Cara Menghalangi Keburukan

Cara Menghalangi Keburukan
0 15

Dalam banyak kasus, Tuhan tetap menyimpan sesuatu yang menurut-Nya harus disembunyikan dalam tempat yang tersembunyi. Tidak ada satupun makhluk-Nya yang dapat memahami dan menguasai apa yang disimpan Tuhan dalam wadah Tuhan yang sangat rahasia. Hanya Tuhan yang tahu pada apa yang disembunyikan-Nya.

Kunci rahasia Tuhan tidak mungkin dapat dikalahkan kelompok Templar sekalipun. Novel Dan Brown, The Davinsi Code tidak mungkin mengungguli kerahasiaan rahasia Tuhan. Rahasia-Nya selalu tersimpan padat dan rapih yang tidak mungkin ada yang sanggup membukanya. Rahasia Tuhan, tetap sangat menyulitkan manusia untuk menembus makna sebagaimana Tuhan memahami-Nya.

Salah satu rahasia Tuhan yang sulit dijangkau nalar manusia adalah, ketika pengikut agama Nabi Muhammad dituntut mendefinisikan suatu kata dalam al Qur’an, yang tidak ada maknanya baik dalam pendekatan lughawi maupun balaghah dan uslub bahasa. Sebut misalnya, ketika umat manusia harus mendefinisikan makna Alif Lâm Mîm, Alif Lâm Râ, Thâhâ, Thâ Shîn Mîm dan kata lain yang sejenis atau sepadan dengannya.

Sulit dan tidak ada seorang mufasirpun yang berani memberi definisi pasti akan makna-makna kata sebagaimana penulis sebutkan tadi. Tetapi karena al Qur’an –tentu didalamnya berbagai keterangan yang difirmankan Tuhan– itu berfungsi untuk menjadi petunjuk bagi mereka yang mengimaninya, maka, apa sesungguhnya makna yang terkandung didalam kata-kata dimaksud, diimani sebagai makna ketuhanan.

Yang Misterius tetap Harus Tersembunyi

Di sinilah, penulis melihat bahwa, Tuhan tetap hendak menyisipkan sesuatu yang misterius. Tuhan hendak menjaga sisi-sisi misterinya dan sekaligus memberi pelajaran kepada umat manusia, bahwa dalam lakon tertentu, dalam diri manusia juga harus selalu menyimpan sesuatu yang bersipat rahasia. Secara psikologis, jika segalanya menjadi terang, maka, hilanglah muru’ah manusia.

Dalam konteks ini, tentu saya tidak bermaksud menyebut bahwa Tuhan memiliki muru’ah yang harus dijaga. Kontemplasinya menjadi sangat sosiologis, bahwa dalam kehidupan kita  di dunia, manusia, tetap harus menjaga sesuatu agar tidak semua dan segalanya menjadi publis.

Apa yang harus disembunyikan manusia? Salah  satunya, menurut saya adalah sebagian tindakan dan sebagian perbuatan kebaikan kita pada segenap makhluk Tuhan yang lain. Pertanyaan lainnya, mengapa harus berbuat kebajikan dalam bentuk yang tersembunyi? Karena kita sadar, bahwa kita ternyata memiliki banyak keburukan yang masih disembunykan Tuhan dan hanya Tuhan Yang Tahu atas segalanya. Karena itu, cara menyembunyikan keburukan kita, adalah dengan jalan memperbanyak kebaikan kita yang tersembunyi.

Inilah saya kira, mengapa dalam banyak ayat, al Qur’an masih menyimpan banyak kata atau kalimat yang sipatnya masih sangat misteri. Itulah Tuhan kita dan Tuhan semua makhluknya tanpa kecuali. Karakter yang demikian, akan mengajarkan kepada kita betapa pada akhirnya, kita dituntut memiliki karakter yang plus minus meski tidak mungkin sama dengan Tuhan, tetapi, mendekati karakter ketuhanan yang berbuat kebajikan hanya untuk kepentingan pragmatis kehidupan kita di dunia. Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...