Cara Membuat Notasi Ilmiah | Filsafat Bahasa-Part 4

0 34

Tulisan ilmiah mensyaratkan adanya notasi (catatan) ilmiah. Notasi ilmiah berfungsi untuk menjadi alat ukur penegakkan prinsip kejujuran dan integritas ilmiah. Prinsip dasarnya, setiap pemikir tidak pernah berdiri sendiri, sebagai sesuatu yang benar-benar baru. Setiap pengetahuan selalu dan pasti merupakan tumpukan dan lanjutan dari satu item kepada item lain yang selalu dinamis dan berubah.

Isi notasi ilmiah memuat tiga hal penting. Ketiga hal dimaksud adalah sebagai berikut: Pertama, harus teridentifikasi dari siapa penulis melakukan rujukan. Nama orang yang tulisannya disadur penulis harus secara tegas disebutkan. Kedua, media atau alat komunikasi yang penulis dalam menyusun pikirannya itu disadur. Ketiga, harus jelas lembaga yang menerbitkan tulisan mereka yang oleh penulis pikirannya disadur. Masuk dalam ranah ini, termasuk tahun penerbitan dan halaman berapa mereka menulis.

Dalam bentuknya, notasi ilmiah dibagi ke dalam tiga bentuk. Ketiga bentuk dimaksud adalah: 1). Catatan kaki (foot note) diletakkan dalam lembar yang sama; 2). In note (cacatan di dalam tulisan) diletakkan langsung dalam body tulisan, dan; 3). End note (diletakkan di akhir tulisan). Berikut adalah beberapa dari ketiga bentuk notasi ilmiah.

Contoh Foot Note dan End Note

Catatan Kaki (baik foot note maupun end note) adalah sumber informasi yang ditulis di bawah tulisan dan di akhir tulisan. Foot note dan end note berfungsi untuk menempatkan catatan kecil dalam sebuah tulisan. Ayat-ayat al Qur’an, hadits Nabi yang menjadi rujukan penulis atau peneliti, lebih baik disimpan atau ditulis di foot note atau di end note.

Catatan kaki diletakkan di halaman sama dengan halaman di mana tulisan itu disadur. Catatan akhir diletakkan di halaman akhir buku atau makalah. Perlu dicatatkan bahwa yang harus ada dalam catatan kaki atau catatan akhir adalah; nama pengarang, judul buku (ditulis dengan miring [control i] atau [digaris bawah control U], kota penerbitan, nama penerbit, tahun penerbitan dan halaman yang menjadi rujukan.

Contoh 1:

Di antara ahli pendidikan ada yang memandang bahwa kegagalan pendidikan di Indonesia terletak pada lemahnya mutu pencerdasan out put. Kegagalan di jenis ini terjadi karena lemahnya manajemen pendidikan, kekurangan infra struktur, rendahnya fasilitas pendidikan, rendahnya kualifikasi- kompetensi tenaga kependidikan dan kecilnya insentif guru.1

______________

1    Analisis terhadap gagalnya pendidikan di jenis ini, dapat dibaca misalnya tulisan H.A.R. Tilaar. Analisis Kebijakan Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1993. p. 21. A. Malik Fadjar. Visi Pembaharuan Pendidikan Islam. Jakarta: DepartemenAgama RI, 1986. p. 141. E. Mulyasa. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosdakarya. p. 43. E. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatifdan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2005. p. 75. Sanusi Uwes. Manajemen Pengembangan Mutu Dosen. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. 1999. p. 167.

Contoh  End Note

Di antara ahli pendidikan ada yang memandang bahwa kegagalan pendidikan di Indonesia terletak pad mutu pencerdasan out put. Kegagalan di jenis ini terjadi karena lemahnya manajemen pendidikan, kekurangan infra struktur, rendahnya fasilitas pendidikan, rendahnya kualifikasi kompetensi tenaga kependidikan dan kecilnya intensifguru.1

  1. Analisis terhadap gagalnya pendidikan di jenis ini, misalnya tulisan H.A.R. Tilaar. Analisis Kebijakan Pendidikan: Suatu Pengantar. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1993). p. 21. A. Malik Fadjar. Visi Pembaharuan Pendidikan Islam. (Jakarta: Departemen Agama RI, 1986) p. 141. E. Mulyasa. Kurikulum Berbasis Kompetensi. (Bandung: Remaja Rosdakarya. 2003). p. 43. E. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatifdan Menyenangkan.2005). p. 75. Sanusi Uwes. Manajemen Pengembangan Mutu Dosen. (Jakarta: Logos Wacana Ilmu. 1999). p. 167.

