Cara Memasarkan Produk melalui Secangkir Coffee

Cara Memasarkan Produk melalui Secangkir Coffee
0 20

Cara Memasarkan Produk melalui Secangkir Coffee, Jika seorang marketing memiliki penampilan atau prilaku yang baik, itu sudah biasa dan hampir semua orang memilikinya. Karena pada dasarnya seorang marketing dituntut untuk berprilaku baik untuk menarik perhatian calon pembelinya. Akan tetapi sebagai seorang marketing tidak cukup dengan prilaku baik. yang terpenting adalah ketika berprofesi sebagai marketing, tuntutan yang paling mendasar adalah memberikan pelayanan prima terhadap calon user- nya. Inilah cerita penulis. Pada waktu itu, penulis memiliki teman kerja yang berfropesi sebagai marketing. Sebut namanya Shofi. Pada saat itu, Shofi baru pertama kali bekerja dan masih kebingungan dengan profesinya. Di setiap waktu senggang, Shofi selalu menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan rekan kerjanya yang relatif lebih berpengalaman. Di waktu tertentu, Shofi juga sering bertanya kepada penulis. Inilah kisahnya:

Shofi bertanya: bagaimana sih pak cara menjadi seorang marketing yang baik? saya katakan, kamu harus menjadi pribadi yang baik agar dapat dipercaya sama calon pembeli. Shofi menjawab: aku sudah berprilaku baik, akan tetapi tanggapan dari konsumen masih ragu dengan apa yang saya sampaikan. Aku menjawab lagi. Kamu mengukur kamu baik dari sisi apa? Tidak marah-marah, atau kamu ngasih uang pun juga baik kan? sambil bergurau…

Saat itu, saya meneruskan, bahwa kebaikan yang dimaksud dalam kontek marketing adalah bagaimana cara kita dapat menarik minat serta mampu memberikan pelayanan prima terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen tersebut. Caranya, kita harus banyak mendengar kemudian cari solusi yang tepat untuk memenuhi keinginan dari nasabah tersebut. Kemudian buatlah kondisi yang nyaman untuk berkomunikasi, agar tidak terjadi ketegangan dalam melakukan komunikasi.

Percakapan-pun berakhir. Shofi kembali melanjutkan aktivitasnya sambil berjalan dengan lemas seperti orang kebingungan. Entah kebingungan itu karena sedang berpfikir atau karena kebingungan tidak memahami apa yang saya sampaikan. Singkat cerita. di kemudian hari, Shofi datang kembali dengan wajah yang sangat gembira. Kemudian saya bertanya; ada apa ko kamu kelihatannya sangat bahagia? Ia menjawab: Aku sudah berhasil menyakinkan konsumen…. Yang akhir nya dia membeli produk yang saya tawarkan….

Nah… itu kamu bisa, tidak susah kan menjadi seorang marketing? Dijawab saya Sambil bergurau…. Shofi bergumam, al hamdulillah ternyata memasarkan itu tidak sulit kalau sudah tau caranya. Emang caranya seperti apa tanya saya. Shofi menjawab cukup dengan secangkir kopi aku bisa menyakinkan konsumen tersebut, kami ngopi bersama dan mulai berkomunikasi dengan suasana yang relax, seakan tidak ada sekat antara kami, emosional kami terbangun dengan sendirinya. Pada akhirnya mungkin dia merasa tidak enak kalau menolak apa yang saya tawarkan….

Hanya itu cara yang kamu lakukan? Shofi menjawab: hal lain yang saya lakukan adalah saya selalu menjadikan kelemahan menjadi kekuatan…. Cara kamu sungguh sangat baik. Itulah yang semestinya dilakukan oleh seorang marketing. Saya yakin jika kamu dapat mempertahankan itu, suatu saat kamu pasti dapat menjadi markting terbaik. Akan tetapi jangan lupa, konsep secangkir kopi itu jangan dilakukan ketika kamu sedang melakukan penagihan. Sambil bergurau saya katakan: Nanti bisa-bisa kamu nagihnya terlupakan hanya dengan secangkir kopi…

Dari cerita tersebut kita dapat mengambil hikmah, bahwa kebaikan itu dapat diukur dari sejauh mana orang merasa nyaman dengan kita. Semakin banyak kita berbuat kebaikan terhadap sesama maka semakin sulit orang tersebut melupakan kebaikan kita. Konsekwensinya, sulit juga orang lain menolak tawaran produk yang kita bawa

Iman Solahudin

Komentar
Memuat...