Hikmah Yang Tak Terbatas, Cara Tuhan Bercanda Kepada Hamba-Nya

0 159

Dalam Artikel kali ini, penulis akan sedikit bercerita sebuah pengalaman perjalanan kuningan cirebon, sebelum mendeskripsikan pengalaman ini, pembaca di harapkan jangan berfikir bahwa tulisan ini sebagai sifat ria’ atau pamer kebaikan. Tapi dalam hal ini, hanya sedikit berbagi tentang kebaikan kecil yang sering kita sepelekan. Semoga ini dapat menambah kesadaran kita sebagai manusia untuk saling tolong  menolong, menjadi motivasi tersendiri untuk kita semua.

Dalam artikel ini penulis akan menggunakan kata ‘’saya’’ supaya pembaca pun merasa seolah-olah sebagai pelaku dan lebih merasa benar-benar merasakan apa yang ada dalam cerita ini. Sebagai pekerja suwasta di salah satu perusahaan di Cirebon, sudah tentu pulang pergi setiap hari dan kadang sampai larut malam. Pernhkan kalian mengendarai kendaraan dan melihat pejalan kaki yang membawa tas gembolan? Sadar atau tidak sebenarnya kita semua sering melihatnya.

Sedikit bercerita tentang sebuah perjalanan malam, pada waktu itu ada bapak-bapak berjalan kaki membawa tas, ketika saya melintasi awalnya saya tetap saja jalan dengan kendaraan ini tanpa mengiraukan pejalan kaki tersebut. Namun entah kenapa hati ini gelisah ketika saya terus melaju, akhirnya saya putuskan untuk putar balik dan menghampiri bapak tadi, terjadi dialog sebentar,’

saya sapa beliau” Pak mau kemana? saya mau kekuningan mari ikut bareng pak” . Enggak mas, saya udah deket kok tujuannya, mau jalan aja Jawab Si Bapak Tadi Pelan. “Yaudah sekalian pak, searah kok,” Sambut Saya Pelan. “saya engga ada uang buat bayar ojeknya mas” tambah Beliau. Kaget dan bingung saya rasakan saat itu, lalu saya jawab sambil meyakinkan ” Saya bukan ojek pak, yuk saya enggak bakal minta bayaran”  Terimakasih de.. yaudah yuk. Akhirnya Beliau ikut bareng juga, walaupun awalnya beliau su’udzon

Singakatnya dialog saya seperti itu. Pada saat di motor, kami bercerita banyak hal, saling Tanya jawab asal usul kita masing-masing dan lain sebagainya. Pada intinya kenapa bapak pejalan kaki tadi menolak karena ia benar-benar tidak punya uang dan memutuskan berjalan kaki untuk pulang. Padahal yang di tuju beliau msih sangat jauh dari pada tempat tinggal saya.

Hikmah Yang Tak Terbatas dan Bahagianya Tolong Menolong

Dengan hanya megambil satu cerita saja untuk contoh dalam sebuah pengalaman. Namun kejadian seperti ini, hampir saya alami setiap hari, ketika saya dalam perjalanan pulang ke Kuningan di malam hari. Ada yang terkadang sering memaksa memberi uang imabalan tapi saya langsung tancap gas, ada pula yang pernah memberi dalam bentuk barang dagangan hingga ada yang pernah saya beri uang untuk pejalan kaki ketika ia bercerita tentang  problematika keluarganya. Serta ada pula yang harus benar-benar saya yakinkan bahwa saya bukan ojek agar orang tersebut mau ikut motor yang saya kendarai.

Lalu hikmahnya Entah kenapa aktivitas ini membuat saya begitu bahagia ketika melihat senyum sedu orang yang saya tolong. Bahwasanya benar menolong ketika kita sedang punya itu biasa tapi menolong saat kita sedang tidak punya itu luar biasa. Hanya meyingkat cerita ini namun saya ingin menegaskan bahwa “berbuat baik itu tidak perlu sarat atau alasan. Berbuat baik itu tidak perlu memandang siapa dan kapan. Berbuat baik pun menghilangkan prasangka buruk karena berprasangka buruk terhadap apa yang ingin kita lakukan sama halnya kita membatasi untuk berbuat baik”.

Sebuah senyuman yang kita tolong membuat kita sadar bahwa di bawah tanah masih ada tanah. Betapa tidak, saya pernah mengalami hal yang sama ketika butuh pertolongan di jalan. Pada saat itu yang saya lakukan hanya memohon kepada ALLAH  agar di kirimkan malaikat berbentuk manusia yang menjadi pelongon saya, dalam waktu yang tidak lama pun ALLAH mengirim malaikatnya. Hal itulah yang menjadi prinsip dasar saya ingin selalu menolong, yaitu saya ingin menjadi malaikat berbentuk manusia yang di pajatkan oleh manusia yang butuh bantuan di jalan.

Mari kikis prasangka buruk untuk selalu menolong, jika kita selalu berprasangka buruk, kapan kita akan berbuat baik?. Dalam drama kehidupan ini mungkin saja ini cara Tuhan bercanda kepada hambaNYA. [Apandi Galapagos]


Tentang Penulis

Anak muda yang satu ini bernama lengkap Ade Aspandi, Yang akrab disapa Apandi Galapagos. Lahir di wonosobo pada tanggal 20 juni 1993, ia menjalankan masa kanak-kanaknya di lampung. Beranjak dewasa ia merantau ke tanah sebrang di Cirebon jawa barat. Hinga gelar sarjana ia dapat bahkan jodohpun ia dapatkan di negri rantau nya, dalam hidup nya ia hanya tau tentang perjuangan karena hidup adalah sebuah perjuangan, pada prinsipnya setiap orang memiliki potensi hanya saja mampukah orang tersebut membuka cakrawala berfikirnya untuk mengembangkan potensinya, namun ingat, ‘’,hidup itu tak semudah kata motivator bayaran , maka teruslah bergerak, sebentar saja kau berhenti berarti kau mati’’

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.