Inspirasi Tanpa Batas

Cara Membentuk Sikap Keberagamaan Siswa di Sekolah

0 8

Konten Sponsor

Cara Membentuk Sikap Keberagamaan Siswa di Sekolah. Sekolah, memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan sikap keberagamaan peserta didik. Jika sekolah gagal membentuk peserta didik dalam membangun jiwa keberagamaan, maka, sekolah dimaksud patut dianggap gagal. Mengapa? Karena ia bertentangan dengan semangat tujuan pendidikan nasional, yang salah satunya adalah membentuk sikap mental peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt. [lihat tujuan UUSPN Nomor 20 tahun 2003].

Karena membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, maka, bagaimana sesungguhnya sikap ini harus dutransformasi. Secara akademik, setidaknya ada tiga pendekatan yang harus dilakukan. Ketiga langkah dimaksud adalah:

Tiga Pendekatan Sikap Keberagamaan

 Pertama, pendekatan rasional. Pendekatan rasional adalah usaha memberikan peranan pada rasio (akal) peserta didik dalam memahami dan  membedakan berbagai bahan ajar dalam standar  materi serta kaitannnya  dengan prilaku, baik dalam konteksnya yang positif maupun yang negatif. Peserta didik harus sudah mulai dibentuk sejak dini, bagaimana mereka terbiasa menggunakan potensi akalnya dengan baik. Tentu dalam soal ini, pada sejauhmana ia mampu berpikir. Tujuannya untuk apa? Agar mereka dapat melaksanakan sejumlah kebaikan dan menghindari keburukan dalam konteks kehidupan di dunia.

Kedua, Pendekatan emosional. Pendekatan emosional adalah upaya untuk menggugah perasaan emosi peserta didik dalam menghayati prilaku yang sesuai dengan ajaran  Islam dan budaya bangsa (serta dapat merasakan mana yang baik dan buruk).

Ketiga, Pendekatan keteladanan. Pendekatan keteladanan adalah menjadikan figur guru agama dan non agama dan seluruh warga sekolah sebagai cerminan manusia yang mempunyai sikap keberaagamaan. Keteladanan dalam pendidikan sangat urgen dan lebih efektif, dalam usaha pembentukan sikap kebergamaan, peserta didik lebih mudah memahami atau mengerti bila ada  seeorang yang dapat ditirunya.

Dari ketiga pendekatan dimaksud, tentu yang paling urgen adalah keteladanan. Ia akan menjadi media yang sangat strategis bagi optimalnya pembentukan jiwa keberagamaan  seseorang, tentu termasuk didalamnya peserta didik. Keteladanan pendidik terhadap peserta didik merupakan kunci keberhasilan dalam mempersiapkan dan membentuk moral spiritual dan sosial anak.

Tentang keteladanan, Zakiah Darajat mengemukakan: “Hendaknya setiap pendidik menyadari bahwa pembinaan pribadi anak sangat diperlukan pembiasaan pembiasandan latihan-latihan yang cocok dan sesuai dengan perkembangan jiwanya. Karena pembiasaan dan latihan  tersebut akan membentuk sikap tertentu pada anak yang lambat laun sikap itu akanbertambah jelas dan kuat, karena telah masuk menjadi bagian dari pribadinya. Dr. Hj. Ety Tismayati

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar