Take a fresh look at your lifestyle.

Cara Mempertahankan Pasangan

0 43

Cara Mempertahankan Pasangan. Seberat apapun beban hidup yang dialami, jangan lupa bahwa Allah memiliki peran didalamnya. Itu harus selalu diingat. Jika tidak! Maka besar kemungkinan kita akan selalu menderita. Hidup itu dinamis, dan tidak selalu stagnan. Karena dinamis, maka, carilah ruang yang dapat menenangkan batin. Jangan lupa juga, sering-seringlah ber-istighfar. Paling tidak itulah apa yang biasa aku lakukan. Inilah nasihat pertama saya ketika ada seorang ibu muda seusia, datang dan bertanya bagaimana caranyamempertahankan pasangan agar tidak berpaling ke lain hati.

Curahan Hati tentang Cara mempertahankan Pasangan

Inilah kisah beberapa jam yang lalu, saat mendengar cerita atau curhatan dari seorang ibu muda yang tidak lain merupakan kawan saya. Ia mengalami pertentangan bathin yang sangat akut, ketika suaminya diketahui selingkuh. Ia memiliki Pasangan Idaman Lain atau Wanita Idaman Lain (PIL/WIL). Ia menangis karena suaminya direbut orang. Ia menyebut suaminya dengan sebutan buruk seperti:  Brengsek, Geuleuh dan Borokokok. Beberapa gelar dimaksud, baru saya dengar dari kawan saya itu untuk suaminya yang dulu sering dipanggilnya yang, sayang, hanny dan lain-lain.

Terhadap celotehan Kawan itu, saya berucap: Apapun yang terjadi dalam hidup, semua sudah digariskan Tuhan. Termasuk problem perselingkuhan pasangan kamu. Saya rasa tidak hanya laki-laki, perempuan juga dapat melakukan hal yang sama. Namun tentu segala sesuatu yang terjadi harus disikapi dengan baik dan penuh kesabaran. Jangan negatif thinking, dan terlalu menyalahkan orang lain. Menurutku, kita sebagai sesama perempuan, tampaknya perlu memeriksa pikiran dan tindakan kita sendiri. Terlebih jika kita ingat ada suatu pepatah yang mengatakan: “Tidak ada asap kalau tidak ada api. Segala masalah pasti ada penyebabnya. Karena ada penyebabnya, pasti ada solusinya.

Mempertahankan Pasangan bukan Barang Mudah

Mempertahankan apa yang kita cintai, memang bukan barang mudah. Saya merasa beruntung pernah bertemu salah seorang Guru Besar Filsafat Ilmu di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Namanya Prof. Cecep Sumarna. Ia mengatakan bahwa hidup harus selalu berada dalam rahmat Tuhan. Salah satu ciri bahwa seseorang memperoleh rahmat Tuhan, akan terlihat ketika dirinya memiliki kesabaran extra, tidak gampang cemburu, tidak gampang curiga dan tidak gampang menyalahkan siapapun. Ia akan lebih pandai memeriksa dirinya sendiri,  sebelum memeriksa orang lain, termasuk menyalahkan pendampingnya. Perilakunya tidak sombong, tetap sopan, tidak menyakiti perasaan orang lain dan tidak terbiasa menyalahkan orang lain atas apa yang menimpanya. Karena intropeksi diri dan terus bersabar. Jika kamu bisa bersikap demikian, maka, kata guru saya, kita akan selalu mendapat rahmat Tuhan dan kasih sayangNya. Apapun yang terjadi.

Kawan perselingkuhan adalah penyakit tertua. Ia ada bersama dengan keberadaan manusia itu sendiri. Hari-hari ini, isu dimaksud memang sedang “in”. Sedang menjadi trend dengan sejumlah alasan (reason) tentu saja didalamnya mengapa seseorang melakukan tindakan dimaksud. Karena itu, tidak baik kalau terlalu menyalahkan pasangan kita dan apalagi orang ketiga; baik laki-laki maupun perempuan.

Pertahankan Pasangan dengan Tidak Menyalahkan

Menurut saya, orang ketiga itu hanya akibat, bukan sebab. Bedakan antara sebab dan akibat? Maksudnya, jika kamu baik-baik saja dengan pasangan kamu, saling mengerti dan saling memahami, selalu harmonis, saling membantu dan sedikit toleran didalamnya, saling berbagi, tahu keinginan masing-masing pasangan kita, saling mencintai dan menyayangi, rasanya kecil kemungkinan untuk terjadinya perselingkuhan. Sekarang, kenapa akhirnya seseorang selingkuh? Berarti jawabannya sangat sederhana. Apa yang diinginkan tidak ia dapatkan di rumah, dari pasangannya. Namun kebanyakan dari kita selalu mendebatkan bahwa semua karena pasangan kita yang “ganjen, suka lirik kanan kiri, mata keranjang,cunihin, kegatelan dan lain-lain.

Dalam kontek ini, menurutku, kamu juga memiliki peran penting mengapa suami berselingkuh. Buktinya dari cerita kamu, suami kamu menyampaikan alasan punya wanita lain, karena kamu tidak mau menerima anak suamimu dari pernikahan sebelumnya. Sayang kan? Hubungan baik yang telah terbina selama tujuh belas tahun kandas, hanya karena anak suamimu ingin memanggilmu mamah, dan kamu tidak mau.

Serial Cerita Nyata By. Euis Istifadah, M.Pd

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar