Inspirasi Tanpa Batas

Cara Membuat Latar Belakang Masalah dalam Proposal Penelitian

0 2.751

Konten Sponsor

Education- Cara Membuat Latar Belakang Masalah dalam Proposal Penelitian. Membuat latar belakang masalah dalam penelitian, akan mudah dilakukan, jika penulis atau peneliti memahami apa yang menjadi masalah yang dia hadapi. Jika dia tidak memahami apa masalah yang dihadapinya, maka, besar kemungkinan seorang peneliti tidak akan mampu menyusun latar belakang masalah penelitian.

Dalam teori filsafat Ilmu, disebutkan bahwa tidak ada masalah, berarti tidak ada ilmu pengetahuan. Karena itu, masalah, akan menjadi titik tumpu pemikiran peneliti dalam menyusun proposal penelitian. Konsekwensinya, tentu saja hal itu dapat mendorong seseorang untuk tidak mengalami kesulitan ketika menyelesaikan hasil penelitiannya.

Dalam menyusun latar belakang masalah, yang pertama harus dipikirkan dan dilakukan peneliti adalah soal bagaimana melakukan prove [pembuktian] terhadap apa yang disebut dengan masalah. Pembuktian di sini maknanya adalah pembuktian ilmiah.

Lalu bukti ilmiah itu apa? Sesuatu memperoleh pembuktian ilmiah ketika mampu dilihat, didengar, dirasa, dikecap dan dipikirkan. Jika tidak mampu dibuktikan, maka, hal itu tidak dapat disebut sebagai masalah ilmiah.

Masalah itu Adanya Pertentangan atau Perbedaan

Banyak ilmuan menyebut bahwa masalah ilmiah mengandung makna adanya perbedaan atau pertentangan antara teori dengan praktek. Berbeda atau bertentangan antara yang seharusnya dengan realitas nyata di lapangan.

Misalnya, ada seorang kepala sekolah yang baik dan royal kepada guru-guru yang mengajar di sekolah yang dia pimpin. Dia juga termasuk di antara guru yang memenuhi persyaratan penting untuk disebut sebagai kepala sekolah. Dia adalah guru terbaik di sekolahnya. Prestasinya juga baik dan banyak. Dedikasi dan loyalitas yang dia punya juga cukup baik.

Secara teoritis, kepala sekolah yang demikian, seharusnya mampu melahirkan guru-guru yang memiliki loyalitas baik terhadap sekolah. Motivasi mengajarnya tinggi. Konsekwensinya, guru-guru di sekolah dimaksud, akan tumbuh menjadi guru yang baik.

Fakta, ternyata di sekolah dimaksud jauh dari harapan itu. Guru-guru yang ada di sekolah tersebut ternyata malas, tidak berprestasi dan tidak mampu menjadi motivator yang baik bagi murid-muridnya untuk belajar. Akibatnya, prestasi siswa di sekolah dimaksud amburadul. Jauh dari berprestasi.

Yang demikian itulah yang disebut dengan masalah ilmiah. Itulah seharusnya yang menjadi latar belakang mengapa anda harus meneliti tentang Pengaruh atau Hubungan Kepala sekolah terhadap atau dengan motivasi mengajar guru dan prestasi belajar siswa.

Cara menyusun latar belakang dimaksud, fokus pada masalah tersebut. Buktikan bahwa kepala sekolah itu baik. Ciri [indikator] yang menyebut bahwa kepala sekolah itu baik, apa. Termasuk tentu apa yang terjadi pada guru dan prestasi siswa. Buktikan seperti kepada kepala sekolah.

Selanjutnya, bukti akan posisi kepala sekolah, guru dan murid itu diperoleh informasinya [information] dari mana. Sebutkan sumber-sumber informasi itu secara cermat dan tepat. Perkuat dengan contoh-contoh nyata [example].

Membuat Proposal penelitian bukan berangkat dari Judul

Dengan nalar seperti ini, maka, seseorang akan mudah membuat latar belakang masalah. Jadi suatu proposal penelitian bukan berangkat dari judul, tetapi dari apa yang disebut dengan masalah. Suatu judul penelitian sangat mungkin berubah, sampai penelitian itu sendiri selesai disusun.

Jadi apa itu latar belakang masalah? Secara sederhana dan banyak ilmuan menafsirkannya sebagai suatu informasi yang harus tersusun secara sistematis. Apa yang harus disusun itu berkenaan dengan fenomena yang dilematik di satu sisi dan menarik perhatian untuk dikaji atau diteliti menurut nalar ilmuan di sisi lainnya. By. Prof. Cecep Sumarna

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar