Cara Mudah Mencari Teman

2 10

Terdapat banyak istilah asing (Inggris) yang memiliki relevansi makna dengan kata hubungan. Soal ini penting diulas agar kita memiliki cara mudah dalam melakukan pergaulan sekaligus memiliki kesederajatan didalamnya. Bagi masyarakat asing, kata ini umumnya diperkenalkan dengan relationship, friendship dan partnership. Dalam pendekatan psikologi, ketiga kata tadi disejajarkan dengan  kepribadian atau untuk mengenal kepribadian.

Dari situ muncul pertanyaan, apa yang dimaksud dengan kepribadian? Wikipedia menyebut kepribadian dengan “… a particular combination of emotional, attitudinal, and behavioral response patterns of an individual” (suatu kombinasi unik dari emosi, sikap dan pola perilaku seseorang) yang ditampilkan seseorang. Membaca atau menguji kepribadian. Kepribadian berada dalam overt behavior bukan pada covert behavior. Karena itu, soal kepribadian mudah dilakukan pengujian dan analisa karena menyangkut perilaku.

Karena kepribadian berada dalam bentuk Covert behavior, maka, dalam tanda baca tertentu, ia berada dalam lapisan paling luar manusia. Karena ia berada dalam lapisan paling luar, maka, seseorang dapat dikenal oleh orang lain. Di sinilah letak pentingnya melakukan kajian. Jangan remehkan kajian soal kepribadian. Sebab hanya dengan menguasai ilmu kepribadianlah, seseorang dapat melakukan hubungan satu sama lain dengan cara baik dan saling menguntungkan.

Teknik atau Cara Mudah Mencari Teman

Untuk mulai memahami soal kepribadian, salah satu buku berjudul Personality Plus yang disusun Florence Littauer mengangkat tema ini dengan mengangkat ilmu yang sudah ada sejak 400 tahun sebelum masehi ini, dengan mengutif Hippocrates membagi kepribadian manusia ke dalam 4 kelompok. Keempat kelompok kepribadian itu adalah sebagai berikut:

  1. Sanguine. Manusia dengan kepribadian ini, umumnya menampilkan gaya yang ceria, suka heboh, suka bicara, mudah bergaul namun disayangkan agak ceroboh dan sering lupa.
  2. Kolerik. Manusia dengan kepribadian ini memiliki tipe kepemimpinan, tidak suka basa basi, lugas, keras kepala, memiliki kepercayaan diri yang lebih. Namun demikian, kepribadian semacam ini sering merasa diri paling benar dan cenderung egois.
  3. Melankolik. Manusia dengan kepribadian semacam ini, sering menampilkan diri sebagai seorang perenung, pemikir, cenderung teratur namun disayangkan cenderung sensitif, moody dan pendendam.
  4. Phlegmatis. Manusia dengan kepribadian semacam ini, umumnya menampilkan diri sebagai pecintai kedamaian, menghindari konflik, tenang, lambat dan suka menunda.

Jika tipe kepribadian sebagaimana dibahas tadi masih berlaku sampai saat ini, di manakah posisi kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita dalam konteks kepribadian. Kita perlu mengetahui tipe seperti apa orang yang ada di sekitar kita agar kita mampu membangun hubungan yang dalam segenap aktivitas harian kita. Hasilnya, interaksi kita dengan orang lain pasti akan baik. Oleh Euis Istifadah

  1. Dewi Mutiara Anggraeni berkata

    Jadi tau mana relasi mana fatner mana teman… Makasih manfaat banget

    1. Ali Alamsyah
      Ali Alamsyah berkata

      Yupzz.. makasih Kembali Dewi…

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.