Perbedaan mencolok antara foot note dan end note pertama dan kedua terletak pada pembuka dan penutup kurung (                ) pada kota penerbitan, nama penerbit dan tahun. Hal lain yang harus diperhatikan dalam pembuatan catatan kaki adalah, biasanya menggunakan hurup yang lebih kecil, dibandingkan dengan hurup dalam tulisan biasanya. Perbedaannya antara setengah sampai satu digit. Jika buku yang dikutif itu hasil terjemahan, maka nama penerjemah juga harus muncul.

Contoh:

Sarjana Eknomi sebagiannnya lahir untuk menjadi manipulator data-data keuangan, yang berakibat bukan saja pada ketidakmampuannya untuk memecahkan setiap masalah yang dihadapinya, tetapi data-data keuangan menjadi hanya benar secara administratif, namun berjarak dengan nilai keuangan yang sebenarnya. Sarjana hukum dilahirkan sebagiannya justru untuk menjadi pelindung pelanggar hukum. Insinyur sebagiannya menjadi ahli untuk melakukan manipulasi data-data bangunan dengan kesan sangat megah dan indah, namun jauh dari kekokohan bangunan itu sendiri.’

1Fritjof Capra, Titik Balik Peradaban: Sains, Masyarakat dan Kebangkitan Kebudayaan. Terj. M. Thoyibi. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya. 1997. p. 7. Lihat juga Hidayat Nataatmadja. Krisis Global Ilmu Pengetahuan dan Penyembuhannya. Bogor: Koperasihumanika. 1982. p. 9-29.

Jika di prase berikut, penulis merujuk kembali tulisan yang sama, baik pada pengarang, judul buku, tahun penerbitan dan halaman sama, maka berikutnya cukup dengan menuliskan kata ibid. Tetapi jika halamannya berbeda, maka harus dituliskan pula halamannya.

Jika penulis kembali mengutip tulisan orang lain yang sebelumnya telah dikutif, namun telah terhalang kutipan lain, maka, penulis dapat menggunakan rumus loc. cit. (apabila senuia hal tentang yang dikutif sama dengan sebelumnya) dan op. tit. (jika halaman yang dikutif berbeda).

Contoh penggunaan sistem notasi (foot note) yang menggunakan ibid, loc. tit., dan op. tit.

Sarjana Eknomi sebagiannya lahir untuk menjadi manipulator data-data keuangan, yang berakibat bukan saja pada ketidakmampuannya untuk memecahkan setiap masalah yang dihadapinya, tetapi data-data keuangan menjadi hanya benar secara administratif, namun berjarak dengan nilai keuangan yang sebenarnya.1 Sarjana hukum dilahirkan sebagiannya justru untuk menjadi pelindung pelanggar hukum.2 Insinyur sebagiannya menjadi ahli untuk melakukan manipulasi data-data bangunan dengan kesan sangat megah dan indah, namun jauh dari kekokohan bangunan itu sendiri.3

Di soal pencerdasan out put ini, menurut peneliti telah banyak fakta menunjukkan sebaliknya. Sebagian siswa/i dan alumni-alumni lembaga pendidikan Indonesia diakui kehandalannya baik pada tingkat nasional maupun pada tingkat internasional, karena kemampuan kognisinya.4 Menurut peneliti, kegagalan pendidikan di Indonesia, justru sesuatu yang lebih esensial yang secara kualitatif dapat dianalisis melalui pendekatan yang lebih substansial.5 Kegagalan dimaksud, terletak pada lemahnya visi pendidikan dalam merumuskan dasar-dasar nilai, missi yang diemban dan tujuan yang hendak dicapai.6

1. Fritjof Capra. Titik Balik Peradaban: Sains, Masyarakat dan Kebangkitan Kebudayaan. M. Thoyibi. Yogyakarta: Yayasan Benteng Budaya. 1997. p.7.

2. ibid atau p. 31. (contoh penggunaan ibid)

3. Hidayat Nataatmadja. Krisis Global Ilmu Pengetahuan dan Penyembuhannya. Bogor: Koperasihumanika. 1982. p. 9-29.

4. Fritjof Capra, Tit

5. Achmad Sanusi. Pendidikan Altematif: Menyentuh Aras Dasar Pendidikan dan Kemasyarakatan. Bandung: PPS IKIP, 1998. p.79.

6 Fritjof Capra, op. tit. p. 54

Akan lebih baik, jika kutipan tadi, diimbuhi dengan catatan ringan penulis. Misalnya, menjelaskan istilah. Atau dapat juga menerangkan sesuatu yang belum detil dijelaskan dalam isi tulisan.

Catatan di dalam Tulisan (In Note)

In note adalah cara meletakkan sumber informasi dan pengetahuan dalam body tulisan. Berbeda dengan foot note dan end note, foot note hanya meletakkan nama pengarang (tahun penerbitan: halaman yang dikutif).

Contoh

Bertens (1989: 14-15) menyebut ada tiga faktor yang menyebabkan cepatnya pertumbuhan dan perkembangan Filsafat di Yunani Kuna, Ketiga faktor dimaksud adalah “(Sumber tulisan primer). Jika penulis hendak mengutip pikiran. K. Bertens, tetapi, sumber pikiran dimaksud disadur dari tulisan Cecep Sumarna, maka cara pengutipannya terlihat seperti: K. Bertens menyebut ada tiga faktor yang menyebabkan cepatnya pertumbuhan dan perkembangan Filsafat di Yunani Kuna. Ketiga faktor dimaksud adalah ” (Cecep Sumarna, 2004:56) (sumber tulisan penulis bersipat sekunder).

Cara menyusun in note tadi, dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa kutipan yang disadur tidak melebihi empatbaris. Jika lebih dari empat baris, maka penulisannya akan terlihat seperti berikut: Pendidikan, pa tut dianggap gagal memanusiakan manusia. Kegagalan dimaksud, sebagai tulis Cecep Sumarna (2007: 23) sebagai berikut:

“Pendidikan mengantisipasi gejala neurosis dan psikosis di tengah masyarakat; akademik maupun awam. Kalangan terdidik semakin hari banyak yang mengalami depresi, gelisah dan psikosis. Harian Urnum Republika Edisi 11 Oktober 2006, mengeluarkan Head Line ten tang soal ini dengan menyebut bahwa dalam 45 tahun terakhir, berdasarkan hasil survey yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO), terdapat sekurangnya 450 juta penderita penyakit j’iwa di seluruh dunia…” (Cara kutipan langsung dari sumber primer) (hurupnya lebih kecil)

Pendidikan, patut dianggap gagal memanusiakan manusia. Kegagalan dimaksud, sebagaimana hasil penelitian Cecep Sumarna adalah sebagai berikut:

“Pendidikan mengantisipasi gejala neurosis dan psikosis di tengah masyarakat; akademik maupun awam. Kalangan terdidik semakin hari banyak yang mengalami depresi, gelisah dan psikosis. Harian Umum Republika Edisi 11 Oktober 2006, mengeluarkan Head Line tentang soal ini dengan menyebut bahwa dalam 45 tahun terakhir, berdasarkan hasil survey yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia. (WHO), terdapat sekurangnya 450 juta penderita penyakit jiwa di seluruh dunia…” (Ahmad Kasmani, 2008:71) (Cara kutipan langsung dari sumber sekunder)

Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah himpunan sumber dan bahan bacaan yang secara keseluruhan digunakan dalam tulisan penulis. Susunan daftar bacaan ini disebut daftar pustaka. Berikut digambarkan beberapa conloh daftar pustaka:

Contoh 1

Abidin. Zainal. Filsafat Manusia: Memaharni Manusia melalui Filsafat, Bandung: Rosdakarya, 2004.

Achmadi. hieologi Pendidikan Islam. Jogjakarta: Pustaka Pelajar. 2003.     ’

Adiwikarta. Sudardja. Sosiologi Pendidikan: Isyu dan Hipotesis tentang Hubungan Pendidikan dengan Masyarakat. Jakarta: Dirjend Dikti Depdikbud. 1988.

Bakker. Anton. Kosmologi dan Ekologi, terj. Yogyakarta: Kanisius, 1995.

Ballantine. Jeanne H. Schools and Society: a Reader in Education and Sociology. London: Mayfield Publishing Company, 1985.

Contoh 2

Abidin. Zainal. 2004. Filsafat Manusia: Memahami Manusia melalui Filsafat. Bandung: Rosdakarya Achmadi. 2003. Ideologi Pendidikan Islam. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.

Adiwikarta. Sudardja. 1998. Sosiologi Pendidikan: Isyu dan Hipotesis tentang Hubungan Pendidikan dengan Masyarakat. Jakarta: Dirjend Dikti Depdikbud.

Bakker. Anton. 1995. Kosmologi dan Ekologi, terj. Yogyakarta: Kanisius Contoh 3

Ballantine. Jeanne H. 1985. Schools and Society: a Reader in Education and Sociology. London: Mayfield Publishing Company

Abidin. Zainal. 2004 Filsafat Manusia: Memahami Manusia melalui Filsafat. Bandung: Rosdakarya Achmadi.2003. Ideologi Pendidikan Islam. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.

Adiwikarta. Sudardja. 1998. Sosiologi Pendidikan: Isyu dan Hipotesis tentang Hubungan Pendidikan dengan Masyarakat. Jakarta: Dirjend Dikti Depdikbud. By. Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.