
0 75

Menulis merupakan sebuah kegiatan yang sudah kita lakukan sejak kanak-kanak. Baik menulis dalam sebuah catatan harian dan sebagainya.

Ketika kanak-kanak, menulis bertujuan untuk mencurah limpahkan sesuatu yang tengah kita fikirkan dan rasakan, tanpa melulu kita rasakan sebagai sebuah beban dalam fikiran tersebut. Contohnya, ketika kita merasakan sebuah kesedihan, agar tak melulu kita rasakan kesedihan tersebut, biasanya kita langsung menulis.

Aktifitas menulis yang seperti demikian merupakan aktifitas menulis yang alamiah. Disebut sebagai aktifitas alamiah, karena ketika kita menuangkan segala bentuk ide dan fikiran yang ada dalam diri kita melalui tulisan, kita tidak terlalu banyak mempertimbangkan, tidak terlalu banyak memperdulikan rasa ingin memiliki sebuah kata keidealisan dalam sebuah tulisan. Semua mengalir sesuai dengan apa yang tengah kita fikirkan begitu saja.

Lalu ketika kita sudah menginjak dewasa. Beberapa tuntutan kita dalam menuangkan gagasan melalui tulisan tersebut mulai diperluas. Seperti, hal yang telah dikemukakan diparagraf sebelumnya, sudah harus kita perhatikan. Sehingga kadang kita terlalu fokus terhadap hal tersebut dan melupakan imajinasi-imajinasi yang biasanya kita lakukan sejak kanak-kanak. Akhirnya gairah menulis kita semakin berkurang.

Bagaimana mengembalikan kealamiahan kita dalam menulis?

Ketika kita mengemukakan sebuah idea. Kemudian kita masih terlalu fokus terhadap hal-hal idealis yang semestinya ada dalam sebuah tulisan. Pasti hal yang kita lakukan adalah melakukan teknik-teknik menuju sebuah tulisan yang idealis dengan sekuat tenaga, seperti mempertimbangkan sebuah tulisan yang cukup rumit dan editing dari sedini mungkin.

Editing dari sedini mungkin artinya sebelum kita menyelesaikan sebuah tulisan, proses editing tersebut sudah kita lakukan lebih awal. Sehingga, kadang apa yang ingin kita tuangkan dalam sebuah tulisan yang disebut ide tersebut dimakan waktu yang telah kita peruntukkan untuk editing. Akhirnya kita merasakan a�?stucka�?, parahnya kita menggeletakan tulisan kita begitu saja.

Dari apa yang sudah dijelaskan tersebut, sangat jelas bahwa kealamian dalam menulis yang sering kita gunakan ketika masih kanak-kanak sudah mulai terlupakan. A�Maka, disini penulis merasa perlu mencari solusi untuk hal tersebut yakni menggunakan teknik pengelompokan.

Teknik Pengelompokan

Teknik pengelompokan telah dikembangkan sedari dulu oleh Gabriele Rico. Dalam bahasa Inggris, teknik pengelompokan tersebut disebut sebagai Clustering.

Untuk mencoba teknik pengelompokan, hal yang harus kita lakukan adalah menyiapkan A�kertas kosong dan pena. Kemudian kita tulis suatu hal yang menurut kita menarik, seperti misalnya a�?Sejaraha�?, kita tulis kata tersebut ditengah-tengah kertas kosong lalu lingkari.

Setelah itu, kata selanjutnya yang ada dalam fikirkan adalah Indonesia, tulis dan lingkari kata a�?Indonesiaa�? tersebut, bisa di samping, atas atau bawah. Asalkan sebelum atau sesudah kata yang telah kita lingkari, kita memberi satu atau dua garis untuk mengembangkan kata tersebut. Kemudian kata selanjutnya adalah a�?koloniala�?, lingkari kata kolonial tersebut lalu beri satu atau dua garis dan seterusnya sampai sesuatu dalam fikiran kalian benar-benar terkuras habis.

Jika kalian melatih teknik pengelompokan tersebut dengan jam sebagai acuan waktu kalian menulis kemudian kalian terus menerus melatih menggunakan waktu tersebut, kalian pasti bisa menilai kemampuan kalian dari hari ke hari secara alamiah, tanpa memerlukan proses editing.

Melalui teknik tersebut, juga bisa menghasilkan sebuah tulisan dengan alur yang jelas dan koheren.

Sumber : Roni Tabroni. 2007. a�?Melejitkan Potensi Mengasah Kreativitas Menulis Artikela�?. Bandung : Nuansa.

Komentar
Memuat...