Cara Menjaga Otak Agar tidak Mengalami Alzheimer

0 165

Otak manusia, yang dianggap berbagai ahli biologi memiliki 86-100 milyar neuron [sel otak], secara teoretik, akan mengalami penurunan fungsi secara berkala. Penurunan fungsi dimaksud akan lebih terasa setelah berumur 45 tahun. Semakin usia seseorang bertambah, maka, fungsi otaknya juga akan berubah karena semakin mengurang. Semakin tua umur seseorang, maka, semakin rentan pula otaknya. Seiring perubahan dan pertambahan usia, otak manusia akan mengalami perubahan anatomis pada sel-sel neuron yang terdapat didalamnya.

Perubahan itu, akan semakin terasa jika kita mengalami luka, benturan dan kebiasaan perilaku buruk lain, seperti: minum-minuman beralkohol dan terlalu banyak merokok. Kalimat terakhir inilah, yang sering diceramahkan Dr. Badzruzaman, Doktor lulusan Perancis, ketika kami sama-sama mengelola Sekolah Tinggi Farmasi di Cirebon. Dia tahu, kalau saya termasuk perokok dan menyarankan untuk hal itu, agar menjaganya dengan baik.

Secara medik, organ ini sebenarnya memiliki kemampuan untuk melakukan regenerasi atau pembaharuan. Kata regenerasi, secara bahasa, ditinjau dari sudut kajian Biologi, sering diartikan dengan pergantian alat yang rusak atau hilang, tetapi, sekaligus melakukan pembentukan pembentukan jaringan sel baru.

Cara Mempertahankan Fungsi Otak

Terdapat banyak cara agar fungsi otak manusia berfungsi dengan baik dan serendah mungkin mengurangi kemungkinan alzheimer. Secara medik, otak sama dengan organ tubuh lain, harus memperoleh pelatihan khusus dan tertentu, agar tetap berjalan dengan baik. Fungsi otak manusia tetap bertahan sekalipun usia kita sudah mengalami masa penuaan. Cara mempertahankan fungsi otak dimaksud adalah sebagai berikut:

Giat dan Pro Aktif

Proaktif adalah sebuah tindakan yang mampu merangsang kemampuan alami otak. Misalnya, penting bagi kita untuk tetap membiasakan membaca, belajar, dan banyak melakukan diskusi dengan pihak lain. Mengapa ini penting dilakukan? Sebab otak sama dengan fisik lain yang butuh latihan.

Di sisi lain, otak juga perlu dilatih secara fisik. Latihan fisik penting bagi otak untuk menumbuhkan sel otak [neuron] baru. Berjalan kaki, berenang, olah raga, dan berbagai aktivitas fisik lainnya, sama maknanya dengan melatih otak kita. Kegiatan fisik, berfungsi untuk mengoksidasi dan merangsang produksi endorfin. Kegiatan fisik dapat juga mendorong manusia untuk mood dalam melakukan berbagai tindakan.

Untuk kegiatan fisik khusus bagi otak, belakangan para ahli senam juga membuat rumusan baru dalam apa yang disebut dengan senam otak. Kegiatan ini, masuk juga didalamnya latihan musik, memecahkan teka teki silang, adventurer, dan mencoba melakukan riset.

Hindari Lemah Jenuh

Lemak jenuh dalam tubuh adalah musuh penting bagi otak. Makanan-makanan yang diawetkan dan mengandung banyak lemak, dianggap banyak kalangan kesehatan sebagai musuh otak. Karena itu, mengkonsumsi makanan yang diolah sendiri dapat memperlambat neurogenesis.

Pengatur pola makan, dan diet lemak dan diet kalori adalah bagian penting untuk menjaga otak. Di sisi lain, kita penting untuk memperbanyak nutrisi. Mengapa karena otak juga membutuhkan energi. Karena itu, bahan-bahan yang dapat mendorong manusia berenergi menjadi pentinting dikonsumsi. Makanan kaya omega-3, baik dalam meningkatkan neurogenesis.

Melakukan Hubungan Asmara

Menjalin hubungan asmara dalam bentuk hubungan seks, dapat pula menjadi media untuk membuat otak tetap fresh. Seks dapat disebut sebagai sarana menjadi arsitek otak dan dapat digunakan untuk menjadi semacam promotor alami neurogenesis. Seks dapat mengatur stres, mengatur emosi manusia.

Mengapa hubungan seks menjadi demikian penting? Sebab melakukan hubungan seks yang dinikmati dapat merangsang area otak manusia yang berhubungan dengan ingatan. Hormon serotonin, dopamin, atau oksitosin, secara medik dihasilkan justru ketika hubungan asmara [intim] berjalan. Momen hubungan intim dalam banyak kasus dapat mendorong terbentuknya sel saraf baru dalam otak manusia.

Relaxasi dan Meditasi

Relaxasi dapat menjadi fresh. Berbagai hasil penelitian dan pengembangan model meditasi, diketahui ternyata dapat meningkatkan kemampuan kognitif manusia. Kegiatan relaxasi yang melatih konsentrasi [perhatian\, melatih ingatan dan melatih keseimbangan, pada hakikatnya adalah merelaxasi otak. Kegiatan ini dapat membantu kita untuk menyalurkan stres dan kecemasan berlebih yang menjadi pemicu menurunnya fungsi otak manusia.

Meditasi dapat mendorong  otak kita bekerja secara berbeda dengan biasanya. Misalnya, kegiatan ini dapat mendorong manusia meningkatkan gelombang alfa, melahirkan gelombang gamma. Dua hal ini, akhirnya dapat membantu merangsang konektivitas otak dan neurogenesis manusia. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.