Cara Sederhana Membentuk Kekuatan Dalam Hidup Dari Dahsyatnya Berpikir Positif

0 132

Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran kita. Ketika kita berpikir positif akan melahirkan suatu kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dari setiap situasi dan kondisi kita. Apapun yang menjadikan pikiran kita harapkan, pikiran positif akan menjadi suatu kenyataan. Ketika kita berpikir positif akan menghasilkan sikap mental dengan hasil yang baik dengan yang kita mengharapkan dan menguntungkan.

Dalam pola berpikir positif tidak semua orang dapat menerima atau mempercayainya. Ada beberapa orang yang menganggap bahwa berpikir positif hanyalah omong kosong belaka, dan bahkan sebagian orang menertawakan orang-orang yang mempercayai dan menggunakan pola berpikir positif. Orang-orang yang menerima cara-cara atau pola berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui bagimana caranya agar berpikir positif itu memperoleh hasil yang maksiml. Hal ini, dapat dilihat bahwa semakin banyak orang yang menjadi tertarik pada topik ini. Seperti yang bisa dilihat dari banyaknya jumlah buku, kuliah, dan kursus mengenai pola berpikir positif. Pembahasan ini memperoleh popularitas dengan baik dan cepat.

Kita bahkan sering mendengar orang berkata: “Berpikirlah secara positif”, untuk ditujukan bagi orang-orang yang merasa kecewa dan khawatir. Banyak sekali orang tidak menganggap serius kata-kata tersebut, karena mereka tidak mengetahui dan memahami dari arti yang sebenarnya dari kata-kata tersebut, bahkan mereka menganggapnya tidak lagi berguna dan efektif. Ada banyak orang yang kita kenal, yang memiliki banyak waktu untuk memikirkan kekuatan dari hasil berpikir positif?

Ketika kita menceritakan atau mengilustrasikan bagaimana kekuatan kerja berpikir positif:

Imron melayangkan surat lamaran kerja, tetapi dia memiliki kepercayaan dirinya rendah. Dan dalam dirinya dia menganggap akan gagal dan tidak layak mendapatkan kesuksesan. Ia pun akan merasa yakin bahwa ia tidak akan dapat memperoleh pekerjaan. Karena Ia memiliki pikiran negatif terhadap dirinya sendiri, dan ia sangat percaya bahwa calon pegawai atau pekerja lain lebih baik dan lebih memenuhi persyaratan dibandingkan dengan dirinya. Imron mendapatkan sikap ini karena berdasarkan pengalaman buruk yang pernah ia peroleh dari hasil wawancara pekerjaan yang pernah ia ikuti sebelumnya.

Pikirannya ini dipengaruhi dengan pikiran-pikiran yang negatif dan ia merasa takut atas pekerjaan tersebut selama satu minggu penuh sebelum ia akan melakukan wawancara. Dengan yakinnya ia akan ditolak. Pada saat mau wawancara ia pun bangun dengan terlambat, dan rasa takutnya akan menjadi suatu kenyataan. Lantas ia pun mengambil kemeja yang akan ia gunakan ke kotor, dan kemejanya lainnya harus disetrika dulu. Karena ia sudah merasa terlambat, ia pun lantas memutuskan untuk mengenakan kemeja yang ada walaupun kusut.

Selama ia diwawancara, rasa tegang, semakin menunjukan sikap pikiran negatifnya, karena ia mengenakan kemajanya yang kusut, dan rasa lapar pun ia tidak merasa memiliki cukup waktu untuk sarapan. Semua itu disebabkan oleh pikirannya terpokus pada wawancara. Secara keseluruhan sikapnya ini menimbulkan rasa yang buruk, dan akibat dari rasa takutnya itu menjadi suatu kenyataan dengan tidak mendapatkan pekerjaan itu.

Ada yang lain yang mengajukan lamaran atas pekerjaan yang sama boleh kita sebut namanya Rudi Prayoga, namun ia menyikapinya dengan cara berbeda. bahkan ia dengan dengan yakinnya bahwa ia akan memperoleh pekerjaan tersebut. Satu minggu sebelum ia wawancara, ia sering melakukan visualisasi dirinya agar dapat memperoleh pekerjaan tersebut.

Pada malam harinya sebelum ia wawancara, ia sudah menyiapkan pakaian yang akan ia gunakan dan tidur pun ia lebih awal dari biasanya. Pada saat waktunya wawancara, ia lebih awal bangun dari baiasanya, sehingga ia banyak memiliki cukup waktu untuk sarapan, lalu ia tiba di tempat wawancara sebelum waktunya tiba.

Lantas ia memperoleh pekerjaan tersebut karena ia selalu berpikir positif terhadap hal-hal yang ia lakukan. Hal ini, juga tentunya karena ia memenuhi seluruh persyaratan untuk memperoleh pekerjaan tersebut, sama halnya dengan Imron.

