4 Cara Pelayanan sepenuh hati – Excellent Service

0 2.079

Pelayanan prima memiliki banyak aspek dan cabang. Seprti halnya dalam bahasan di bagian sebelumnya bahwa pelayanan prima harus memiliki prinsip-prinsip dasar dan pengenalan karakteristik pelanggan. Dalam bahasan ini, penulisan akan menjelaskan tentang bagaimana kita memberikan pelayan sepenuh hati. Cara Pelayanan sepenuh hati bersumber dari ketulusan hati dengan segenap kewajiban dan kesadaran diri sebagai pelayan yang senantiasa memberikan excellent service. Berikut beberapa layanan sepenuh hati yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin memberikan layanan prima kepada pelanggan atau customer.

Memahami Emosi Diri

Emosi diri adalah keadaan psikologi yang cenderung fluktuatif terpengaruh oleh keadaan. Keadaan yang berbeda akan memberikan respon berbeda pula pada diri kita. Respon itu dapat bersifat reflek atau terkendali. Dalam hal pelayanan publik, semua tindakan kita harus senantiasa terkendali. Pengendalian diri merupakan aspek utama bagaimana diri kita dijaga dan dipahami agar memiliki kestabilan dalam pelayanan. Kestabilan dalam pelayanan sangatlah dibutuhkan bagi seseorang dalam memberikan pelayanan prima. Terkadang dalam kondisi tertentu; dalam kepenatan kerja siang hari, berhadapan dengan banyak masalah dan orang-orang yang komplain, seseorang akan terganggu emosinya untuk melayani pelanggan berikutnya. Kondisi ini wajar dialami oleh setiap orang yang dalam posisi pelayan publik. Namun, tuntutan kerja dan kewajiban kerja memang harus mengedepankan profesionalisme pelayanan sesuai dengan SOP, sehingga sebagai pelayan publik tetap harus stabil secara emosi.

Kestabilan emosi ini harus selalu dijaga melalui selingan-selingan di sela-sela kegiatan kerja. Selingan ini bisa dilakukan melalui pemutaran musik rilek yang tidak begitu bising di telinga tapi memang menenangkan, melalui berdiri dan menghampiri ke pantry dalam beberapa menit saja untuk sekadar mengambil minum atau bisa juga sesekali menemui rekan kerja di bangku lain untuk sekedar melihat catatan-catatan kecil sebagai pengalihan penat. Emosi negatif yang tidak terkendali harus segera dialihkan. Jika posisi duduk kita tidak diselingi dengan kegiatan lain dan terus-menerus menerima pelanggan tanpa jeda, emosi negatif akan menguat yang akan mengakibatkan efek buruk terhadap pelayanan.

Meningkatkan Kompetensi Diri

Aspek kedua dalam layanan sepenuh hati adalah meningkatkan kompetensi diri. Jika seseorang mampu meningkatkan kompetensi diri terus secara bertahap, ia akan menemukan satu kepuasan tersendiri dalam mengenal  kehebatan kompetensi dirinya. Terkadang seseorang merasa mentok tidak menemukan ide dalam penyelesaian masalah. Hal ini diakibatkan belum dilakukan upgrade kompetensi. Sebenarnya, semua hal yang dihadapi oleh karyawan atau staf di sebuah perusahaan atau lembaga telah disesuaikan dengan kemapuan dasar para karyawan atau staf. Untuk memberikan layanan lebih, maka peningkatan kompetensi diri harus dilakukan.

Peningkatan kompetensi diri ini dapat dilakukan melalui pemaknaan dari pengalaman-pengalaman sehari-hari atau juga melalui workshop yang biasa dilakukan oleh lembaga atau perusahaan secara berkala. Kompetensi yang terus diasah dan ditingkatkan akan memberikan kepuasan kepada pelanggan karena layanan yang diberikan senantiasa memiliki peningkatan setiap saat. Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, maka tidak ada pelayanan yang sulit dilakukan, sehingga, seorang pelayan publik akan dengan mudah memberikan pelayanan prima dengan sepenuh hati.

Kreatif dan memotivasi Diri

Aspek ketiga dari pelayanan sepenuh hati ini adalah kreatif dan memotivasi diri. Kreatif adalah satu tindakan dimana seorang pelayan publik mampu melakukan pengembangan ide dalam berbagai kejadian dalam hal pelayanan. Kreativitas harus muncul seiring dengan pengalaman menghadapi masalah. Sementara motivasi diri adalah bagian yang tak terpisahkan dari munculnya kreativitas. Seseorang yang mampu memotivasi diri akan memberikan efek cepat terhadap peningkatan kreativitasnya dalam bekerja. Kinerja yang selalu meningkat tentunya didukung pula oleh motivasi diri yang tinggi. Motivasi diri yang tinggi akan mengajak seseorang untuk terus melakukan sesuatu yang bersifat kreatif. Tidak merasa puas dengan apa yang sudah dicapai hari ini adalah salah satu karakter diri yang memiliki motivasi diri tinggi. Ia selalu bertindak bagaimana menjadi lebih baik terus dan terus. Kepuasan yang dimiliki oleh individu kreatif adalah ia mampu mengerjakan sesuatu yang lebih baik tanpa henti. Jika nilai-nilai kreativitas dan motivasi diri telah tertanam pada diri individu yang bertugas dalam pelayanan publik maka ia tidak lagi bercerita tentang seberapa besar orang lain memberikan reward materi pada dirinya, namun seberapa puas hatinya bisa mampu memberikan layanan prima kepada orang lain adalah tujuan utama.

4 Cara Pelayanan sepenuh hati - Excellent Service

Menyelaraskan dengan emosi orang lain

Aspek keempat dalam pelayanan sepenuh hati adalah menyelaraskan emosi diri dengan emosi orang lain. Dalam hal ini dimaksudkan bahwa keinginan pelanggan harus cepat dan mudah ditangkap oleh seorang pelayan publik. Emosi orang lain yang dimaksud adalah keinginan mereka untuk dilayani atau direspon sesuai dengan kebutuhan mereka. Kita harus memahami betul bagaimana perasaan pelanggan untuk menginginkan satu pelayanan prima dari kita. Betapa berharganya permasalahan yang ia ajukan dan segera ingin diselesaikan.

Sebagai pelayan publik yang sudah malang melintang dalam dunia pelayanan, tentu akan mudah dan menganggap bahwa sesungguhnya permasalahan yang diajukan hanyalah permasalahan biasa saja dan bisa diselesaikan segera. Namun, tidak demikian dirasakan oleh pelanggan. Mereka tidak paham dan tidak terbiasa dengan permasalahan yang baru ia temukan. Mereka nampak cemas dan penuh khawatir bahwa permasalahn tersebut besar dan dianggap sulit untuk diselesaikan. Maka, peran pelayan publik untuk menyelaraskan emosi dirinya dengan emosi pelanggan snagatlah penting. Pelayan publik harus menanggapi dengan penuh perhatian dan antusias. Berikan apresiasi penuh saat penggan komplain dan begitu khawatir akan permasalahan. Semakin mereka menceritakan banyak tentang permasalahannya, maka semakin kuat pula tingkat kepercayaan mereka kepada perusahaan atau lembaga kita. Menumpahkan masalah kepada kita berarti mereka sedang membangun kepercayaannya kepada kita. Tetaplah tersenyum dan jadilah partner dalam penyelsaian masalah bersama pelangan-pelanggan kita melalui pelayanan sepenuh hati.

 Nanan Abdul Manan

Dosen STKIP Muhammadiyah Kuningan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.