Cara Menjadi Marketing Handal

0 77

Cara Menjadi Marketing Handal- Amati apa yang dibutuhkan, dan jangan bernafsu dengan apa yang diinginkan. Apa yang dibutuhkan konsumen, tidak selalu sejalan dengan apa yang diinginkan kita. Belajar membuka diri dan melapangkan dada agar mereka menjadi senang dan tenang. Pautkan hati dan jauhkan mereka dari pikiran bahwa kehadiran kita menjadi beban baru bagi dirinya. Itulah makna lain dari surat al Mujadalah [58]: 11 yang mengharuskan umatnya untuk melapangkan (dada dan tempat seseorang), agar memberi ruang kepada orang lain. Ayat ini akan menjadi cara bagi seseorang untuk menjadi marketing yang handal

Jangan terlalu sering berbicara terlebih dalam bentuk telephon atau SMS ketika menawarkan produk yang dibuat atau sedang dipasarkan. Usahakan tetap datar dan natural. Jangan memaksakan diri. Kita hanya berbicara jika diperlukan, itupun harus apa adanya. Jauh lebih penting jika anda belajar menjadi pendengar yang baik.

Nasihat ini, diberikan kepada salah seorang pegawai kami, yang sudah bekerja kurang lebih lima bulan, tetapi, jualannya selalu gagal. Apa yang ditawarkan dan dipasarkannya, tidak membuahkan hasil yang maksimal, meskipun sudah banyak sekali orang mendatanginya, atau, dia datang ke banyak orang untuk menawarkan produk yang kami buat. Hasilnya selalu nihil.

Nasihat itu, saya berikan secara khusus kepada dirinya. Mengapa? Sebab dari sekian banyak tenaga marketing kami, dialah satu-satunya orang yang memiliki latar belakang sebagai marketing perhotelan. Jauh hari sebelum di sektor jasa itu sendiri, ia juga memiliki latar belakang sebagai member yang sekaligus sales executive di salah satu bisnis Multi Level Marketing. Saya bilang teori-teori yang dikembangkan di dunia MLM itu, ketinggalan dan kurang modifikasi. Kurang cocok untuk sektor jasa property di mana hari ini anda menggelutinya.

Cara Menjadi Marketing Handal inilah Ciri-cirinya

Jadikan diri anda sebagai solusi dalam masalah yang sedang dihadapi mereka. Katakan kepada mereka berbagai akibat dari setiap pilihan yang akan diambilnya. Contoh: “Kalau masalahnya begitu, maka, solusinya begini. Kalau harapan mereka begitu, maka, langkah yang harus ditempuh begini. Kalau kekurangannya dalam soal seperti itu, maka,  di sini dan di tempat inilah kekurangan itu dapat dipenuhi”.

Di saat yang sama, anda harus membuang semua hasyrat agar mereka dapat membeli produk yang sedang dipasarkan. Jika perlu, sarankan kepada mereka untuk melihat, mengamati dan mengevaluasi semua produk yang sama seperti produk kita di tempat atau di perusahaan lain. Biarkan mereka menyimpulkan sendiri, mana yang terbaik menurut mereka. Usahakan agar kata terbaik itu muncul dari mereka sendiri. Jangan pernah anda keluarkan satu kalimatpun yang menyatakan bahwa produk yang anda tawarkan adalah produk terbaik.

Jika pada akhirnya, hasil survey mereka menyimpulkan bahwa produk kita dianggap tidak memenuhi harapan terbaiknya, biarkan dan jangan dikomentari. Jika hal itu mampu anda terapkan secara tepat, maka, saya pastikan, mereka akan menyimpan produk anda dalam terminologi lain yang sulit dihapus di hati mereka. Misalnya, berkaitan dengan  produk kita dianggap realistik. Mereka nanti akan memilih antara yang ideal atau yang realistik.

Cara Menjadi Marketing Handal itu Terus Belajar

Dalam proses seperti itu, kita akan diajari di mana sesungguhnya kelemahan produk kita. Kita akhirnya memiliki peluang untuk memperbaikinya. Jika mereka menyimpulkan bahwa ternyata produk kita yang lebih unggul dan lebih baik, jangan masukkan ke hati. Tempatkan semua pujian itu di tong sampah. Karena dengan pujian, kita akan dibuat terlena dan menjadi lemah untuk melakukan adaftasi. Inilah makna lain, mengapa al Qur’an surat al Fatihah [1]: 2 menyatakan bahwa: “segala puji milik Allah, Pencipta dan Pemeliharan seluruh alam”. Ayat ini memberi maksud agar kita mau melakukan evaluasi  atas setiap produk yang kita buat.   Hasilnya, pasti akan selalu baik. By. Prof. D. H. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...