Apakah kita bisa belajar dari dua cerita tersebut? Apakah ada yang luar biasa yang digunakan dalam cerita tersebut? Tidak, semuanya ini terjadi secara alami. Ketika kita memiliki sikap yang positif, sikap tersebut akan mendapatkan perasaan-perasaan yang positif, gambaran-gambaran yang konstruktif, dan kita akan bisa melihat dengan mata pikiran kita tentang apa yang kita inginkan. Hal inilah yang dapat memberikan pencerahan, akan lebih banyak kekuatan, dan mengapai kebahagiaan. Dalam diri kita juga dapat memancarkan kebaikan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Ketika kita berpikiran positif juga akan memberikan berbagai macam manfaat bagi kesehatan kita. Ketika kita berjalan dengan tegak dan akan membuat suara kita lebih berwibawa. Bahasa tubuh akan menunjukan kepada tentang perasaan kita.

 Berpikiran Positif dan Negatif Dapat Menular

Berpikiran Positif dan Negatif Dapat Menular

Dalam diri kita dapat mempengaruhi orang-orang yang ada disekeliling kita, pengaruh itu bisa secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini disebabkan terjadi secara naluriah, karena berada dalam pikiran bawah sadar kita, melalui pikiran dan perasaan yang terpancar dalam dirinya, bisa juga dengan menggunakan bahasa tubuh yang kita miliki. Orang-orang yang berada di sekeliling kita bisa merasakan aura kita dan dapat dipengaruhi oleh pikiran-pikiran kita, dan juga sebaliknya. Wajar ketika kita ingin selalu berada di sekitar orang-orang yang yang berpikir positif dan menghindarinya dari orang-orang yang berpikir negatif? Orang akan lebih tergerak untuk memberikan bantuan kepada kita ketika kita bersikap positif, dan mereka pun tidak akan menyukai dan akan menghindari siapapun yang bersikap dan berpikir negatif.

Pikiran-pikiran, kata-kata, dan sikap berpikir negatif akan menghasilkan mood serta tindakan yang negatif dan tidak menyenangkan. Semua ini akan berakhir dengan kegagalan, rasa frustrasi, dan rasa kekecewaan yang dalam.

 Instruksi-Instruksi Secara Praktis

Agar dapat merubah pikiran kita menjadi pikiran positif, sangat diperlukan latihan dan kemauan untuk merubah diri kita karena dengan sikap dan pola pikir tidak dapat berubah dalam waktu yang singkat. Perhatikan materi berikut ini:

Pikirkan berapa keuntungan yang akan kita peroleh dan bujuklah diri kita untuk mencobanya. Kekuatan dalam pikiran merupakan kekuatan yang sangat dahsyat dan akan selalu membentuk kehidupan kita. Dalam proses pembentukkannya biasa kita lakukan ke dalam pikiran bawah sadar kita, namun hal ini sangat mungkin untuk melakukannya proses tersebut secara sadar. Walaupun usulan tersebut kita dengar cukup aneh; tidak ada salahnya untuk mencoba dan melakukannya, karena kita akan merasa rugi bila kita mencobanya; sebaliknya jika kita kita mau akan memperoleh banyak hal. Biarkan apapun suara-suara orang lain yang berkaitan tentang diri kita, selama kita mau mengubah pola pikir kita.

Kita harus selalu memvisualisasikan situasi yang menguntungkan dan memberikan manfaat bagi kita. Pakailah kata-kata yang positif dalam suara hati kita atau ketika kita berbicara dengan orang lain. Berikan senyuman sedikit lebih banyak, karena memberikan senyuman akan membantu kita untuk berpikir positif. Jauhkan perasaan malas atau keinginan untuk berhenti yang menyelimuti diri kita. Agar kita dapat bertahan, dan akan merubah dalam pola pikir kita.

Pada saat pikiran negatif memasuki pikiran kita, maka kita harus lebih waspada dan menggantikannya dengan pikiran yang lebih konstruktif. Pikiran-pikiran negatif akan selalu mencoba untuk memasuki pikiran kita, sekali lagi kita harus cepat menggantikannya dengan pola pikiran yang positif. Seakan-akan kita berada pada dua gambar yang ada di depan kita, dan kita dapat melihat dan memilih salah satu dari gambar tersebut dan kita bisa mengabaikan gambar yang lain.

Ketika kita tiba-tiba merasakan ada perlawanan dari dalam diri kita ketika kita akan berusaha mengganti pikiran-pikiran yang negatif tersebut, jangan katakan saya menyerah. Tetap kita pokuskan diri kita pada pikiran-pikiran yang positif yang membuat diri kita gembira dan menyenangkan.

Butuh Waktu Untuk Perbaikan

Bagaimanapun kedaan kita saat ini, teruslah berusaha untuk selalu berpikir positif. Agar kita memperoleh hasil serta situasi yang menguntungkan kita, dan situasi dan kondisipun akan berubah sesuai dengan pikiran kita. Perbaikan ini tentu membutuhkan waktu yang cukup panjang, namun apa yang diharapkan oleh kita pada akhirnya akan terjadi perubahan.

Cara lain yang bisa kita lakukan adalah selalu melakukan peneguhan atau penguatan yang selalu berulang kali. Penugahan atau penguatan merupakan cara yang menyamai visualisasi, yang lebih kreatif, dan kedua-duanya dapat digunakan bersamaan.[Herman Beni]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.