Inspirasi Tanpa Batas

Cara Menyusun Penelitian Tindakan Kelas

Banyak guru yang tidak memiliki kecakapan dalam menyusun PTK. Berikut saya coba gambarkan tentang bagaimana seorang guru melakukan penelitian, dalam apa yang disebut dengan penelitian Tindakan kelas. Yu kita lanjutkan memahami cara menyusun PTK ….

0 85

Konten Sponsor

Cara menyusun  Penelitian Tindakan Kelas [PTK], secara umum sesungguhnya hampir sama dengan jenis penelitian lain. Misalnya penelitian yang bersipat deskriptif, penelitian eksperimen dan penelitian tindakan kelas.

Hanya saja, team penilai penelitian guru, tampaknya membatasi penelitian guru dimaksud, pada PTK. Tujuannya bagus, yakni agar guru mampu dengan cermat menyelesaikan setiap dinamika dan masalah dalam pembelajaran mereka di dalam kelas. PTK disusun untuk kepentingan peserta didik dalam meningkatkan hasil belajar mereka. PTK tidak dan  bukan untuk kepentingan guru

Karena Penelitian Tindakan Kelas lebih bersipat tindakan, maka, penelitian ini sesunggunnya lebih kecil ruang lingkupnya. Tentu jika dibandingkan dengan jenis penelitian lain. PTK umumnya lebih fokus pada penyelesaian masalah di suatu ruang belajar, dengan mata pelajaran atau bahkan hanya sekedar sub pokok bahasan tertentu. Karena itu, laporan PTK, tentu lebih simple dibandingkan dengan jenis penelitian lain.

Fakta di lapangan, setelah hampir enam tahun saya mengajak guru-guru mengikuti diklat, masih banyak ditemykan guru yang yang tidak mengerti dan mengetahui apa sesungguhnya PTK. Mereka masih susah membedakan mana PTK mana bukan. Apa yang disebut guru sebagai PTK, ternyata setelah di amati hal itu bukan PTK.

Di tulisan sebelumnya, saya sudah mengulas tujuan, manfaat dan objek PTK. Penelitian ini, lebih fokus pada perencanaan teknis, lalu melakukan refleksi dan terakhir membuat laporan penelitian.

Isi dalam PTK

Laporan penelitian tindakan kelas, disusun setelah penelitian berhasil dan selesai dilakukan. Isi dari Laporan Penelitian Tindakan Kelas, umumnya memuat tiga bagian penting. Ketiga bagian dimaksud adalah sebagai berikut:

Pembukaan

Di bagian pembuka dalam laporan PTK, peneliti atau guru, umumnya mencantumkan hal-hal sebagai berikut: Halaman judul [lihat contoh lain], halaman pengesahan, terdiri dari mereka yang meneliti dan pejabat yang memiliki kewenangan untuk mengabsyah penelitian. Misalnya, selain tanda tangan anda yang meneliti, dapat dimasukan Kepala Sekolah atau dinas terkait.

Bagian pembukaan, juga memuat aspek-aspek lain. Misalnya, abstrak yang berisi setidaknya lima paragraf yang memuat tentang; Masalah yang anda hadapi, tujuan mengapa anda meneliti, dasar-dasar pemikiran [teori] yang anda gunakan, metode penelitian yang anda gunakan, dan hasil yang anda peroleh. Bagian pendahuluan juga memuat tentang daftar isi dari keseluruhan hasil PTK yang anda susun.

Isi Penelitian Tindakan kelas

Bagian isi PTK terdiri atas pendahuluan, prosedur, hasil dan pembahasan, simpulan dan rekomendasi atau saran. Isi dari bagian kedua ini, harus mampu mencerminkan sinkronisasi antara masalah, tujuan, hipotesis tindakan, dan kesimpulan.

Jika anda melakukan Penelitian Tindakan Kelas, tetapi tidak mampu menyusun langkah-langkah dimaksud, maka, penelitian dimaksud patut dianggap gagal. Mengapa? Sebab dalam PTK akhirnya harus mampu menyimpulkan suatu cara atau lebih dalam mengatasi masalah yang dihadapi guru di dalam kelas. Dengan kata lain, PTK disusun untuk menyusun sejumlah langkah yang dapat digunakan guru dalam memecahkan permasalahan mereka ketika melangsungkan proses pembelajaran.

 

Bagian Penunjang

Bagian penunjang adalah bagian akhir dari laporan hasil penelitian. Bagian akhir dimaksud, umumnya terdiri atas; Daftar pustaka, Lampiran-lampiran yang perlu, dan lampiran instrumen penelitian.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar