Cara Mengatasi Stress Di Kantor

0 6

Mengalami stress ketika di kantor, tentu hal itu tak jarang dialami oleh sebagian besar karyawan. Banyak hal yang dapat mempengaruhinya, diantaranya tumpukan pekerjaan yang mengejar target, kondisi tempat kerja yang tidak kondusif atau bahkan kondisi jalan yang serba semrawut dan macet. Kondisi ini tentu dapat mempengaruhi kesehatan dan performa kerja.

Lalu bagaimana cara untuk menjaga fokus sepanjang hari? Apakah mungkin dengan melakukan banyak pekerjaan dan masih adakah sisa energi setelah bekerja?

Sharon Melnick, Ph.D., psikolog dan penulis buku berjudul Success Under Stress, menawarkan beberapa cara untuk mengurangi stress ini karena pekerjaan berdasarkan hasil riset Harvard yang telah berhasil dipraktikkan oleh 6.000 kliennya.

Selektif

“Kita mengalami stress ketika kita merasa situasi di luar kendali,” ujar Melnick. Kondisi ini juga mengaktifkan hormon stress dan apabila sampai kronis, akan menurunkan kepercayaan diri, konsentrasi, dan kesejahteraan. Ia menyarankan agar mengidentifikasi aspek masalah yang dapat Anda kendalikan dan yang tidak bisa. Kemudian, selesaikan masalah yang dapat Anda selesaikan kemudian lepaskan yang lainnya.

Tarik nafas

Apabila Anda merasa sangat kewalahan atau rasanya ingin keluar dari pertemuan untuk menenangkan pikiran, menarik nafas beberapa menit akan mengembalikan keseimbangan Anda, menurut Melnick.

Kurangi interupsi

E-mail, adanya panggilan telepon, pesan singkat, dan deadline penting akan menjadi interupsi yang mengganggu pekerja. Kita tidak mungkin terus mengendalikan interupsi, namun kita bisa mengendalikan respon. Melnick menyarankan cara merespon interupsi: terima interupsi tersebut, abaikan atau diagnosa kepentingannya, serta buat daftar prioritas.

Pola makan baik dan cukup istirahat

“Pola makan yang tak baik bisa membuat sistem pencernaan tertekan. Dan apabila kita tidak cukup istirahat, Anda akan mengalami penuaan dan kelelahan,” ujar Melnick.

Jika pikiran membuat Anda tidak bisa memejamkan mata, Melnick menyarankan trik bernafas yang dapat membuat Anda cepat tidur dan terlelap. Tutup lubang hidung yang sebelah kanan, kemudian bernafaslah melalui lubang hidung kiri selama 3–5 menit.

Segera tenangkan diri

Melnick mengatakan, “Jika Anda sedang merasa frustrasi atau marah, itu adalah perasaan yang dibenci oleh tubuh yang dapat menyebabkan Anda bereaksi (menunjukkan rasa kemarahan).” Alih-alih bereaksi, Melnick menyarankan Anda agar melakukan teknik “cooling breath”: bernafaslah dengan mulut seolah Anda bernafas melalui sedotan, kemudian buang nafaslah secara normal.

Pengaruhi orang lain

Anda mungkin dapat mengendalikan kebiasaan dalam menghadapi berbagai tekanan, namun masih harus menghadapi kebiasaan mitra kerja atau bawahan yang memang kurang baik. Misalnya mitra kerja Anda berbicara dengan nada yang tinggi, Melnick menyarankan agar Anda mengkonfrontasi masalah dengan menyebutkan kebiasaan buruk mereka dalam nada yang sopan.

Komentar
Memuat...