Inspirasi Tanpa Batas

Cara Membuat Pertanyaan Dalam Jenis Penelitian Kuantitatif

1 620

Konten Sponsor

Cara Membuat Pertanyaan Dalam Jenis Penelitian Kuantitatif. Jika dalam penelitian kualitatif, logika yang dipakai itu matematik, maka, dalam penelitian kuantitatif, logika yang dibangun adalah statistik. Dua logika ini tentu berbeda. Berbeda bukan hanya dalam soal tujuan, tetapi, juga dalam soal-soal yang esensial. Misalnya dalam soal bidang keilmuan. Keilmuan yang bersipat eksak, hanya cocok jika menggunakan logika statistik. Karena itu, jenis penelitian dalam bidang yang eksak, lebih tepat jika menggunakan pendekatan kuantitatif.

Logika matematik, tidak mencari rerata. Sedangkan dalam logika statistik, yang dicari justru adalah rerata.  Lihat misalnya Quick Count atau penelitian lain yang sipatnya sampling. Populasi dan penentuan sample menjadi penentu keberhasilan penelitian dalam pengertian tepat atau tidaknya sasaran yang dituju, Penetuan sampel dari sejumlah populasi yang tersedia, menjadi penting dan berada dalam kajian tertentu.

Penelitian kuantitatif yang mengharuskan adanya pengukuran itu, secara langsung akan terlihat bedanya dengan bentuk pertanyaan penelitian yang disuguhkan peneliti.

Bentuk Pertanyaan Penelitian

Untuk bidang-bidang pendidikan, siapapun yang menjadi peneliti dengan menggunakan model pendekatan ini, menurut saya penting membaca buku Benjamin Sameul Bloom [1913-1999]. Ia merumuskan sebuah konsep dalam apa yang disebut dengan Taxonomy Bloom. Di bukunya, ia menjelaskan beberapa kata tepat yang layak dikapai untuk membuat sebuah pertanyaan yang terukur.

Kata taksonomi, dipakai Bloom dengan maksud mengelompokkan kata yang tepat untuk mengukur keberhasilan pendidikan. Taxonomi diambil dari bahasa Yunani [tassein], berarti mengelompokkan. Nomi dari kata nomos  mengandung makna aturan.  Lihat misalnya bentuk kalimat tanya yang cocok dalam kajian pendidikan menurut Bloom.

Seberapa besar derajat hubungan antara managemen Kepala Sekolah dengan motivasi mengajar guru dan prestasi belajar sekolah? Contoh lain dapat pula terbentuk dalam kalimat berikut. Seberapa tinggi pengaruh Managemen Kepala Sekolah terhadap motivasi mengajar guru dan prestasi belajar siswa.

Kata yang ditebalkan [umumnya pakai ctr b] di Keyboard komputer, itu menunjukkan kata yang bisa diukur. Karena itu, dalam penelitian kuantitatif, tidak berlaku pertanyaan sejauhmana atau bagaimana. Mengapa? Sebab kata sejauhmana atau bagaimana, tidak mungkin menghasilkan pengukuran yang pasti. Pertanyaan sejauhmana atau bagaimana, lebih tepat dipakai untuk penelitian kualitatif.

Jumlah pertanyaan dalam penelitian kuantitatif akan sangat bergantung kepada jumlah variabel yang ditetapkan peneliti. Jika variabelnya tiga, maka, pertanyaan penelitian, umumnya minimal 4 pertanyaan. Lebih dari empat pertanyaan sangat mungkin terjadi. By. Prof. Cecep Sumarna

  1. makrubin nim 14166310040 PAI /A semester satu. berkata

    angka matematika sebagian memahami kuantitatif, dengan membaca tuiisan prof dan penjelasan di kuliah, ada relasinya, bahwa kualitatif yaitu kerangka logika yang dibangun matematika. sedangkan kuantitatif yaitu kerangka iogika yang dibangun statistik, bagaimana cara memasukan masalah pada latar belakang masalah dalam pembuatan proposal tesis?

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar